• 26 October 2021

Menyambut Peringatan Hari Rabies Sedunia

SHARE SOSMED

Hari Rabies Sedunia dilaksanakan pada setiap tanggal 28 September. Peringatan Hari Rabies Sedunia untuk meningkatkan pencegahan dan pengendalian rabies.

Angka kematian akibat Rabies di Indonesia masih cukup tinggi yakni 100-156 kematian per tahun, dengan tingkat kematian hampir 100 persen. Hal ini menggambarkan bahwa rabies masih jadi ancaman bagi kesehatan masyarakat.

Setiap tahun peringatan Hari Rabies Sedunia dilaksanakan pada setiap tanggal 28 September. Peringatan Hari Rabies Sedunia kali ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pencegahan dan pengendalian rabies.

Dalam rangka menyambut Hari Rabies Sedunia, Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian Kota Administrasi Jakarta Selatan mengadakan vaksinasi rabies gratis kepada sejumlah masyarakat yang memiliki hewan peliharaan untuk mencegah penularan rabies.

Baca juga: Mendukung Hewan Bebas Rabies

Pelaksanaan vaksinasi rabies di 7 wilayah kota Jakarta Selatan yaitu Pesanggrahan, Kebayoran Lama, Cilandak, Pasar Minggu Kelurahan Ragunan, Pasar Minggu Kelurahan Cilandak Timur, Tebet dan Mampang Prapatan, berlangsung dari 15-30 September 2021. Dosis vaksin rabies targernya diberikan sebanyak 6800 dosis untuk seluruh hewan peliharaan yang telah ditetapkan jenisnya.

Tantangan berat saat ini adalah masih ada provinsi yang belum bebas rabies. Dari 34 provinsi di Indonesia, hanya 8 provinsi yang bebas rabies sementara 26 provinsi lainnya masih endemik rabies. Hal itu menunjukkan upaya pengendalian rabies di Indonesia memerlukan langkah terstruktur dan sistematis. Peran pemerintah dan lintas sektor masih sangat dibutuhkan dalam mengatasi permasalahan tersebut. Untuk itu perlu diadakannya vaksinasi rabies untuk mencegah penularan virus rabies.

“Pelaksanaan vaksin rabies ini penting untuk wilayah di sekitar Jakarta yang termasuk dalam wilayah bebas rabies maupun wilayah endemik rabies. Wilayah yang endemik rabies misalnya seperti Jawa Barat,” ungkap Head of Jakarta Animal Aid Network (JAAN) Domestic, Drh Merry Wain saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Baca juga: Syarat Hewan Mengikuti Vaksin Rabies

Secara statistik 98% penyakit rabies ditularkan melalui gigitan anjing, dan 2% penyakit tersebut ditularkan melalui kucing dan kera.

“Selain divaksinasi kami juga mengajarkan pemeliharaan hewan yang baik. Terkait hewan yang boleh berkeliaran pun kami sampaikan juga, kami menjaga warga supaya tetap sehat dan bersih lingkungan sekitarnya,” ungkap Wahyudi, Lurah Petukangan Selatan saat ditemui oleh Jagadtani.Id.

Penyakit rabies adalah salah satu penyakit strategis dunia yang bersifat zoonosis yaitu penyakit menular dari hewan ke manusia dengan tingkat kematian yang tinggi.

Dengan demikian, penting sekali vaksinasi rabies. Pencegahan yang paling mudah yang bisa sahabat tani lakukan adalah dengan melakukan vaksinasi bagi hewan-hewan peliharaan yang rawan terkena rabies.

Baca juga: Vaksinasi Rabies Gratis di Jaksel

Related News