• 29 September 2021

Pentingnya Nutrisi dari Komsumsi Beras

uploads/news/2021/07/pentingnya-nutrisi-dari-komsumsi-73695f36f110d9e.jpg
SHARE SOSMED

“Beras adalah salah satu biji-bijian sereal tertua di dunia, yang telah ditanam setidaknya selama puluhan tahun, bahkan 90% beras dunia berasal dari Asia”

Jakarta – Di Indonesia, mayoritas masyarakatnya memilih nasi sebagai makanan pokok sehari-hari. Bagi kebanyakan orang, saat belum makan nasi maka sama dengan belum sarapan. Padahal, ada banyak jenis makanan yang kandungan karbohidratnya setara dengan nasi. Faktanya, keseringan mengkonsumsi nasi tidak baik untuk kesehatan tubuh loh. Apalagi, bagi penderita diabetes. Lantas adakah manfaat yang terkandung di dalamnya? Dan bagaimana sejarahnya nasi hingga jadi makanan pokok hingga kini? Yuk cari tahu informasinya.

Baca juga : Cegah Dehidrasi, Perbanyak Konsumsi Mineral

Nasi merupakan beras yang direbus terlebih dahulu untuk dikonsumsi sebelum menjadi nasi. Masyarakat Indonesia menganggap nasi sebagai makanan pokok. Jika dilihat di negara barat khususnya Perancis, mereka lebih menyukai roti. Hingga Amerika Serikat pun memilih mengkonsumsi daging dibanding karbohidrat sejenis nasi.

Beras (Oryza sativa) adalah salah satu biji-bijian sereal tertua di dunia, yang telah ditanam setidaknya selama puluhan tahun, bahkan 90% beras dunia berasal dari Asia. Ada ribuan jenis beras, tetapi tergantung pada bagaimana produsen memprosesnya, mereka cocok menjadi dua kelompok, baik berwarna putih atau coklat (gandum utuh).

Nasi putih adalah jenis yang paling umum, meskipun beras merah menawarkan lebih banyak manfaat kesehatan. Beras merah hadir dalam berbagai nuansa, termasuk kemerahan, keunguan bahkan hitam. Produsen membuat banyak produk dari beras, termasuk tepung beras, sirup beras, minyak dedak padi, dan susu beras.

Baca juga : Mengenal Lili, Sang Ratu Dewa

Budaya memakan nasi sebenarnya berawal  dari negara China yang pertama kali mendatangkan beras ke negara India dan negara Asia Selatan lainnya sekitar 10.000 tahun lalu. Pada tahun 7000 SM lalu, tanaman padi pertama kali tumbuh di  Sungai Yangtze. Lalu beras pun tersebar ke Thailand, Vietnam, Indonesia, Filipina hingga India.

Faktanya, hampir seluruh makanan yang saat ini dikonsumsi memiliki keterkaitan dengan kebudayaan China. Saat rakyat China memakan nasi maka kita pun akan memakannya juga. Sebab itulah yang membuat kita mengkonsumsi nasi disetiap hindangan layaknya warga Asia Timur.

Baca juga : Terong Jepang Obati Kanker Usus

Beberapa beranggapan, pedagang China dalam yang membawa beras tersebar dari Asia ke Yunani dan seluruh manca negara. Faktanya, pada masa kekaisaran Romawi beras sudah dikenal dan tersebar sampai Afrika Barat di abad pertengahan.

Tumbuhan padi populer di kawasan Asia lantaran dirinya hanya dapat bertahan hidup di lingkungan basah. Hal ini jelas berbeda dengan kebanyakan tanaman lainnya yang tidak mampu bertahan hidup di tempat basah.

Perlu dicatat, kandungan utama beras terdiri dari karbohidrat, yang membentuk hampir 80% dari total berat keringnya. Sebagian besar karbohidrat dalam nasi adalah pati. Pati ialah bentuk karbohidrat yang paling umum dalam makanan. Pati terbentuk dari rantai panjang glukosa yang disebut amilosa dan amilopektin.

Baca juga: Cara Mengurangi Asin Pada Ikan

Selain karbohidrat, beras juga mengandung serat. Beras merah mengandung jumlah serat makanan yang lebih tinggi daripada nasi putih sebanyak 1,6 gram per 100 gram. Selama pengolahan beras putih, biji-bijian tersebut kehilangan dedek, atau benih yang mengandung sebagian besar serat.

Dedek mengandung serat utama yang tidak larut, seperti hemicellulose, bahkan hampir tidak ada serat larut. Nasi putih dan coklat mengandung berbagai jumlah serat larut yang disebut pati resisten. Pati resisten berguna untuk meningkatkan butirat pada usus. Butirat meningkatkan kesehatan usus dengan mengurangi peradangan, meningkatkan fungsi penghalang usus, dan mengurangi risiko kanker usus besar.

Related News

Jagad Tani - Petaninya Milenial App Download

Free Sign & Download, Android App