• 19 September 2021

Funazushi, Olahan Ikan Fermentasi Bertahun-tahun

uploads/news/2021/06/funazushi-olahan-ikan-fermentasi-388792133150ac0.jpeg
SHARE SOSMED

"Funazushi merupakan salah satu bentuk tertua dari sushi modern. Resep ini tidak menggunakan makanan laut mentah, tapi ikan yang diawetkan selama dua hingga tiga tahun"

JAKARTA – Sushi menjadi salah satu makanan khas jepang yang sangat banyak diminati. Kebanyakan sushi khas Jepang menggunakan ikan segar untuk topping atau neta sushi. Tapi, sebelum ada sushi, masyarakat Jepang dahulu ternyata mengonsumsi funazushi loh, sahabat tani.

Berbeda dengan sushi, funazushi dibuat menggunakan ikan yang sudah difermentasi selama bertahun-tahun.

Funazushi merupakan salah satu bentuk tertua dari sushi modern. Resep ini tidak menggunakan makanan laut mentah, tapi ikan yang diawetkan selama dua hingga tiga tahun. Mereka mengemas ikan dengan garam, melapisinya dalam bak kayu, menindih tutupnya dengan 30 kilogram batu dan membiarkannya diawetkan selama dua tahun. Setiap ikan kemudian dicuci bersih, dikeringkan di bawah sinar matahari seharian dan difermentasi satu tahun lagi di dalam nasi matang sebelum siap untuk dimakan.

Baca juga: Lepu, Cantik-Cantik Mematikan

Pada abad ke-18, makanan ini berkembang menjadi irisan-irisan makanan laut di atas gundukan nasi, yang kita kenal sekarang, yaitu Sushi.

Dahulu, makanan ini dimakan dengan beberapa potong nasi yang difermentasi. nasi dimasak dan diberi cuka, kemudian daging ikan mentah ditaruh di atasnya. Bisa juga dimasukkan sepotong ke dalam air panas untuk membuat teh obat. Makanan ini juga dihidangkan bersama dengan sake di meja makan keluarga bangsawan dan samurai.

Funazushi merupakan makanan tradisional khas Prefektur Shiga. Di sana, ikan untuk membuat funazushi adalah ikan mas atau ikan karper yang ditangkap di Danau Biwa. Kemudian di masukkan kedalam bak kayu tradisional untuk di fermentasi. Mikroorganisme baik yang tumbuh subur di bak kayu tradisional selama berabad-abad, secara alami menghasilkan fermentasi yang memberikan rasa otentik pada funazushi.

Baca juga: Rahasia Mengejutkan dari Ikan Hias

Untuk membuat funazushi, ikan terlebih dulu dibersihkan bagian isi perutnya, kemudian dibersihkan darahnya, dan melewati proses pengasinan.

Proses fermentasi dimulai dengan ikan yang dilapisi dengan dalam garam dan disimpan dalam wadah kayu selama kurang lebih satu tahun. Kemudian saat dikeluarkan, ikan ini dilapisi menggunakan nasi dan disimpan lagi selama dua sampai tiga tahun untuk melanjutkan proses fermentasi. Total pembuatan funazushi dari ikan mentah sampai bisa dinikmati bisanya memakan waktu selama tiga tahun.

Baca juga: Budidaya Udang Masih Sangat Potensial

Related News

Jagad Tani - Petaninya Milenial App Download

Free Sign & Download, Android App