• 19 September 2021

Budidaya Udang Masih Sangat Potensial

uploads/news/2021/06/budidaya-udang-masih-sangat-30858e5fbb27ac6.jpg
SHARE SOSMED

"budidaya udang sangat bagus untuk meningkatkan pendapatan masyarakat pembudidaya, penyerapan tenaga kerja dan sumber devisa negara"

JAKARTA – Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Slamet Sobjakto menegaskan bahwa budidaya udang masih sangat potensial dikembangkan. Hal tersebut disampaikan Slamet saat memberikan sambutan pada pembukaan pelatihan bertemakan “Bisnis Budidaya Udang Vaname di Era Revolusi Industri 4.0” yang digagas oleh PT. Mina Maritim Indonesia dengan brand “Media Indonesia”, startup yang bergerak dalam penyedia layanan pendidikan kemaritiman berbasis teknologi dan mengembangkan learning managment system yang memungkinkan berbagai pemangku kepentingan di bidang kemaritiman untuk saling berinteraksi di dalam suatu platform digital.

”saya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif luar biasa dari para anak muda yang tergabung dalam PT. Mina Maritim Indonesia melalui brand ”Mina Indonesia” atas peran supernya dalam pengembangan SDM kelautan dan perikanan,” ujar Slamet.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa budidaya udang sangat bagus untuk meningkatkan pendapatan masyarakat pembudidaya, penyerapan tenaga kerja dan sumber devisa negara.

Baca juga: KKP Ajak Investor Ekspor Udang

Bukan tanpa alasan Slamet menyampaikan hal tersebut, menurutnya potensi sumberdaya akuakultur Indonesia sangat besar, total luas lahan indikatif mencapai 17,2 juta hektar dan diperkirakan memiliki nilai ekonomi langsung sebesar 250 milyar USD per tahun. Dari potensi itu, khusus untuk pengembangan budidaya air payau memiliki porsi potensi hingga mencapai 2,8 juta hektar. Namun pemanfaatannya diperkirakan baru sekitar 21,64 % atau seluas 605.000 hektar, dimana dari luas tersebut, pemanfaatan lahan tambak produktif untuk budidaya udang diperkirakan mencapai 40 persen atau baru 242.000 hektar saja.

“potensi yang sangat besar itu, jika mampu dimanfaatkan secara optimal akan mendongkrak konstribusi terhadap PDB Indonesia dimana sebagai gambaran tahun 2017 kontribusi sektor ini baru mencapai 2,57 persen terhadap PDB Indonesia," ujarnya.

Baca juga: KKP Kupas Kampung Perikanan Budidaya

Berdasarkan volume produksi, dalam 5 (lima) tahun terakhir produksi udang nasional memperlihatkan tren pertumbuhan yang positif dengan pertumbuhan rata-rata per tahun sebesar 15,7 Persen. Udang juga merupakan komoditas unggulan ekspor perikanan nasional, selama 5 (lima) tahun terakhir (2013 -2017) BPS mencatat tumbuh rata-rata 6,43 persen. Berdasarkan catatan KKP, volume ekspor udang hingga akhir tahun 2018 ini diyakini mampu mencapai 180 ribu ton naik dari 147 ribu ton pada tahun 2017. Sedangkan nilai ekspor naik dari USD 1,42 milyar menjadi USD 1,80 milyar.

Namun demikian, Slamet tetap mengingatkan bahwa pengelolaan proses produksi budidaya udang harus benar-benar dilakukan secara bertanggungjawab dengan menerapkan prinsip budidaya berkelanjutan (sustainable aquaculture).

”kita tidak ingin, masa kelam ambruknya bisnis udang windu beberapa dekade yang lalu terulang kembali akibat pola pengelolaan yang tidak terukur dan sporadis. Pola pengelolaan tersebut antara lain lemahnya penerapan biosecurity, penggunaan input produksi tak terukur dan minimnya pengendalian terhadap limbah budidaya,” tambah Slamet mengingatkan.

Baca juga: Prospek Menggiurkan Budidaya Udang Vaname

Oleh karena itu, tambahnya, dalam hal ini KKP telah menyiapkan regulasi bagaimana pengelolaan budidaya udang ini dilakukan secara berkelanjutan. Aspek keberlanjutan menjadi keniscayaan dalam menjamin kesinambungan bisnis perudangan nasional yakni dengan memadukan pertimbangan aspek lingkungan, ekonomi, dan social dalam pendekatan pengelolaannya.

Diantaranya KKP telah mendorong pengembangan budidaya berbasis klaster, melalui perbaikan tata letak, dan penerapan biosecurity secara ketat. Pendekatan klaster juga memungkinkan manajemen yang lebih terintegratif dalam seluruh tahapan proses produksi, mempermudah dalam management usaha, meningkatkan efisiensi usaha, serta mengurangi dampak penyakit.

Baca juga: Cianjur Untung Besar Budidaya Udang

Disamping itu, KKP juga mendorong pengembangan budidaya udang berbasis ekosistem (Ecosystem Approach for Aquaculture). Pendekatan ini penting untuk memastikan bahwa pengelolaan budidaya udang tidak hanya menghasilkan produktivitas optimum, namun tetap menjamin kualitas lingkungan, fungsi dan layanan ekosistem.

Related News

Jagad Tani - Petaninya Milenial App Download

Free Sign & Download, Android App