• 27 September 2020

Persiapan Menyambut Panen Raya Brambang

uploads/news/2020/09/persiapan-menyambut-panen-raya-772379a0c8b57ec.jpg
SHARE SOSMED

Empat dusun di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, sedang mempersiapkan diri menyambut panen raya bawang merah (brambang).

MALANG - Menjelang panen raya brambang (bawang merah), petani di Desa Purworejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, mempersiapkan beberapa hal untuk meringankan pekerjaan saat panen mereka.

Satu desa yang terdiri dari empat dusun; Tokol, Jeruk, Pakan, dan Binangsri, hampir serentak melakukan persiapan menyambut panen raya.

Baca juga: Mengenal Sigiran, Jemuran Bawang Merah

Sebagai desa yang menghasilkan brambang sebagai komoditi utama, keempat dusun ini saling membantu dan bergiliran membuat sigiran (jemuran bawang) berbentuk pagar tinggi.

Jika ditemukan sigiran yang sudah lapuk, para petani akan membuat sigiran baru menggunakan bambu tebal dan kuat yang tumbuh liar.

Selain membuat sigiran baru, yaitu melapisi sigiran lama hingga cukup tebal, supaya kuat menopang kuintalan bawang.

Saya buat sigiran paling dua atau tiga hari, mencari bambunya cukup setengah jam saja karena dekat rumah. Kemarin saya bantu teman di dusun sebelah melapisi sigiran, sekarang giliran saya yang dibantu. Jadi cepat selesai,” tutur Supri (27), salah satu petani kepada Jagadtani.id belum lama ini.

Selain sigiran, para petani juga mempersiapkan karung jaring untuk mengumpulkan bawang.

Membangun dan Memperbaiki Sigiran

Jika petani tidak mempersiapkannya, para pengepul brambang akan langsung datang ke lokasi membawa karung jaring sendiri.

Menurut Supri, menempatkan brambang di karung berjaring bertujuan agar udara tetap mengalir dan mengurangi risiko membusuk selama perjalanan.

Terlebih jika brambang yang dibawa masih dalam keadaan basah atau setengah basah.

Supri juga menyebut, saat siap panen, tanaman brambang akan memberi sinyal jika sudah matang kepada petani.

Daun brambang akan rebah dengan sendirinya dan terlihat berantakan.

Selain itu, warna daunnya juga menjadi sedikit kekuningan menandakan brambang sudah cukup umur untuk dipanen.

Saat menerima sinyal itu, petani akan kembali mendatangi sawahnya untuk panen pada 2-3 hari kemudian.

Tiga hari lalu saya ke sini, daunnya sudah jatuh (rebah), tapi masih hijau, masih basah. Jadi saya tinggal dulu. Paling kalau pas lewat, saya tengok sebentar. Baru hari ini saya ke sini lagi, memastikan daunnya sudah lebih kering. Karena kalau daunnya sudah agak kering, mengikatnya lebih gampang. Menggantung di sigiran lebih kuat,” jelas Supri.

Baca juga: Aroma Brambang di Sudut Malang

Sigiran sendiri mampu bertahan hingga delapan bulan atau sampai dua kali panen bawang merah.

Kemampuan kapasitas berat yang bisa ditahan sigiran bisa mencapai 5 kuintal.

Comment

Related News

Jagad Tani App Download

Free Sign & Download, Android App