• 23 September 2020

Gandum Bukan Hanya untuk Diet

uploads/news/2020/05/gandum-bukan-hanya-untuk-71273889a32208d.jpeg
SHARE SOSMED

JAKARTA - Gandum utuh telah menjadi bagian dari makanan manusia sejak lama.

Tetapi banyak orang mengatakan, asupan gandum buruk bagi kesehatan.

Padahal, tingginya konsumsi gandum dapat mengurangi obesitas, peradangan, dan beberapa aktivitas metabolisme.

Baca juga: Membedakan Daging Sapi dan Celeng

Bagi Sahabat Tani yang ingin hidup sehat bisa mencoba untuk memulai mengkonsumsi gandum.

Berikut manfaat gandum seperti melansir GrainMart dan Health Line.

Kaya Nutrisi

Gandum memiliki beberapa kandungan nutrisi termasuk protein, serat, vitamin B, antioksidan, dan mineral (besi, seng, tembaga, dan magnesium).

Asupan gandum utuh bermanfaat untuk kesehatan seperti mengurangi risiko diabetes dan mengobati penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan menurunkan berat badan.

Gandum utuh juga mengandung dedak, kuman, dan endosperma.

Setiap bagian dari gandum menyediakan nutrisi yang meningkatkan kesehatan.

Endosperma merupakan lapisan internal gandum yang mengandung karbohidrat, protein, dan sejumlah kecil vitamin B dan mineral.

Sedangkan kuman gandum merupakan pusat benih di mana pertumbuhan terjadi, bagian ini diisi dengan vitamin E, lemak sehat, vitamin B, phytochemical, dan anti-oksidan.

Sementara bekatul merupakan lapisan luar yang kaya serat yang memasok vitamin B, besi, magnesium, tembaga, seng, anti-oksidan, dan phytochemical.

Nutrisi dalam Biji Gandum

Nutrisi dalam 100 gram tepung gandum mengandung sekitar 340 kalori, 11% air, 13,2 gram protein, 2,5 gram lemak, serat 10,7 gram, dan gula 0,4 gram.

Bukan hanya itu, gandum juga merupakan sumber dari beberapa vitamin dan mineral lainnya termasuk selenium, mangan, fosfor, tembaga, dan folat.

Mengurangi Risiko Penyakit Kardiovaskular

Mengkonsumsi biji gandum utuh dan bukan yang sudah diolah membantu menurunkan kolesterol, kolesterol lipoprotein, tingkat insulin, dan trigliserida yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung yang menyebabkan kematian.

Terbukti gandum dan sereal gandum lainnya, bahkan meningkatkan kesehatan usus.

Selain itu, gandum juga mampu mengurangi risiko kanker usus besar dan penyakit kardio.

Mengurangi Risiko Obesitas

Asupan makanan biji-bijian gandum juga mampu membantu Sahabat Tani lebih cepat kenyang dan mengurangi nafsu makan.

Itulah sebabnya mengkonsumsi gandum tinggi serat lebih disukai untuk menurunkan berat badan.

Gandum yang utuh memiliki risiko obesitas lebih rendah dibandingkan gandum yang sudah diolah.

Karena itu, asupan gandum utuh secara teratur membantu menurunkan berat badan dan membakar sedikit lemak di perut.

Mengkontrol Diabetes

Seperti biji-bijian pada umumnya, gandum utuh memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi, serta pati karbohidrat yang mampu mempengaruhi daya cerna, yang menentukan pengaruhnya terhadap kadar gula darah.

Baca juga: Meracik Es Cincau ala Rumahan

Karena kecernaannya yang tinggi, ia mampu meninggalkan lonjakan gula darah yang tidak sehat, yang menyebabkan efek berbahaya bagi kesehatan, terutama bagi individu yang menderita diabetes.

Demikian pula, beberapa produk gandum olahan seperti pasta dicerna dengan kurang lancar.

Karena itu, mereka tidak membiarkan gula darah naik ke tingkat yang sama.

Comment

Related News

Jagad Tani App Download

Free Sign & Download, Android App