• 9 Agustus 2020

Mengenal Konsep Budiklamber saat Pandemi

uploads/news/2020/05/mengenal-konsep-budiklamber-saat-313398bedcd3c84.jpg
SHARE SOSMED

Libatkan anak-anak sekolah juga untuk bagaimana mereka mencintai tanaman (pangan). Karena itu merupakan pembelajaran di alam, karena itu bagian dari pendidikan.”

JAKARTA - Sebagai bentuk upaya memutus rantai penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19, Pemerintah Indonesia memberlakukan aturan bagi masyarakat agar menerapkan work from home (WFH) yang merupakan bagian dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dalam penerapannya, sistem kerja WFH memiliki fleksibilitas yang tinggi.

Hal ini juga dimaksudkan guna mendukung keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan di rumah, sehingga masyarakat juga memiliki banyak waktu luang yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan lain.

Baca juga: Hadapi Pandemi dengan Vertical Garden

Selagi menjalankan WFH, ada beberapa hal lain yang mungkin dapat Sahabat Tani lakukan sembari mengisi waktu luang pada masa pandemi di rumah dengan seperti urban farming.

Urban farming sendiri suatu metode pertanian kota dengan konsep berkebun di lahan yang terbatas.

Hasilnya, dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, juga menunjang kondisi ekonomi masyarakat itu sendiri melalui pemasaran hasil panen urban farming.

Indonesia Against Covid -19 (IAC-19) sebagai penggiat urban farming mencontohkan kegiatan yang sudah dilakukan dan terbukti membuahkan hasil, yakni ‘budidaya kangkung dan pembesaran ikan lele dalam ember’ (budikdamber).

Konsepnya sederhana dan yang jelas tidak membutuhkan modal yang besar, serta tidak memerlukan ruangan atau kolam yang luas.

Cukup siapkan satu ember besar dengan kapasitas 60 liter atau lebih untuk 60 ekor.

Selain ember, hal yang juga dibutuhkan yaitu beberapa pot plastik air mineral, media tanam seperti arang, sekam dan lainnya serta kawat jemuran untuk pengait pot yang mudah didapatkan dari limbah rumah tangga.

Barang-barang pendukung tersebut juga dapat dibeli melalui situs belanja daring.

Salah satu penggiat urban farming IAC-19, Putri Simorangkir mengaku, ia sudah mulai melakukan uji coba sebanyak 14 ember dengan bibit ikan dan kangkung kepada 14 RT di daerah Jakarta Pusat, Jakarta Barat dan Jakarta Timur.

“Jika hasilnya bagus, program akan kita perluas ke daerah perkotaan lainnya”, ujar Putri dalam keterangan tertulis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) belum lama ini.

Program urban farming budikdamber itu juga sangat cocok diterapkan oleh lintas masyarakat, khususnya bagi mereka yang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri selama pandemi COVID-19 dan memberikan pengalaman baru.

Koordinator IAC-19, Agnes Lourda Budhidarma berpendapat, apabila program urban farming diikuti oleh masyarakat banyak, maka dapat memberikan dampak yang lebih besar bagi kelangsungan hidup.

Selain bertujuan untuk ketahanan pangan, urban farming juga dapat menguatkan rasa kebersamaan dan menciptakan budaya gotong royong dalam lingkungan masyarakat.

Senada dengan hal tersebut, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Wisnu Widjaja juga mengatakan, urban farming sangat mendukung dan memberikan apresiasi positif karena terbukti lebih banyak memberikan manfaat bagi masyarakat di tengah pandemi COVID-19.

Wisnu juga sepakat, selain untuk mengisi aktivitas menumbuhkan gotong-royong, urban farming juga memperkuat ketahanan pangan dan kebutuhan gizi masyarakat.

Wisnu mengharapkan, agar hal itu dapat melibatkan anak-anak sebagai generasi muda sehingga dapat menjadi bekal pengetahuan mereka untuk masa depan yang lebih baik.

"Libatkan anak-anak sekolah juga untuk bagaimana mereka mencintai tanaman (pangan). Karena itu merupakan pembelajaran di alam, karena itu bagian dari pendidikan," tutur Wisnu.

Baca juga: Manfaatkan WFH untuk Berkebun Kreatif

Ke depannya, Deputi Sistem dan Strategi BNPB menyatakan, akan terus mendukung upaya-upaya inovasi dan semangat masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup sekaligus mengurangi penyebaran COVID-19.

"Saya kira idenya itu, sudah bagus sekali. Kami mendukung," tutup Wisnu.

Comment

Related News

Jagad Tani App Download

Free Sign & Download, Android App