• 6 April 2020

Manfaat Daun Ketapang untuk Cupang 

uploads/news/2020/03/manfaat-daun-ketapang-untuk-638049796d1dfef.jpg
SHARE SOSMED

Ikan hias air tawar ini juga memiliki tingkat yang gampang-gampang susah dalam pemeliharaannya. Perawatan ekstra ini menjadi point terpenting, seperti penggunaan daun ketapang pada air.”

BOGOR - Pohon ketapang kini tak hanya menjadi tanaman yang tumbuh di tepian pantai. Keberadaan pohon bernama alamiah Terminalia catappa ini banyak ditemukan tumbuh, seperti di taman-taman, pekarangan rumah bahkan secara liar tumbuh ruang terbuka hijau Kota Bogor. 

Di kalangan penggemar ikan hias, pohon ketapang terbilang cukup familiar lantaran sering dimanfaatkan daunnya. Guguran daun ketapang yang memiliki berbetuk oval ini sering dimanfaatkan, salah satunya untuk menetralkan pH air sehingga ideal digunakan untuk memelihara khususnya ikan cupang.

Baca juga: Daun Pisang Cegah Lele Mati

Hal itu seperti diungkapkan pembudidaya ikan cupang, Erick Betta. Menurut dia, air memang menjadi faktor utama dalam memelihara ikan cupang. Sebab, ikan bernama latin Betta splendens ini hidup di air cenderung tua dengan suhu udara yang sama seperti suhu ruang dikisaran 26-27 derajat celsius dengan rentang pH air di titik 6-7.

"Ikan hias air tawar ini juga memiliki tingkat yang gampang-gampang susah dalam pemeliharaannya. Perawatan ekstra ini menjadi point terpenting, seperti penggunaan daun ketapang pada air," kata Erick, warga Kelurahan Tajur, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat belum lama ini.

Ia mengatakan, daun ketapang sangat berguna bagi kelangsungan hidup dan kesehatan si ikan, sebab mengandung zat tanin (warna kuning kecoklatan yang larut pada air) yang dapat membunuh bakteri jahat, jamur dan menetralisir atau menurunkan pH air yang tinggi. Mantan jurnalis televisi ini pun membagikan tips bagaimana cara mengolah daun ketapang yang bebas dari minyak, tidak keruh, cepat larut, dan baik untuk digunakan berkali-kali.

Pertama, kata dia, pilih daun ketapang yang betul-betul sudah kering dan jatuh dari dahan pohon ketapang bukan hasil dari petikan. Daun yang jatuh atau gugur ditandai dengan warna kemerahan. Kedua, lanjut Erick, cuci bersih daun ketapang hingga tanah, pasir atau kotoran lain yang menempel hilang.

Setelah itu, rendam daun dalam air yang sudah dibubuhi garam berkisar mulai 15-20 menit. Perendaman ini berfungsi untuk membuang sisa getah yang nantinya bisa menjadi sumber penyakit bagi ikan saat digunakan. 

Selanjutnya yang ketiga, angkat daun dari rendaman dan cuci bersih hingga kadar garam berkurang. Pada tahap ini, kata dia, ada hal perlu diperhatikan, yaitu melepaskan tangkai tengah daun. Tangkai tengah dilepaskan dengan tujuan agar hasil olahan daun tidak mengeluarkan lagi getah yang tersisa. 

"Ini adalah fase di mana kerap dilewatkan oleh para penghobi lantaran prosesnya yang sedikit rumit," ujar Erick.

Baca juga: Seluk Beluk Usaha Pembibitan Lele

Setelah dicuci bersih dan dilepaskan bagian tangkai tengahnya, sambungnya, daun ketapang diperas hingga kadar airnya berkurang yang kemudian disekap di plastik atau karung yang kedap udara selama kurang lebih 24 jam. Proses ini ditujukkan agar zat tanin tidak terbuang dan menyerap kembali. 

"Proses disekap itu buat zat tanin, yang buat kuning kecokelatan menyerap lagi ke daunnya, jadi pas digunakan langsung larut ke air. Selanjutnya, penjemuran dilakukan hingga daun benar-benar kering. Barulah olahan daun tersebut bisa digunakan," tandasnya.

Comment

Related News

Jagad Tani App Download

Free Sign & Download, Android App