• 5 April 2020

Seluk Beluk Usaha Pembibitan Lele

uploads/news/2020/03/seluk-beluk-usaha-pembibitan-185608abf6f50ab.jpeg
SHARE SOSMED

Kalau omzet per bulannya sih enggak menentu, paling sedikit banget itu Rp5juta tapi paling besar Rp10 juta, tergantung pelanggan.”

TANGERANG SELATAN - Ikan lele menjadi salah satu jenis ikan air tawar yang sangat populer di kalangan masyarakat. Bagaimana tidak, selain olahan rasa menunya yang lezat, ikan lele juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Dibandingkan jenis ikan air tawar lainnya, seperti patin, gurami, nila, dan lain sebagainya. Selain itu, masa pemeliharaan lele jauh lebih tingkat.

Dalam sekali panen, pemeliharaan ikan lele hanya memerlukan waktu sekitar 2-3 bulan, tergantung pada kepadatan penyebaran benih dan ukuran konsumsi. Kepadatan penyebaran benih dalam budi daya air tawar terdiri dari dua jenis, yakni penebaran padat dan penebaran rendah.

Baca juga: Menggunakan Teknologi Bioflok atasi Stunting

Salah satunya, Murtaha, peternak lele yang sudah beternak sejak empat tahun lalu. Ia beternak dengan memanfaatkan lahan di belakang rumahnya yang terletak di Jalan Sarmah, Kelurahan Perigi lama, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

“(Beternak) dari 4 tahun yang lalu. Jualnya kalau pelanggan datang sendiri ke sini. Harganya per ekor Rp100. Kalau pemula yang beli biasanya Rp50.000, tapi kalau peternak besar bisa Rp10.000-20.000 per ekor. Umurnya berbeda-beda ada yang satu bulan, ada yang tiga hari tiap kolam beda ukuran,” katanya.

Pria yang dulunya berprofesi sebagai security di salah satu perusahaan ini beralih menjadi peternak lele, karena baginya memiliki peluang yang lumayan besar. Untuk penebaran padat pada budi daya lele, populasi benih yang ditebar berkisar 200-350 ekor per meter persegi. Dengan sistem ini, diperlukan waktu tiga bulan sampai lele mencapai ukuran konsumsi.

Sedangkan populasi benih pada penebaran rendah berkisar antara 150-200 per meter persegi, dengan waktu dua bulan sampai lele mencapai ukuran konsumsi. Untuk pakan, Murtaha menggunakan pelet dan cacing sutra agar lele tumbuh dengan cepat.

“Kalau awal cacing sutra, kita cari sendiri di kali, lalu didiamkan dulu dua jam, baru dikasih. Kalau orang beli ada yang buat dipelihara lagi, ada juga yang buat pecel lele, buat pakan ikan arwana juga bisa agar warnanya bagus,” tambah pria berumur 47 tahun tersebut.

Baca juga: Beternak Lele dengan Sistem Bioflok

Permintaan pasar yang tinggi, tidak diimbangi angka produksinya. Apa lagi, permintaan pasar terhadap ikan lele, setiap tahunnya tidak menetu. Baik untuk permintaan lele segar, usaha olahan, maupun untuk usaha pemancingan ikan.

“Kalau omzet per bulannya sih enggak menentu, paling sedikit banget itu Rp5 juta tapi paling besar Rp10 juta, tergantung pelanggan,” tutupnya.

Comment

Related News

Jagad Tani App Download

Free Sign & Download, Android App