• 6 April 2020

Sarang Burung Walet Cegah Covid-19

uploads/news/2020/03/sarang-burung-walet-cegah-483315c4e98bfbe.jpg
SHARE SOSMED

“Jadi sangat sangat membudaya dan mereka tahu kualitas sarang burung walet bisa meningkatkan daya tahan tubuh dan bagur untuk kesehatan paru-paru.”

JAKARTA - Kekebalan tubuh merupakan hal yang sangat penting agar tubuh tidak mudah terserang penyakit seperti demam, batuk, dan flu. Apalagi dengan keadaan saat merebaknya virus corona atau Covid-19, membuat kita semua perlu menjaga kebugaran tubuh karena bagaimana pun, tubuh yang sehat merupakan kunci melawan virus, kuman, atau bakteri berbahaya.

Seperti dilansir dari Acupuncture Today, sarang burung walet telah lama menjadi hidangan menyehatkan berupa sup atau olahan lainnya di Cina. Sarang burung walet juga telah lama digunakan sebagai lebih dari 400 tahun untuk membantu berbagai macam masalah kesehatan.

Baca juga: Isi Waktu Berkebun selama #DiRumahAja

Sarang burung walet memang sudah dikenal baik akan khasiatnya yang bermanfaat bagi kesehatan. Indonesia juga dikenal sebagai salah satu negara penghasil sarang burung walet terbaik di dunia. Dengan maraknya wabah penyebaran COVID-19 saat ini, sarang burung walet dipercaya  sebagai pencegahan virus corona.

Ini karena sarang burung walet diketahui memiliki khasiat untuk kesehatan paru-paru. Sarang burung walet atau dikenal juga dengan sebutan Edible's Bird Nest merupakan sarang yang tercipta dari air liur burung walet, kemudian menjadi padat. Burung walet membuat sarang dari air liurnya yang secara bertahap akan mengeras dengan sendirinya.

Burung ini biasanya tinggal di dalam gua, sehingga liur tersebut juga berfungsi untuk merekatkan sarang ke langit-langit atau dinding teratas gua agar tidak mudah jatuh. Menariknya, liur walet bukan sekadar air liur biasa. Liur burung walet terbuat dari protein, yang juga tinggi kandungan kalsium, zat besi, kalium, dan magnesium.

Itu sebabnya banyak orang yang menganggap sarang burung walet memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Menurut penelitian terbitan jurnal Drug Design, Development and Therapy tahun 2015, melaporkan sarang walet berpotensi menurunkan risiko pengentalan darah (hiperkoagulasi) akibat kolesterol tinggi.

Masalah pembekuan darah ini dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular. Salah satu produsen sekaligus eksportir sarang walet di Medan, PT Ori Ginalnest Indonesia mengaku sangat repot dalam menuruti permintaan pasar yang membludak. Bahkan baru-baru, ini mereka mengirim 593,75 kilogram sarang burung walet. Nilai ekspornya mencapai angka Rp11,6 miliar. Dari total itu, 80% dikirim ke Cina, sisanya ke Amerika, Australia dan Eropa.

Menurut data yang dihimpun, Indonesia termasuk  produsen sarang burung walet terbesar di dunia dengan produksi sekitar 200 ton per tahun. Salah satunya Sumatera Utara berkontribusi 31% terhadap ekspor nasional.

"Kenapa terbesar dikirim ke Cina karena warga Cina sudah mengkonsumsi sarang burung walet sejak ribuan tahun yang lalu. Jadi sangat sangat membudaya dan mereka tahu kualitas sarang burung walet bisa meningkatkan daya tahan tubuh dan bagur untuk kesehatan paru-paru," kata CEO PT Ori Ginalnest Indonesia, Rusiana di Medan seperti melansir Idntimes.com.

Rusiana juga menambahkan, untuk mendapatkan sarang burung walet ini dia mendapatkannya dari peternak yang ada di Sumatera dan Sulawesi. Untuk menikmati khasiat burung walet, dibutuhkan proses hampir enam jam untuk mengolahnya dari pembersihan sarang, pencucian, hingga perebusan.

Baca juga: Bawang Putih sebagai Anti-Virus

Maka dari itu, penyediaan sarang burung walet termasuk dalam buatan produk hewani yang dijual dengan harga tinggi dilihat dari proses penyediaannya yang sulit di produksi. Kandungan asam sialat dalam sarang burung walet teruji 11,9 kali lebih tinggi dibanding asam sialat dalam ASI kolostrum yang juga dapat mengoptimakan perkembangan otak pada janin.

Untuk Sahabat Tani yang tertarik mengkonsumsi sarang burung wallet, sebaiknya dikonsumsi sebelum tidur atau setelah bangun tidur saat perut kosong. Karena pada kondisi itu tubuh lebih menyerap zat-zat aktif dari minuman tersebut seperti asam sialat, Epidermal Growth Factor, asam amino, dan mineral.

Comment

Related News

Jagad Tani App Download

Free Sign & Download, Android App