• 12 Juli 2020

Ikan Discus, Si Pipih Cantik

SHARE SOSMED

“Hanya yang lebih bikin menarik lagi ikan discus ini merawat anakannya sendiri, jadi tidak dipisah.”

TANGERANG SELATAN - Adakah Sahabat Tani yang familiar dengan ikan hias discus? Ya, ikan hias discus masuk ke dalam jenis dari genus Symphysodon dan Cichlidae yang berasal dari Brasil, lebih tepatnya dari Sungai Amazon. Jenis ikan discus juga sangat beragam dan setiap jenisnya dibedakan dari warna yang dimilikinya. Keunikan yang menarik pada ikan discus yaitu garis-garis tubuh yang melintang dari ujung ekor sampai kepalanya.

Itu sebabnya para pecinta ikan hias lebih memilih ikan discus untuk dipelihara di akuarium. Harga ikan discus juga dikategorikan dari warna dan kerumitan pola batik yang dimilikinya. Jika warna yang semakin cerah dan pola batiknya semakin rumit, maka harga ikan discus tersebut akan semakin mahal.

Baca juga: Gemerlap Guppy Snake Skin Blue

Seperti yang dilakukan Hendra Gandhi (34) yang membudidayakan ikan discus. Ia memanfaatkan halaman rumahnya yang terletak di Kelurahan Jelupang, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Menurutnya, kesulitan dalam membudidayakan ikan ini yaitu ia harus dapat mengenal karakter air dan harus dijaga. Karena, ikan discus merupakan ikan yang mudah berganti suasana hati.

“Awal beli dulu sebenarnya iseng, orang tua sebenarnya hobinya ikan juga. Jadi, saya dari kecil sudah paham ikan. Awalnya arwana, terus kenal (ikan) discus dari teman. Saya langsung tertarik dan coba pelihara, tertariknya dari warna sih sudah pasti. Hanya yang lebih bikin menarik lagi ikan discus ini merawat anakannya sendiri, jadi tidak dipisah. Ketika anaknya lahir kalau sudah berenang dia akan menempel ke badan indukannya sampai nanti sudah remaja,” jelasnya kepada JagadTani belum lama ini di rumahnya.

Dalam pemeliharaan, ikan discus memerlukan banyak ruang untuk berenang dan juga perlu disimpan dalam kelompok kecil. Jadi, tangki akuarium haruslah cukup besar untuk menampung 10 liter air untuk setiap ikan.

“Bahkan saking moody-an nya, macam-macam discus itu mood-nya bisa beda-beda. Ada yang galak banget, ada yang gampang berbaur. Karena, ikan discus itu jenis ikan yang berkelompok, tapi begitu kita kasih makan mereka agresif juga,” tambahnya.

Baca juga: Cantiknya Ikan Oscar Albino Paris

Pria yang dulunya sempat berprofesi sebagai dokter umum ini sudah memelihara discus sejak 2018 dan mengaku memiliki target pasar di level menengah ke atas.

“Omzet saya per bulan range-nya sih dari Rp60-100 juta. Harganya kenapa mahal atau premium, karena merawatnya juga tidak mudah. Ada yang memang masih coba-coba, tapi ada juga yang sudah expert. Istilahnya, kalau kita mencari ikan koi atau arwana yang murah di pasar banyak, tapi ada juga koi atau arwana yang kelas premium sampai puluhan atau ratusan juta. Hal yang sama berlaku juga untuk ikan discus dan kita di sini lebih mementingkan kualitas bukan kuantitas,” tutupnya.

Comment

Related News

Jagad Tani App Download

Free Sign & Download, Android App