• 19 September 2021

Olahan Singkong Bernilai Ekonomis Tinggi

uploads/news/2021/07/olahan-singkong-bernilai-ekonomis-3941716da063418.jpg
SHARE SOSMED

“Jangan dianggap remeh tanaman singkong ini, 25 tahun yang akan datang diharapkan menjadi suatu produk strategis”

Jakarta – Singkong, memiliki sejuta manfaat yang baik untuk tubuh. Pasalnya, beberapa masyarakat daerah di Indonesia mengkonsumsi singkong sebagai makanan pokok pengganti nasi. Termasuk tanaman umbi-umbian yang padat nutrisi, singkong mengandung karbohidrat utama sehingga mampu mengganti kebutuhan karbohidrat di dalam tubuh. Selain itu, di tanah Indonesia pun tanaman ini mudah dibudidayakan dan tumbuh subur dengan baik.

Baca juga : Daun Sungkai Si Peningkat Imun

Kementerian Pertanian mengupayakan masyarakat untuk berinovasi dalam pengolahan lahan singkong yang baik suapaya mendapatkan hasil produksi tinggi. “Pengolahan Lahan Singkong kita dorong agar budidaya singkong mendapatkan hasil yang memuaskan. Tanggung jawab MSI menyerap kelebihan produksi. Bagaimana tugas kita menumbuhkan demand singkong ini supaya meningkat harga jualnya,” Ucap Arifin Lambaga, ketua MSI.

Sejak para petani menyampaikan keluhannya, Wakhyu Budi Utami dari Rumah Mocaf Indonesia segera mencari tahu standar pengolahan tanaman tersebut agar termanfaatkan secara baik. Setelah melakukan banyak riset dan berdiskusi tentang tata cara pengolahan singkong, Wakhyu Budi Utami akhirnya mantap untuk mengolah tanaman itu menjadi Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour). Ia pun bertekad mengangkat nama baik singkong menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Baca juga : Sembawa, Ayam Petelur Paling Bagus

Saya sempat meriset sederhana dan berdiskusi dengan rekan-rekan saya di Teknologi Pangan dulu untuk mengolah potensi singkong di daerah saya, dan semuanya menyarankan agar mengolah tanaman itu menjadi Mocaf sebagai alternatif pangan,” kata Wakhyu.

Pada tahun 2018, Wakhyu Budi Utami mulai mendirikan perusahaan yang dikelolanya bernama Rumah Mocaf dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani singkong dan masyarakat. Melalui perusahaan tersebut, seluruh warga yang terlibat di Rumah Mocaf diharapkan dapat saling menguatkan agar dapat mengembangkan Tepung Mocaf. Justru, kegiatan Rumah Mocaf mulai mendapat banyak perhatian serta dukungan dari beberapa lembaga sosial yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat.

Kehadiran Rumah Mocaf mampu memberi manfaat langsung pada masyarakat dalam usaha mengembangkan Tepung Mocaf salah satunya dengan memberi pelatihan pada petani cara pembuatan tepung. Melalui Rumah Mocaf, Wakhyu Budi Utami mempunyai harapan besar, yakni menjadikan Tepung Mocaf sebagai tepung khas Indonesia yang dapat berdaya pangan.

Adanya program cadangan pangan ini menjadi bagian dari program strategis nasional, dengan begitu semua pihak diharapkan menjaga dan mendukung program nasional tersebut. “Saya berharap semua pihak mampu menjaga dan menyukseskan program, misi dan visi besar dari Presiden Joko Widodo membangun cadangan pangan untuk kepentingan nasional,” tutur Zulkifli, Direktur PT Permata Agro Utama.

Baca juga : Asupan yang Berperan Sebagai Imunostimulan

Disamping itu, program ini bertujuan untuk membangun atau menaikan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar sesuai lokasi kebun singkong dibangun, sebab yang nantinya dibangun bukan hanya kebunnya, tetapi turunannya sampai dengan industrinya.

Jangan dianggap remeh tanaman singkong ini, 25 tahun yang akan datang diharapkan menjadi suatu produk strategis,” tambahnya. Singkong mempunyai banyak manfaat, selain dapat mengurangi ketergantungan Indonesia dalam impor gandum, tanaman ini berperan sebagai bahan baku farmasi, dimana saat ini Indonesia sekitar 96% mengimpor bahan baku farmasi. “Harapan masyakarat adanya pola kerjasama kemitraan dengan memberikan pembinaan kepada masyarakat sehingga dapat menjadikan lahan kurang produktif menjadi produktif,” tuturnya.

Lebih lanjut, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi menyampaikan bahwa pemanfaatan singkong sebagai salah satu konsep Menteri SYL tentang 5 cara bertindak, salah satunya adalah varietas pangan lokal dengan memanfaatkan singkong. “Tidak hanya varietas produksi tapi juga konsumsi,” ujar Suwandi.

Tercatat, Kinerja produksi singkong terus menerus mengalami peningkatan sejak tahun 2018 terlihat peningkatan sebesar 1,51%. Adapun lima provinsi dengan produksi singkong paling tinggi pada tahun 2018 adalah Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Produktivitas singkong secara nasional fluktiatif, rata-rata dalam 5 tahun terakhir sebesar 23,99 ton/ha.

Baca juga : Kementan Upayakan Stabilisasi Perunggasan Nasional

Related News

Jagad Tani - Petaninya Milenial App Download

Free Sign & Download, Android App