• 20 September 2021

Sembawa, Ayam Petelur Paling Bagus

uploads/news/2021/07/sembawa-ayam-petelur-paling-981368d66b1adb4.jpeg
SHARE SOSMED

"ayam sembawa, jenis petelur yang mampu memproduksi 210-250 butir telur dalam setahun dengan berat mencapai 40-45 gram per butir telur"

JAKARTA - Ada beberapa ras ayam petelur lokal yang mampu memproduksi telur dengan kualitas baik. Ayam kampung memiliki kemampuan bertelur 140-150 butir dalam setahun. Adapula ayam nunukan dan ayam kedu hitam, masing-masing dengan kemampuan produksi 140 butir dan 213 butir per tahun.

Satu lagi adalah ayam sembawa, jenis petelur yang mampu memproduksi 210-250 butir telur dalam setahun dengan berat mencapai 40-45 gram per butir telur. Ayam sembawa ini sebetulnya bukan ayam asli Indonesia. Ia merupakan salah satu galur dari ayam arab dan telah dikembangkan sejak 2001 oleh Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT). BPTU-HPT merupakan salah satu unit teknis yang berada di bawah Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian.

BPTU-HPT berlokasi di Desa Sembawa, Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan. Nama desa itulah yang kemudian disematkan sebagai spesies genetik baru dari turunan ayam arab.

Baca juga: Untung Membusung Ayam Serama

Ayam arab merupakan salah satu ayam yang potensial untuk menjadi sumber bibit ayam lokal petelur berkualitas. Dijuluki sebagai ‘the everyday layer’ atau ‘jagoan bertelur setiap hari’, ayam arab menghasilkan telur di atas rata-rata ayam asli/lokal Indonesia, sekitar 230 butir per tahun.

Ayam arab dan ayam sembawa memiliki leluhur dari Belgia. Ayam ini dinamakan braekel kriel-silver, karena pertama kali berkembang biak di daerah Braekel. Nama lain dari ayam ini adalah brakel, brakelhoen, kempische brakel.

Pihak BPTU-HPT secara terus menerus memperbaiki mutu genetik dari ayam sembawa, yang dimulai sejak 2003. Ayam ini merupakan salah satu dedikasi pemerintah dalam mewujudkan penganekaragaman konsumsi pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sesuai dengan potensi dan kearifan lokal untuk mewujudkan hidup sehat, aktif, dan produktif. Pada 2012, ayam sembawa diperkenalkan secara nasional pada peringatan Bulan Bakti Peternakan Kementan di Jatinangor, Jawa Barat. 

Baca juga: Kementan Upayakan Stabilisasi Perunggasan Nasional

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Ditjen PKH, Sugiono mengatakan bahwa kualitas ayam sembawa ini tidak diragukan lagi. Berbagai perlakuan khusus mulai dari sistem pemeliharaannya sampai pada program kesehatan ternak ayam sangat diperhatikan.

Ayam sembawa ini sangat dijaga kualitasnya karena pada saat penyebaran anakan (day old chicken/DOC) dilakukan dengan seleksi ketat, dan tampilannya juga seragam dengan lurik hitam putih, kerlip perak, dan shank hitam. “Ayam ini juga sangat kuat dan tahan terhadap serangan penyakit, tidak boros pakan, sehingga lebih efisien,” kata Sugiono.

Sugiono menuturkan bahwa ayam sembawa telah tersebar ke hampir seluruh provinsi di Indonesia, seperti seluruh Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, sebagian Kalimantan, hingga ke Papua. “Paling banyak distribusi ayam sembawa ini ada di Sumatra Selatan, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Tengah,” kata Sugiono menambahkan.

Baca juga: Tips Mengatasi Ngorok/Flu Pada Ayam

Sementara itu, Kepala BPTU-HPT Sembawa Bagong Kusminandar menjelaskan bahwa peluang pasar telur ayam sembawa sangat besar, karena telur ayam sembawa dapat digunakan untuk subtitusi telur ayam ras. “Dengan pengelolaan yang baik, ayam sembawa dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan yang menguntungkan,” kata Bagong.

Related News

Jagad Tani - Petaninya Milenial App Download

Free Sign & Download, Android App