• 20 September 2021

Ganasnya Belut Listrik di Amazon

uploads/news/2021/07/ganasnya-belut-listrik-di-483725065473adb.jpg
SHARE SOSMED

"Salah satunya mampu melepaskan tegangan listrik hingga 860 volt, tegangan terbesar yang pernah dicatatkan hewan"

JAKARTA - Belut listrik (Electrophorus electricus) adalah sejenis ikan air tawar yang dapat menghasilkan aliran listrik kuat (sampai 650 volt) untuk berburu dan membela diri. Walaupun disebut sidat atau belut, ia termasuk anggota ordo Gymnotiformes, yang tidak mencakup keduanya.

Sidat listrik biasa ditemukan di Sungai Amazon dan Sungai Orinoko serta daerah-daerah di sekitarnya. Ia bisa tumbuh hingga panjang 2,5 m (8,2 kaki) dan berat 20 kg (44 pound), walaupun biasanya ukuran rata-ratanya adalah 1 m.Seorang peneliti di Museum Nasional Sejarah Alam dari Smithsonian Institute di Washington, DC, Amerika Serikat, baru saja menerbitkan penemuan tersebut dalam sebuah artikal pada jurnal Nature Communications.

Poraque si ikan listrik hidup di Amerika Selatan dan mampu tumbuh hingga sepanjang 2,5 meter. Ada sekitar 250 jenis ikan listrik yang dapat menghasilkan muatan listrik yang lemah, yang digunakan sebagai alat navigasi dan komunikasi.

Baca juga: Lepu, Cantik-Cantik Mematikan

Poraque adalah satu-satunya yang menghasilkan tegangan listrik kuat, yang digunakannya untuk berburu dan sebagai alat pertahanan. Listrik itu diproduksi oleh tiga organ pada tubuhnya.

Agar bisa menangkap dan mencari spesimen belut listrik Amazon yang disebut Poraque, ilmuwan Brasil Carlos David de Santana harus sangat berhati-hati saat memasuki kali dan sungai di sana. Meski ia selalu mengenakan sarung tangan karet, beberapa setruman listrik sulit dihindari.

Namun itu semua sepadan penelitiannya selama lima tahun membuahkan hasil berupa penemuan dua spesies baru belut listrik. Salah satunya mampu melepaskan tegangan listrik hingga 860 volt, tegangan terbesar yang pernah dicatatkan hewan. Rekor sebelumnya yaitu 650 volt. Sebelumnya diyakini bahwa hanya ada satu jenis Poraque, yaitu Electrophorus electricus, yang digambarkan pada tahun 1766 oleh seorang peneliti Swedia, Carl Linnaeus.

Namun dua spesies baru lantas ditemukan. Keduanya dibedakan oleh tegangan listrik yang dihasilkan dan proses penyusunan DNA-nya.

Baca juga: Rahasia Mengejutkan Dari Ikan Nanas

"Fakta bahwa kedua spesies ditemukan 250 tahun setelah kelompok pertama itu, digambarkan sebagai sebuah contoh betapa besarnya keanekaragaman hayati yang ada di Amazon, Dan bukan hanya dari Amazon. Kita hanya tahu sebagian kecil keanekaragaman hayati di planet ini. Dan kita bahkan tahu lebih sedikit tentang biologi dari spesies-spesies ini - baik hewan maupun tumbuhan," ujar Santana.

Diketahui sekitar 80 persen organ tubuh belut listrik bisa menghasilkan aliran listrik. Belut listrik memakai energi tersebut untuk mempertahankan diri dari predator atau untuk menyerang mangsanya. Belut listrik punya lebih kurang 6 ribu sel (dikenal sebagai electrocyte) yang menghasilkan listrik. 

"Kita tidak bisa membiarkannya dirusak. Dalam jangka panjang kerugiannya sangatlah besar penelitian terhadap keanekaragaman hayati sangatlah penting. Banyak komponen obat komersial yang kita gunakan sekarang berasal dari tanaman dan binatang yang ditemukan melalui penelitian terhadap spesies-spesies ini. Masing-masingnya merupakan gudang genetik yang sangat besar," tambahnya.

Baca juga: Misteri Penyakit Kulit Hiu Karang

Related News

Jagad Tani - Petaninya Milenial App Download

Free Sign & Download, Android App