• 28 September 2021

Memanfaatkan Masa Muda Dengan Beternak

SHARE SOSMED

Kita perlu mencoba sesuatu yang bisa membuat kita lebih bermanfaat di masyarakat sekitar, Bagaimana caranya kita bisa berguna membantu orang-orang yang membutuhkan,”

Bogor – Sejak dulu hingga kini dunia pertanian masih saja jarang dilirik oleh anak muda. Banyak yang belum menyadari bahwa sebenarnya, peluang usaha menjanjikan ada pada bidang pertanian khususnya peternakan. Sebab, Indonesia sendiri kaya akan rempah-rempah dan tanahnya subur, menjadikan mayoritas pekerjaan masyarakatnya adalah petani.

Baca juga : Aksi KLHK Lepasliarkan Satwa Liar

Verry Maenkar, peternak muda yang sekaligus pengusaha hewan kurban ini menggeluti bidang peternakan sejak dua tahun lalu. Meski dirinya mahasiswa lulusan Teknik Sipil, ia berani mencoba keluar dari zona nyamannya yang kini beralih profesi menjadi owner Dombaik Husbandry berlokasi di desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kota Bogor, Jawa Barat.

Dirinya mengaku awal mula beternak sapi kurban lantaran banyak peminatnya. Sebelumnya, Verry dan kedua rekan kerjanya hanya berfokus pada domba, namun kini ada sapi, kerbau serta kambing. “Tahun lalu itu mulai ada obrolan tentang penjualan kerbau di daerah Jakarta, peminat kerbau sangat tinggi dan kita main lah ke daerah awal kerbau berada di Jawa Tengah. Waktu main kesana, ternyata harga sapinya murah-murah, makanya dari situ kita coba angkut sapinya satu-dua ekor diangkut ke Bogor, dan ternyata peminatnya cukup banyak,” tuturnya kepada Jagadgtani.id, saat ditemui di kandang peternakan Dombaik Husbandry.

Baca juga : Menjaga Benteng Terakhir Pulau Sangihe

Pria berkacamata itu menjelaskan bahwa awal idenya terbentuk dari melihat peluang banyaknya peminat sapi sebagai hewan kurban. “Karena kami brandnya menjual domba, dan kebetulan sapi juga banyak peminatnya jadi kita coba aja jual sapinya. Karena kita mau para customer berpikir kalau di Dombaik nggak hanya jual domba tetapi jual sapi juga,” ucapnya.

Ia menyediakan beberapa jenis sapi yang menurutnya biasa diminati masyarakat untuk berkurban. Mulai dari jenis sapi pegon, simental, PO dan limosin. Harga yang dipatokkan sesuai dengan bobot sapi dimulai dari 350 kilogram harga Rp. 20 juta sedangkan yang mahal saat ini bobotnya 750 kilogram harga sekitar Rp. 45 juta-an.

Baca juga : Seberapa Jauh Entok Bisa Terbang

Sebagai anak muda yang backgroundnya bukan dari pertanian, Verry mendapatkan ilmu tersebut melalui hasil pengamatannya terhadap hewan ternak khususnya sapi, domba, kerbau dan kambing. “Ilmunya itu sebenarnya learning by doing si, kita belajar dari peternak-peternak yang kebetulan disitu juga banyak rekan-rekan peternak sapi, lalu membaca literatur-literatur dari youtube dan internet. Selebihnya ya ketika kita terjun ke lapangan aja. Trus melihat bagaimana perilaku sapi, penyakitnya bagaimana dan nafsu makannya, itu semua ada di lapangan,” pungkasnya.

Pria kelahiran 94’ ini berpesan kepada anak-anak muda lainnya untuk mencoba berani keluar dari zona nyaman masing-masing dengan melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk diri sendiri. “Untuk teman-teman yang masih muda, dicoba deh jangan selalu berada di zona nyaman masing-masing. Kita perlu mencoba sesuatu yang bisa membuat kita lebih bermanfaat di masyarakat sekitar, Bagaimana caranya kita bisa berguna membantu orang-orang yang membutuhkan,” tutupnya.

Baca juga : Penyebab Warna Kuning Telur Berbeda

Related News

Jagad Tani - Petaninya Milenial App Download

Free Sign & Download, Android App