• 28 September 2021

Perhatikan, Ini 5 Kebebasan Hewan

uploads/news/2021/06/perhatikan-ini-5-kebebasan-16310ab69a6e7ed.jpg
SHARE SOSMED

"Hewan itu adalah makhluk hidup yang sama seperti manusia, walaupun derajatnya jauh berbeda tapi mereka juga punya perasaan, rasa peka sama seperti kita. Jadi kita juga harus memperlakukan mereka dengan perasaan"

JAKARTA - Animal welfare atau biasa disebut kesejahteraan hewan merupakan suatu prinsip dan aspek yang harus dipenuhi dalam pemeliharaan dan pemanfaatan hewan. Penerapan aspek ini tidak hanya pada hewan kesayangan saja, namun juga sudah menjadi suatu kebutuhan bagi pemelihara ternak produksi maupun pekerja. Hal ini merupakan salah satu bentuk kesadaran kita dalam memperlakukan hewan sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. 

Direktur Kesehatan hewan kementrian pertanian, Dr. drh. Nuryani Zainudin, M.Si pada acara workshop peduli kuda pekerja yang diadakan oleh Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan bersama dengan Jakarta Animal Aid Network (JAAN). Ia menyampaikan ada lima kebebasan hewan yang harus diperhatikan oleh manusia.

"Hewan itu adalah makhluk hidup yang sama seperti manusia, walaupun derajatnya jauh berbeda tapi mereka juga punya perasaan, rasa peka sama seperti kita. Jadi kita juga harus memperlakukan mereka dengan perasaan, karena seperti yang kita tahu ada lima kebebasan hewan yang harus dipraktikan oleh manusia" ujarnya.

Baca juga: Pentingnya Mensejahterakan Hewan Pekerja

Bebas dari rasa lapar dan haus

Dapat dilakukan dengan pemberian pakan minum yang ada dan kemudahan hewan dalam mengakses pakan dan minum kapanpun mereka kehendaki. Selain itu jenis pakan yang diberikan haruslah sesuai dengan pakan alami dengan kandungan nutrisi yang seimbang.

Bebas dari rasa tidak nyaman

Selalu memperhatikan kebutuhan hewan terhadap tempat tinggal yang sesuai atau pemberian naungan atau sarang yang sesuai. Selain itu faktor lingkungan yang harus diperhatikan meliputi temperatur, kelembaban, ventilasi dan pencahayaan yang harus sesuai dengan kondisi alamiah hewan yang bersangkutan. Ukuran dan jenis kandang haruslah mengikuti the Guide for the Care and Use of Laboratory Animals. Pada jenis-jenis hewan yang hidupnya berkelompok, misal primata, maka peneliti harus memperhatikan sosialisasi dan status hirarki di dalam suatu kelompok.

Baca juga: Memantau Kuda Pekerja di Jakarta

Bebas dari rasa sakit

Luka dan penyakit dapat dilakukan dengan melakukan tindakan pencegahan, dan jika telah terkena maka harus mendapatkan diagnosa dan terapi yang tepat. Selama penelitian haruslah menjalankan program kesehatan yang telah ditetapkan, menggunakan sebisa mungkin teknik non-invasif, serta jika dibutuhkan haruslah menggunakan obat pengurang rasa sakit atau pemati rasa.

Bebas dari rasa takut dan stress

Menghindari prosedur atau teknik yang menyebabkan rasa takut dan stres pada hewan dan memberikan masa transisi dan adaptasi sebelum penelitian berlangsung (adaptasi terhadap lingkungan baru, petugas kandang baru, pakan baru, atau prosedur baru). Selanjutnya, petugas kandang atau peneliti haruslah petugas yang memiliki keahlian sesuai dengan yang dibutuhkan dan telah mendapatkan pelatihan yang memadai untuk menghindari kesalahan didalam penanganan hewan dan pelaksanaan prosedur penelitian.

Baca juga: Unik, Begini Cara Semut Berkomunikasi

Bebas mengekspresikan perilaku alami

Hal ini bisa dilakukan melalui penyediaan luasan kandang yang cukup, kualitas kandang yang baik, dan teman dari hewan yang sejenis dengan memperhatikan sosialisasi, tingkah-laku spesifik (misal cara mengambil makan), serta program pengayaan. Program pengayaan ialah memberikan bentuk-bentuk mainan, bahan atau alat yang dapat digunakan oleh hewan didalam mengekspresikan tingkah-lakunya, misal tempat berayun buat primata, serutan kayu buat rodensia, dan lain sebagainya.

Baca juga: Jarang Diketahui, Ini Keunikan Jerapah

Related News

Jagad Tani - Petaninya Milenial App Download

Free Sign & Download, Android App