• 28 September 2021

Cara Basmi Tikus Musuh Petani

uploads/news/2021/05/basmi-hama-tikus-tanaman-340876cd8c16e1c.jpg
SHARE SOSMED

"Tikus merupakan salah satu hama paling berbahaya dan dapat menimbulkan kerugian sangat besar bagi petani"

JAKARTA - Tikus merupakan salah satu organisme pengganggu tumbuhan (OPT) utama pada tanaman pangan khususnya padi, Padi merupakan komoditi unggulan Nasional yang terdapat hampir di semua provinsi di Indonesia. Salah satu kendala dalam usaha tani pada adalah hama.

Tikus merupakan salah satu hama berbahaya pada pertanaman padi di Indonesia. Kehilangan hasil akibat serangan tikus mencapai 15-30 persen, bahkan dapat mencapai 50-100 persen.

Tikus sawah mempunyai ciri ciri yaitu warna bulu bagian atas coklat gelap, bagian perut kelabu, telinganya tidak berambut dan ekornya bersisik. Panjang ekor tikus ini hampir sama dengan panjang kepala dan badan yang serangannya seringkali merepotkan petani. Kerugian produksi tanaman akibat serangan hama tikus seringkali cukup tinggi, sehingga membuat petani melakukan berbagai cara pengendalian, bahkan kadang petani melakukan dengan cara berbahaya.

Baca juga: Ekspedisi Papua, Spesies Serangga Ditemukan

Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Edy Purnawan menambahkan cara lain mengendalikan tikus juga dapat menggunakan anjing pemburu, selain gropyokan dan pengemposan lubang-lubang aktif tikus dengan gas elpiji, karbit, dan belerang.

"Sebagai pilihan alternatif lainnya dapat menggunakan bahan racun pengendali hama tikus (rodentisida) berupa umpan yang ditebarkan maupun emposan yang diledakkan di lubang-lubang aktif tikus”, Ungkap Edy.

Baca juga: Mengenal Hewan-Hewan Sahabat Petani

Dijelaskan, kunci keberhasilan pengendalian hama tikus adalah dilakukan pada areal yang luas, secara bersama-sama, berkelanjutan, dan tidak tergantung pada satu cara pengendalian.

Dia berharap petani yang masih menggunakan cara-cara berbahaya untuk mengedalikan hama tikus, diberi edukasi yang tepat agar dapat beralih menggunakan cara-cara pengendalian hama tikus yang lebih aman.

“Kita mengarahkan kepada semua petugas POPT dan pendamping petani lainnya seperti penyuluh pertanian, agar tidak jemu-jemu untuk mengedukasi petani agar menggunakan cara-cara pengendalian OPT yang aman, tidak berbahaya bagi siapapun, namun tetap efektif dan efisien," ujarnya.

Tikus merupakan salah satu hama paling berbahaya dan dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi petani. Karena tikus dapat menyerang seluruh fase pertumbuhan padi. Melansir dari Kementrian Pertanian, berikut merupakan cara-cara pengendalian hama tikus yang bisa dilakukan petani.

Baca juga: Si Mungil Romantis dari Sulawesi

Sanitasi 

Pengendalian dengan cara sanitasi, yaitu dilakukan dengan membersihkan dan penyempitan pematang atau tanggul. Sahabat tani juga bisa membuat pagar. Pagar dapat dibuat dari plastik maupun terpal. Jika menggunakan plastik, pilih pelastik dengan tebal 0,8 mm dan lebar 50 cm. sebagai tiang penyangga pagar, pancangkan tiang bambu di sekeliling parit dengan tinggi sekitar 75 cm pada jarak setiap 1 m. Selanjutnya bentangkan tali plastik atau rafia dengan kuat antara tiap ujung, bagian luar tiang tiang, kemudian kaitkan plastik pada tali dengan lidi.

Baca juga: Ular, Si Predator Mangsa Besar

Pengendalian mekanik
pengendalian mekanik yaitu dilakukan dengan cara pemagaran menggunakan plastik, penggunaan perangap berperekat, pemasangan bubu perangkap, dan bunyi-bunyian.

Pengendalian Kimiawi
Pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan menggunakan bahan beracun baik dalam bentuk ready mix atau ready mix dust. Juga bisa menggunakan bahan fumikgasi, yang dapat menekan populasi hama tikus.

Baca juga: Memilih Jenis Jangkrik yang Diternak

Related News

Jagad Tani - Petaninya Milenial App Download

Free Sign & Download, Android App