• 16 April 2021

Ular, Si Predator Mangsa Besar

SHARE SOSMED

Ular-ular ini bisa makan mangsa sebesar mungkin. Seperti kambing, rusa atau bahkan sapi juga bisa ia makan langsung.

JAKARTA - Sahabat Tani mungkin tahu, ular merupakan jenis reptil yang dapat menelan tikus, kambing, rusa, babi, buaya, hingga sapi.

Maka dari itu, ular merupakan hewan yang sangat berjaya di alamnya.

Habitat ular meliputi seluruh planet ini.

Hewan reptil yang bergerak dengan cara melata, serta tubuhnya yang memanjang ini, merupakan jenis hewan pemakan daging atau karnivora.

Reptil ini sudah menjadi objek yang dipandang menyeramkan bagi banyak orang.

Namun tak sedikit yang hobi mengoleksi ular karena terpesona akan kecantikan warna kulitnya.

Walaupun dikenal menyeramkan, terdapat fakta ular yang cukup menarik perhatian.

Baca juga :Mengatasi Rasa Takut Pada Ular

Bukan hal yang tak mungkin seekor ular mampu menelan mangsa yang diincarnya dengan ukuran lebih besar daripada tubuhnya.

Sebab, banyak spesies ular yang memiliki tengkorak kepala dengan banyak sendi serta memiliki rahang yang bisa terbuka lebar tanpa batas.

Dengan kelebihan yang dimilikinya ini, ia mampu menelan mangsa meskipun sebesar ukuran sapi sekalipun.

Rahang ular juga sangat mudah digerakkan, sehingga ia tidak akan kesulitan memangsa binatang besar.

Rahangnya dihubungkan oleh berbagai ligamen yang sangat elastis, sehingga rahangnya mampu meregang jika memakan korban incarannya dalam ukuran besar sekalipun.

Ular sendiri tidak mengunyah makanan mereka, namun harus menelan utuh makanannya.

Ketika ia lapar, ia akan melilitkan mangsanya hingga tak bernafas, kemudian langsung menelannya.

Setelah menelan mangsanya, ia akan beristirahat beberapa minggu sambil membiarkan mangsa yang ia telan dicerna oleh perutnya.

"Ular-ular ini bisa makan mangsa sebesar mungkin. Seperti kambing, rusa atau bahkan sapi juga bisa ia makan langsung. Tapi itu kalau memang ularnya liar, kalau untuk peternak seperti kami, biasanya pakai tikus atau daging kambing yang sudah dipotong-potong,” kata salah satu peternak ular, Budi Setiawan, saat ditemui oleh tim Jagadtani.id di sekitar Perumahan Palem Ganda Asri 3, Kelurahan Karang Timur, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, Provinsi Banten, belum lama ini.

Saat santapannya sudah masuk ke perut ular dengan bentuk mangsa yang masih utuh, cairan asam lambung akan bekerja untuk melunakkan serta mencerna santapannya tersebut.

Fakta penting yang perlu Sahabat Tani ketahui, cairan asam lambung ular memiliki kadar yang sangat tinggi untuk menghancurkan benda yang masuk ke perut ular agar proses makanan dapat hancur lebih cepat.

Jika ukuran santapannya besar, maka cairan asam lambung ular akan memproses dalam waktu sekitar satu bulan untuk mencerna habis isi perutnya.

Baca juga: Menangani Kemunculan Ular Saat Banjir

Saat proses pencernaan tersebut, biasanya ular akan lebih banyak diam di suatu tempat.

Fakta menarik lainnya, saat ular sedang memangsa makanan, bagian saluran pernafasan ular akan terhenti.

Sehingga, meskipun ular memakan mangsa yang besar, ia tidak pernah tersedak makanan.

Kalau terlalu besar juga bisa mati dia, karena ususnya nggak kuat menampung isi perutnya yang terlalu besar,” tutupnya.

Comment

Related News

Jagad Tani App Download

Free Sign & Download, Android App