• 19 September 2021

Guru Honorer jadi Pembudidaya Jamur

uploads/news/2021/01/guru-honorer-jadi-pembudidaya-594297ff6052fc9.JPG
SHARE SOSMED

Setelah mengajar, luangnya kan banyak, hanya seminggu tiga hari.

TANGERANG - Nyoman Wijaya, seorang guru honorer di salah satu sekolah negeri, memutuskan menjadi pembudidaya jamur sejak 2015.

Pasca lulus dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran, Nyoman mulai belajar membudidaya jamur dari sang kakak.

Saya awalnya ngajar di SMP dulu, jurusan kesehatan. Setelah mengajar, luangnya kan banyak, hanya seminggu tiga hari. Nah, saya berpikir daripada waktu kosong jadi saya manfaatkan untuk budidaya jamur tiram ini,” ujarnya kepada Jagadtani.id di Desa Bunar, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, belum lama ini.

Setiap harinya, Nyoman mengaku, sehabis mengajar dirinya selalu menyempatkan untuk menyiram jamur saat pagi, siang, dan sore hari.

Baca juga: Konsumsi Jamur, Si Sumber Vitamin

Ia juga mengungkapkan, dirinya sempat untuk mengundurkan diri dari profesinya guru demi membudidayakan jamur tiram, namun hal itu ia urungkan.

Tapikan kita punya ilmu, jadi harus dibagikan ke yang lain, nanti yang (usaha) jamur tiram bisa punya karyawan,” tuturnya.

Nyoman menyebut, awalnya ia mendapatkan ilmu budidaya jamur dari sang kakak, namun sang kakak sendiri memilih untuk tidak melanjutkan usaha budidaya jamur.

Setelah itu, tongkat estafet pun ia pegang untuk melanjutkan usaha sang kakak.

Proses budidaya jamur itu menurut saya sangat bagus untuk di dunia bisnis, karena sangat mudah, tidak memerlukan modal yang banyak, tidak banyak hama, tidak menyebabkan bau, dan bisa dimana saja asal ada lahannya,” ungkapnya.

Baca juga: Konsumsi Teh Ganoderma untuk Kesehatan

Nyoman mengaku, banyak masyarakat sekitar yang meminta bibit jamur dari dirinya untuk dijual lagi.

Jika Sahabat Tani ingin membudidaya jamur tiram, menurut Nyoman setidaknya ada dua tahap yang harus dilakukan.

Tahap pertama, adalah membuat media tanam dan menginokulasikan bibit jamur ke dalam media tanam tersebut. Sehingga, media ditumbuhi miselium berwarna putih seperti kapas. Tahap kedua, adalah menumbuhkan miselium tersebut menjadi badan buah di dalam baglog,” jelas bapak anak satu tersebut.

Saya memang suka usaha sih dan suka berbagi ilmu. Maka dari itu, memang sudah jalan saya di sini mengajar sambil budidaya jamur tiram. Sangat saya nikmati. Alhamdulillah, hasilnya juga memuaskan,” tutupnya.

Related News

Jagad Tani - Petaninya Milenial App Download

Free Sign & Download, Android App