• 29 September 2021

Fenomena Terdamparnya Ratusan Paus Pilot

uploads/news/2020/09/fenomena-terdamparnya-ratusan-paus-254331a7bd76657.jpg
SHARE SOSMED

Hewan terdampar bukan kejadian yang cukup umum di Tasmania, dan situasi sebesar ini tidak terbayangkan sebelumnya.

JAKARTA - Fenomena tak biasa baru-baru ini terjadi di pesisir pantai pulau Tasmania, Australia.

Diperkirakan jumlah ekor paus pilot yang dilaporkan terdampar di Pantai Tasmania, Australia mencapai 470 ekor dan banyak diantaranya ditemukan mati.

Paus pilot merupakan mamalia laut yang dapat tumbuh hingga sepanjang tujuh meter dan bobotnya dapat mencapai lebih dari tiga ton.

Baca juga: Risiko Tinggi Ekspor Ternak Hidup

Awalnya, ratusan paus pilot tersebut pertama kali ditemukan pada Senin (21/9) melalui pengintaian udara.

Petugas menyebut, terdapat 270 paus yang terdampar dan sepertiganya dilaporkan mati.

Kebanyakan paus pilot ditemukan terdampar di area pantai di sekitar Pelabuhan Macquarie, sekitar 200 kilometer di bagian barat laut ibu kota negara bagian, Hobart, sedangkan yang lainnya tergelepar di air yang sedikit lebih dalam

Manajer Taman Nasional Tasmania , Nic Deca menyebut, ada lebih dari 200 paus pilot yang terdampar dan terlihat dari udara pada Rabu (23/9).

Hewan terdampar bukan kejadian yang cukup umum di Tasmania, dan situasi sebesar ini tidak terbayangkan sebelumnya. Kami tidak pernah melihat kejadian seperti ini setidaknya dalam waktu 10 tahun terakhir,” ujar Nic Deka melansir ANTARA belum lama ini.

Jumlah itu pun menjadikan total 470 ekor paus yang terdampar pada pekan ini.

Kami mendapati beberapa yang setengah terapung, sehingga mungkin tidak akan memakan waktu lama untuk mengembalikan mereka ke air yang dalam, dan hanya akan melibatkan sedikit kerja keras dari para kru khusus di dalam air," ujar Kris Carlyon, peneliti biologi satwa liar.

Tim peyelamat pun berupaya mengembalikan ratusan pilot tersebut ke laut.

Sekitar 40 ilmuwan pemerintah, 20 petugas kepolisian, nelayan lokal, serta relawan terlibat dalam upaya penyelamatan, yang disebut sebagai proses tersulit yang pernah mereka temui.

Upaya mengembalikan paus kembali ke lautan dilakukan secara intensif.

Para ahli melakukan berbagai cara dari mulai mendorong secara langsung ke laut lepas, hingga menggunakan alat pengangkut seperti ponton dan tarpaulin.

Tak hanya itu, lokasi yang jauh, serta kondisi air yang tak menguntungkan menjadi tantangan bagi tim penyelamat.

Bahkan, para tim penyelamat harus rela mengarungi laut hingga sepinggang dalam kondisi air dingin.

Namun, kondisi air yang dingin dan basah menjadi hal yang menguntungkan bagi paus.

Kondisi ini buruk untuk orang-orang di daratan, namun sejauh (bisa membuat) paus-paus ini kembali ke air maka sudah ideal. Jika kondisinya terus seperti ini, paus-paus itu dapat bertahan selama beberapa hari," ucap Carlyon.

Paus sendiri merupakan spesies yang sangat sosial.

Hewan mamalia ini memiliki perilaku yang dapat mempengaruhi hewan di sekitarnya.

Ahli biologi beranggapan, terdamparnya ratusan paus itu kemungkinan dikarenakan oleh satu atau dua paus yang tersesat.

Baca juga: Misteri Kematian Ratusan Gajah Afrika

Kris Carlyon juga mengungkapkan, karena sifat sosial paus pilot tersebutlah yang membuat mereka dapat mempengaruhi kelompoknya.

Para Ilmuwan sendiri belum mengetahui alasan yang akurat, namun paus diakui seringkali mengikuti pemimpinnya dan mengikuti anggota kawanannya yang kesusahan.

Ikatan sosial di antara mereka dan kuatnya hubungan antarkelompok seringkali jadi penyebab banyak dari mereka yang terjebak,” sebut ahli paus dari Griffith University, Olaf Meynecke. 

Related News

Jagad Tani - Petaninya Milenial App Download

Free Sign & Download, Android App