• 20 September 2021

Mengenal Walabi, Kanguru Endemik Papua

uploads/news/2020/09/mengenal-walabi-kanguru-endemik-28824e12e314e98.jpg
SHARE SOSMED

Biarlah satwa ini hidup di alam bebas dan berkembang, supaya anak cucu kita ke depan bisa melihat hewan jenis endemik.”

MERAUKE - Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, ternyata memiliki kanguru endemik Papua yang dikenal dengan nama saham atau walabi oleh warga setempat.

Walabi sendiri merupakan satu dari sekitar tiga puluh spesies macropoda (Familia Macropodidae).

Baca juga: Kembalinya Kura-kura Moncong Babi

Binatang ini merupakan tanda informal yang biasanya digucnakan macropoda manapun yang lebih kecil daripada walabi atau walaroo yang belum diberi beberapa nama lain.

Walabi penghuni hutan yang sangat kecil dikanal disebut juga sebagai pademelon (genus Thylogale) dan dorcopsises (genera Dorcopsis dan Dorcopsulus).

Nama walabi manucul dari Suku Aborogin Eora yang merupakan penghuni asli daerah Sydney, Australia.

Walabi muda dikenal sebagai "joey", seperti banyak marsupialia lain.

Kepala Balai Taman Nasional Wasur (TNW), Yarman mengatakan, di TNW, terdapat walabi bersama flora dan fauna endemik lainnya.

Ini totem masyarakat lokal marind di Merauke. Keberadaannya cukup aman di Taman Nasional Wasur, walau ada perburuan tradisional oleh masyarakat delapan kampung dalam kawasan,” bebernya kepada Jagadtani.id di Gedung Pusat Informasi Bomi Sai, TNW, baru-baru ini.

Menurut Yarman, perburuan tradisional itu dilakukan masyarakat demi memenuhi kebutuhan ekonomi serta untuk konsumsi.

Selain itu, lanjut Yarman, perburuan yang dilakukan dengan senjata api tidak diperbolehkan, karena berapa pun jumlahnya bisa didapatkan dan mengancam kepunahan walabi.

Dia mengimbau masyarakat, agar tidak melakukan perburuan jenis hewan yang dilindungi, baik di kawasan TNW maupun di luar kawasan TNW.

Selain walabi, di TNW juga terdapat burung cenderawasih, burung kasuari, burung migran, burung kakatua, burung urip atau nuri, hingga bandikut atau tikus babi.

Biarlah satwa ini hidup di alam bebas dan berkembang, supaya anak cucu kita ke depan bisa melihat hewan jenis endemik,” ujarnya.  

Ditempat berbeda, Sudirman yang memelihara dua ekor walabi saat ditemui Jagadtani.id memberikan tips merawat satwa khas Merauke tersebut.

Menurutnya, memelihara walabi tidaklah sulit, ia hanya menyediakan pakan berupa kangkung dan rerumputan.

Baca juga: Pelepasliaran Burung Cenderawasih di TNW

Hanya saja, lanjutnya, perlu ketelitian saat walabi mulai berkembang biak.

Yang perlu diperhatikan itu, ketika kita pelihara walabi mulai beranak dan menyusui. Maka, harus segera dipisahkan antara betina dengan jantan, supaya anaknya tidak dibunuh. Ada kecenderungan yang jantan memangsa anaknya, seperti yang terjadi dua kali anak walabi mati karena ditendang oleh walabi jantan,” tutup Sudirman.

Related News

Jagad Tani - Petaninya Milenial App Download

Free Sign & Download, Android App