• 28 September 2021

Daun Stevia, Tanaman Pengganti Gula

uploads/news/2020/09/daun-stevia-tanaman-pengganti-897916e937f0fd8.jpg
SHARE SOSMED

Ada senyawa di dalam tanaman stevia yang menyebabkan manis bernama steviosit, tetapi tidak menyebabkan diabetes.”

BOGOR - Pastinya Sahabat Tani tahu, di dalam kandungan gula terdapat senyawa glukosa yang jika dikonsumsi terlalu banyak akan menyebabkan diabetes.

Penyakit diabetes pun tidak mengenal umur, ia bisa datang kepada siapa pun yang terlalu banyak mengkonsumsi gula.

Baca juga: Mengenal Ampok, Pengganti Nasi

Menurut World Health Organization (WHO), penduduk Indonesia sendiri berada di urutan kedua di Asia setelah India dalam jumlah pasien diabetes.

Di 2000, jumlah pasien diabetes sekitar 8.426.000, angka tersebut diprediksi akan meningkat 2030 hingga menyentuh 21.257.000.

Hal itu bisa jadi dikarenakan seringnya masyarakat Indonesia mengkonsumsi nasi yang memiliki jumlah karbohidrat yang tinggi dan berpotensi meningkatkan kadar gula dengan cepat.

Namun, tahukah Sahabat Tani, ada tanaman yang bisa dikonsumsi sebagai pengganti gula, yaitu stevia.

Sahabat Tani bisa menemukan tanaman ini jika berkunjung ke Kuntum Farm Field, Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Pendiri Kuntum, Suyanto menjelaskan, tanaman stevia merupakan salah satu tanaman yang laris manis karena khasiatnya yang luar biasa.

Ada senyawa di dalam tanaman stevia yang menyebabkan manis bernama steviosit, tetapi tidak menyebabkan diabetes. Berbeda dengan kandungan senyawa yang ada di dalam tebu yaitu glukosa sakarosa fluktusa. Jadi, jika penderita diabetes sudah tidak bisa mengkonsumsi gula, bisa konsumsi daun stevia ini,” jelasnya kepada Jagadtani.id belum lama ini.

Stevia sendiri merupakan nama populer dari bahan yang berasal dari tanaman Stevia rebaudiana.

Daun tanaman Stevia rebaudiana ini sebenarnya sudah banyak digunakan oleh masyarakat Paraguay dan Brasil sejak dahulu kala.

Namun, penggunaan stevia sebagai pemanis baru mulai dikenal luas setelah “ditemukan” dan diperkenalkan oleh ahli botani, Antonio Bertoni, pada 1887.

Oh kalau stevia ini sebenarnya sudah banyak dikonsumsi di negara-negara lain seperti, Jepang, Korea, China, dan Amerika Selatan. Tapi kalau dia itu diolah jadi snack seperti manisan, permen, atau untuk komposisi tambahan pada snack,” ujarnya.

Baca juga: Cegah Diabetes dengan Daun Insulin

Tanaman stevia ini juga diakui dapat menjaga berat badan, karena berat badan yang berlebihan disebabkan oleh konsumsi makanan dengan kalori dan kandungan gula yang tinggi.

Itu sebabnya, jika Sahabat Tani sering makan makanan manis, maka berat badan juga bisa melonjak dengan cepat.

Related News

Jagad Tani - Petaninya Milenial App Download

Free Sign & Download, Android App