• 27 September 2020

Mengenal Ampok, Pengganti Nasi

uploads/news/2020/09/mengenal-ampok-pengganti-nasi-6152208abc3014c.jpg
SHARE SOSMED

Ampok memiliki kadar serat yang tinggi, sehingga cocok untuk diet maupun makanan pokok bagi pengidap diabetes.

MALANG - Jagung merupakan pengganti nasi yang paling populer.

Selain itu, banyak jenis pakan ternak berbahan dasar jagung, sehingga sebagian peternak secara tidak langsung dipaksa menanam jagung dengan alasan ekonomi.

Di Provinsi Jawa Timur, peningkatan produksi jagung juga dipengaruhi oleh adanya kerja sama antara Perum Perhutani dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) serta Kelompok Tani Hutan (KTH).

Baca juga: Kisah Sukses Desa Kentang, Ngantru

Sebagai salah satu kontributor signifikan dalam pemenuhan kebutuhan jagung provinsi, Kabupaten Malang juga mengalami peningkatan produksi jagung.

Hal itu karena, sejak 2019, daerah pesisir juga sudah mulai memanen jagung, epatnya di Pantai Ngudel, Kecamatan Gedangan.

Hasil panen tersebut, memberi dampak pada petani jagung yang biasa membuat bahan pangan utamanya sendiri.

Kualitas jagung yang lebih baik pun dipilih untuk dibuat ampok.

Ampok atau nasi jagung, merupakan nasi yang berasal dari jagung yang sudah tua dan bercita rasa unik.

Salah seorang petani jagung di Malang yang selalu membuat ampok setiap panen tiba yaitu, Yun (45).

Ia mengolah jagung menjadi ampok dengan cara tradisional.

Panen kali ini jagung untuk ampoknya bagus. Saya biasa jemur jagung utuh tiga hari, nanti dipipil (dipisah antara biji jagung dan bonggol). Kalau sudah kering, dipisahkan dari bonggolnya. Nanti bijinya direndam sekitar satu sampai tiga hari, airnya diganti setiap hari. Direndamnya tergantung mau seberapa lembut, makin lama direndam makin lembut,” jelasnya kepada Jagadtani.id belum lama ini.

Setelah itu ditiriskan, nanti baru digiling jadi tepung. Kalau sudah jadi tepung, diayak sampai dedak-nya terpisah dan disiram air panas. Kan jadinya lembek, baru dijemur lagi. Kalau dijemur ditampah, dipukul pelan dari samping biar tepung halusnya turun. Tepung halus itulah jadinya ampok,” tambahnya.

Ampok memiliki kadar serat yang tinggi, sehingga cocok untuk diet maupun makanan pokok bagi pengidap diabetes.

Baca juga: Aneka Kehidupan di Bendungan Selorejo

Ampok umumnya juga disajikan dengan pendamping dengan rasa kuat seperti, sayur kacang koro pedas dan sambal terasi.

Selain lebih ekonomis, bagi petani jagung seperti Yun yang banyak bekerja di ladang dan sawah, ampok membuatnya kenyang lebih lama daripada nasi putih.

Tidak hanya biji jagung yang diolah menjadi ampok, bonggol jagung juga dapat digunakan sebagai kayu bakar dan daunnya untuk pakan sapi atau kambing. 

Comment

Related News

Jagad Tani App Download

Free Sign & Download, Android App