• 27 September 2020

Merah Merona Untung Cacing Sutera

uploads/news/2020/09/merah-merona-untung-cacing-680247e32690792.jpg
SHARE SOSMED

Panen bisa setiap hari, ketika cacing sutera sudah warna merah.

BOGOR - Arip Rahman tak menyangka jika ia mampu membuat gumpalan cacing sutera, menjadi sumber pundi-pundi rupiah yang menggiurkan.

Awalnya, Arip hanya menggunakan cacing sutera untuk memenuhi pakan benih media ikan patin.

Peluang usaha budidaya cacing sutera mulai dilirik lelaki 46 tahun itu pada awal 2020.

Baca juga: Memisahkan Cacing Sutera dengan Lumpur

Berawal dari dua kolam, Arip kini telah memiliki 12 kolam untuk membudidayakan cacing yang bernama latin Tubifex tersebut. 

"Budidaya cacing ini awalnya dari kegagalan panen benih ikan patin. Karena ketersediaan pakan cacing di waktu-waktu tertentu sangat susah didapat dan kebanyakan orang mengambil dari alam, jarang sekali hasil dari budidaya," kata Arip kepada Jagadtani.id, belum lama ini.

Berangkat dari persoalan tersebut, ia pun mulai mengawali langkah usahanya.

Arip mencoba membudidayakan cacing sutera dengan dua kolam.

Cara budidaya cacing sutera, ia dapatkan secara otodidak dan sumber pengetahuan dari media sosial. 

"Iya, sebelum ketemu formulasi yang tetap, percobaan ada kegagalan. Tapi, saya berprinsip pasti bisa. Karateristik cacing sutera itu hidupnya di air limbah. Makanya saya coba mengkondisikan air limbah masuk ke sini, agar dia hidup nyaman," ujarnya. 

Ia menjelaskan, sebelum menebar bibit cacing sutera di kolam, hal yang perlu dilakukan yaitu pematangan lahan.

Lahan yang telah dibajak, kemudian dicampur dengan kotoran ayam petelur.

Penggunaan kotoran ayam petelur dinilai efektif dan bagus dibandingkan kotoran ayam pedaging, karena tidak membawa sisa sekam dalam kotoran yang membuat kolam tidak bersih. 

Setelah proses tersebut, selanjutnya yaitu pemberian bakteri pengurai dan kolam dibiarkan selama satu minggu.

Berikutnya, kolam diisi air limbah dan kembali diberikan kotoran ayam petelur tapi hasil permentasi. 

Proses pematangan lahan hingga siap digunakan atau penebaran bibit cacing sutera memakan waktu setidaknya dua minggu.

Sehingga saat memasuki minggu ketiga, bibit cacing sutera sudah bisa ditebar di kolam.

"Cacing sutera sebetulnya sebulan kemudian sudah bisa tumbuh sendiri. Dari lima liter yang disimpan di dua kolam, secara kasat mata terlihat ada penambahan menjadi sekitar delapan liter. Tapi jika ingin banyak bisa ditambahkan dengan membeli bibitnya," ucapnya.

Selain pakan kotoran ayam petelur, lanjutnya, cacing sutera bisa diberikan pakan tambahan sayuran yang sudah difermentasikan.

Baiknya, pemberian pakan dilakukan satu hari sekali dengan perbandingan 1/4 liter pakan untuk satu meter persegi kolam. 

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam perawatan cacing yang sering disebut cacing rambut atau cacing darah ini, yaitu pengendalian hama.

Menurutnya, jenis hama yang sering ia temukan, yaitu, kodok, keong, ikan cere, kecebong dan larva capung.

"Hama-hama itu tidak bisa dibasmi, hanya bisa dikendalikan supaya berkurang. Misalnya, untuk kodok dipakai pembatas di kolam, dan untuk hama di kolam biasanya saya keringkan karena walaupun dikeringkan semua, cacing masih tetap bertahan hidup," jelasnya.

Cacing sutera sendiri baru bisa dipanen setelah empat bulan sejak bibit ditebar di kolam.

Pemanenan cacing sutera tidak bisa sekaligus di setiap kolam, tetapi dilakukan secara bertahap.  

"Jadi ada teknik juga dalam memanen cacing sutera. Jadi, tidak bisa dalam satu kolam, misalnya ukuran 2x10 meter dipanen sekaligus semuanya, harus diambil secara bertahap, sebagian-sebagian setiap harinya," ungkapnya. 

Dalam sehari Arip telah bisa memetik hasilnya, ia kini mampu produksi 10 sampai 25 liter cacing sutera dari 12 kolam yang berada di Kelurahan Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. 

Di Farm Cacing Sutera Empire yang dikelolanya, cacing sutera hasil bersih setelah melalui proses pemisahan dari lumpur, dihargai Rp28.000 per liter saat ini.

"Panen bisa setiap hari, ketika cacing sutera sudah warna merah dan cacing sutera sudah bisa merah berona lagi setelah recovery selama tujuh hari dan bisa dipanen lagi," terangnya. 

Baca juga: Cacing Sutra, Pakan Ikan Berkualitas

Sebetulnya, lanjutnya, dari sisi kebutuhan pasaran untuk Kota Bogor saja masih kekurangan atau belum terpenuhi dari hasil produksi yang ada. Ia pun terkadang harus membeli ke pembudidaya lainnya. 

"Di sini saja, antara 50 sampai 150 liter setiap hari. Terkadang kosong sampai dua hari karena sudah dipesan. Cacing sutera ini dibutuhkan untuk pakan ikan hias maupun ikan konsumsi," tandas mantan pegawai perbankan itu.

Comment

Related News

Jagad Tani App Download

Free Sign & Download, Android App