• 19 September 2021

Burung Hama yang Jadi Primadona

SHARE SOSMED

Sebenarnya, ini burung yang paling efektif buat dipelihara oleh pemula yang mau memulai bisnis breeding dan tinggal di tengah-tengah kota.

JAKARTA - Bagi Sahabat Tani yang ingin memelihara burung yang mudah untuk dirawat, mprit jepang menjadi pilihan yang tepat.

Emprit jepang atau society finch, kini mulai banyak digemari oleh para kicau mania.

Bahkan, mereka juga banyak yang mengembangbiakkan, karena tergiur keuntungan penjualan burung berbulu warna-warni itu.

Burung yang dulunya dianggap hama, kini menjadi primadona.

Baca juga: Rahasia Kicau Panjang Lovebird Kontes

Sudah mulai banyak peternak burung yang mulai membudidayakan burung yang imut ini.

Salah satunya Arif, pemilik peternakan Trisakti Bird Farm yang berada di Jalan Dwijaya IV No.101, RT.12/RW.1, Kelurahan Gandaria Utara, Kecamatan Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta.

Ia mengaku sudah membudidayakan emprit jepang sejak empat tahun lalu.

Saya ternak burung itu dari tahun 2004, awalnya burung kenari, lovebird, goldin (goldian finch). Tapi karena kendala di-import-nya jarang, sekarang jadi saya beralih ke emprit jepang ini. Awalnya iseng sih, saya jual dari belum banyak orang tahu. Waktu itu saya jual masih murah banget, seekornya Rp50.000, sekarang seekor paling murah Rp200.000, karena semakin banyak yang tahu semakin naik harganya,” ujarnya.

Emprit jepang sendiri, merupakan salah satu burung yang memiliki daya tahan tubuh kuat.

Ia bisa tahan di segala suhu cuaca, karena memang pada dasarnya burung ini merupakan hama bagi para petani.

Arif sendiri pun mengaku, selama lima tahun terakhir ini ia sudah membudidayakan emprit jepang dan tidak pernah ada kendala.

Sebenarnya, ini burung yang paling efektif buat dipelihara oleh pemula yang mau memulai bisnis breeding dan tinggal di tengah-tengah kota.

Karena, enggak perlu lahan luas, perawatannya gampang, enggak perlu dijemur, walaupun lebih bagus sih tetap dijemur,” kata pria asal Pekalongan itu.

Makanannya pun saya enggak pakai makan yang ribet-ribet. Saya bikin simpel, karena kebetulan saya juga produksi makanannya sendiri, yang lebih praktis, sudah saya jual di online shop juga,” tambahnya.

Menurutnya, harga burung emprit jepang semakin lama semakin meningkat.

Baca juga: Mengetahui Mutasi Euwing Blue Asli

Maka dari itu, Arif pun terus menambah indukan.

Karena, burung emprit sendiri selalu rajin merawat anaknya setelah menetas.

Kalau tidak saya bantu loloh atau handfeed untuk mempercepat produksi bisa dua bulan sekali menetas, tapi kalau saya bantu paling sebulan sekali menelur lagi. Paling banyak itu kalau bertelur lima sampai delapan butir dan menetas dengan baik, apabila ditambah vitamin yang saya tambahkan di minumannya untuk meningkatkan produktivitasnya,“ tutupnya.

Related News

Jagad Tani - Petaninya Milenial App Download

Free Sign & Download, Android App