• 26 October 2021

Desa Tanaman Hias di Batu

uploads/news/2020/08/desa-tanaman-hias-di-284975c0fa807d1.JPG
SHARE SOSMED

MALANG - Kota Batu, Kabupaten Malang, Jawa Timur, dikenal sebagai kota penghasil apel  yang mengundang banyak wisatawan menikmati alam dan hasinya.

Selain sebagai ‘Kota Apel’, Batu juga memiliki kelebihan di bidang budi daya pertanian holtikultura tanaman hias.

Tepatnya di Desa Sidomulyo yang menjadi sentra tanaman hias.

Baca juga: Mengenal Jasa Pemeliharaan Ternak

Di sana, terdapat Pasar Bunga Sekar Mulyo seluas 2,5 hektare yang dikelola oleh Kelompok Tani Bunga.

Setibanya di Pasar Bunga Sekar Mulyo, wisatawan akan disajikan hamparan bunga sejauh mata memandang.

Kebanyakan wisatawan akan turun dari kendaraan mereka dan berswafoto dengan berbagai bibit bunga yang berjajar rapi.

Jika berminat, wisatawan bisa membeli beberapa bibit tanaman hias maupun bibit bunga untuk dibawa sebagai buah tangan.

Omzet petani bunga pun justru meningkat di masa pandemi yang terjadi sejak beberapa waktu lalu.

Hal tersebut dikarenakan, tingginya permintaan bibit tanaman hias ke sejumlah kota besar untuk dijadikan kegiatan tambahan selama berkegiatan di rumah.

Yang datang memang tidak sebanyak biasanya, tapi pengiriman bertambah hingga dua kali lipat dari biasanya,” kata salah satu petani bunga yang enggan disebut namanya.

Petani bunga itu juga menyebut, permintaan pengiriman terbanyak berasal dari Bali, Kalimantan, Surabaya, dan Jakarta.

Emma (26), seorang pengunjung asal Depok yang datang ke Pasar Sekar Mulyo, menjadikan Kota Batu sebagai destinasi wisata pertamanya saat New Normal seperti sekarang.

Ia pun berencana ingin memilih sejumlah tanaman yang mudah dirawat dan tahan di cuaca panas untuk menghiasi pekarangan rumah dan kantornya.

Selain Desa Sidomulyo, desa lainnya yang juga dikenal sebagai penghasil bunga antara lain; Desa Sumberejo, Desa Gunungsari dan Desa Punten.

Baca juga: Cegah Diabetes dengan Daun Insulin

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu, ada 24 jenis bunga yang dibudidayakan para petani di kota ini, seperti adenium (Kamboja Jepang), aglaonema, anggrek, anthurium bunga, anthurium daun, anyelir, caladium, coryline, diffenbachia, dracaena.

Selain itu, ada juga euphorbia, gerbera (herbras), gladiol, heliconica (pisang-pisangan), ixora (soka), krisan, mawar, melati, monstera, pakis.

Lalu ada palem, phylodendron, sansevieria (pedang-pedangan), dan sedap malam.

Related News