• 9 Agustus 2020

Memetik Anggur di Atap Rumah

uploads/news/2020/07/memetik-anggur-di-atap-452350889c4804f.jpg
SHARE SOSMED

Tanam anggur di atap dak rumah jadi pilihan, karena memang keterbatasan lahan.

BOGOR - Terbatasnya lahan tak menjadi kendala bagi Hari Maulana untuk bercocok tanam anggur.

Ia memanfaatkan atap rumahnya untuk dijadikan lahan kebun anggur. 

Anggur yang ditanam pun bukan seperti anggur pada umumnya di Indonesia, melainkan anggur impor.

Pada masa tanam kali ini, ia menanam anggur jupiter dengan sistem single cordon.

Baca juga: Keampuhan Botol Kuning Perangkap Hama 

"Tanam anggur di atap dak rumah jadi pilihan, karena memang keterbatasan lahan. Ide ini juga terinspirasi dari ada yang menanam anggur di dak atap rumahnya ternyata hasilnya bagus," kata Hari saat ditemui JagadTani.id belum lama ini.

Sebetulnya, kata pria yang berprofesi sekuriti di salah satu perguruan tinggi terkemuka di Bogor itu, bercocok tanam anggur didapatnya secara otodidak dan beberapa sumber informasi dari sejumlah komunitas pecinta anggur. 

"Dipilihnya dak atap rumah juga dikarenakan potensi matahari cukup bagus dari pagi sampai sore untuk kebutuhan tanam anggur. Karena sinar matahari ini menjadi salah satu syarat agar tanaman anggur bagus," imbuh Hari.

Sebelum anggur jupiter, ia sempat menanam berbagai jenis anggur impor lainnya, seperti manicure finger, akademik dan moondrop kediamannya di Kelurahan Cilendek Timur, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat.

Namun, ia merekomendasikan terutama bagi pemula yang ingin mencoba menanam anggur impor dari jenis-jenis tersebut, yang mudah untuk dibuahkan, yaitu akademik, ninel, trans, dan jupiter.

Sebelum dilakukan penanaman, kata Hari, diusahakan bibit anggur impor yang disiapkan dalam kondisi sehat serta berkualitas. 

"Bibit anggur impor yang akan ditanam bisa dipilih tergantung mau jenisnya apa. Tapi perlu juga dipastikan bibit anggur impor hasil okulasi dan dalam kondisi sehat," sebutnya.

Selanjutnya media tanam, lanjut Hari, ini dikarenakan iklim di Bogor memiliki tingkat curah hujan cukup tinggi.

Ia biasanya menggunakan media tanam berupa campuran tanah, kompos daun bambu, pupuk kandang, dan sekam bakar. 

"Sebelum bibit ditanam lebih bagus media tanam difermentasi dulu dengan N4 atau bio optik fator lainnya. Fermentasi bisa langsung di pot atau karung selama satu minggu paling cepat, lebih lama lebih bagus," paparnya.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam merawat tanaman anggur impor pemberian pupuk secara rutin dilakukan dua kali setiap bulannya.

Ia sendiri memakai pupuk MPK diseling pupuk cair dari pelepah pisang atau kotoran ternak kambing yang telah difermentasikan.

Selain itu, kata dia, dikarenakan anggur impor memiliki kendala pertumbuhan pada masa musim penghujan.

Sehingga, untuk menetralkan tanah agar tidak asam dapat menggunakan kapur tani. 

"Jadi ketika curah hujan tinggi bisa ditaburi kapur tani di atas media tanam. Kapur tani ini fungsinya untuk menetralkan Ph tanah supaya tidak asam," kata Hari. 

Baca juga: Karir Tak Terduga Millenial Bogor

Ia menjelaskan, tanaman anggur sudah bisa dibuahkan ketika menginjak usia tanam satu tahun setelah penanaman bibit dan melalui proses pemangkasan untuk pembentukan cabang.

Proses pembuahan sendiri mulai dari bunga sampai panen rata-rata selama 100 sampai 120 hari. 

"Kemarin saya panen perdana. Karena baru belajar juga, anggur jupiter hasilnya baru dua dompol atau seberat 300 gram. Iya, hasilnya dikonsumsi sendiri untuk keluarga, jadi tidak perlu beli," pungkasnya.

Comment

Related News

Jagad Tani App Download

Free Sign & Download, Android App