• 9 Agustus 2020

Menggiurkannya Beternak Kenari 'Tweety'

uploads/news/2020/07/menggiurkannya-beternak-kenari-tweety--2248281c45ea293.jpg
SHARE SOSMED

Prospek jualan di Palembang bagus, karena peternak kenari tidak lebih dari delapan orang.”

PALEMBANG - Kejelian dalam melihat peluang bisnis dari ternak burung mulai dirasakan oleh Ade Novan atau yang akrab disapa Ade Koyong, pria berusia 23 tahun asal Palembang ini. 

Dari ternak dan penjualan burung kenari, pria asal Palembang berusia 23 tahun ini sudah meraup pundi-pundi uang hingga puluhan juta rupiah.

Burung kenari menjadi karakter ‘Tweety’ di serial kartun Looney Tunes.

Ia menjadi satu diantara burung berkicau yang digandrungi pecinta burung di Sumatera Selatan.

Baca juga: Ketika Sosiolog jadi Juragan Ikan

"Prospek jualan di Palembang bagus, karena peternak kenari tidak lebih dari delapan orang," kata Ade membuka percakapan belum lama ini.

 Awal mula ia menekuni bisnis ini, ketika kakak kandungnya pulang dari Yogyakarta dan membawa seekor burung kenari pada 2014.

Setelah kakaknya pulang ke Yogyakarta, kenari tersebut tidak ada yang urus, sehingga ia memutuskan untuk memelihara.

Saat memelihara pertama kalinya, ia pun terbesit untuk beternak kenari.

Apalagi, saat itu banyak orang yang senang dengan kenari.

"Dari 2014 mulai coba-coba. Karena, ada kenari jantan saya hanya membeli yang betina. Tapi awal mula tidak semulus yang dibayangkan, ternyata kenari yang saya pelihara mati dan bisa dibilang gagal," kata dia seraya menyebut modal awal untuk pembelian bibit, kandang dan lain-lain sekitar Rp5.000.000.

Namun, ia tak menyerah meski sudah dua tahun mencoba peruntungan untuk beternak kenari.

Lambat laun, berkat ketekunan, kini ia berhasil beternak kenari dan sudah merasakan nikmatnya uang dari hasil jualan burung berkicau ini.

Menurut mahasiswa semester akhir di Universitas Muhammadiyah Palembang ini, dirinya menjual burung kenari nyaris menembus angka 100 ekor sejak ia geluti sejak 2016.

"Harga jual mulai Rp2.000.000 sampai puluhan juta. Rata-rata yang beli dari luar Sumsel seperti dari Bangka, Jambi dan beberapa kabupaten lainnya," kata dia.

Menurutnya, harga semakin tinggi bila kenari tersebut memang menjadi juara di perlombaan. 

"Setiap ada lomba, pasti ada yang membeli kenari dengan saya, harga sesuai tingkat kegacoran burung," ungkapnya.

Bahkan, Ade rela menyulap kamar tidur menjadi tempat penangkaran atau prosesi perkawinan kenari.

"Kamar ini untuk ternak. Jadi ada lima kenari betina yang dipersiapkan untuk proses perkawinan, satu kenari ini bisa bertelur hingga empat biji kalau lagi beruntung," ungkapnya.

Untuk proses perkawinan pun tidak terbilang sulit.

Cukup kenari betina dan jantan dimasukkan dalam satu kandang pada pagi dan sore hari.

"Setelah bertelur tinggal nunggu 14 hari untuk penetasan, setelah kenari umur satu bulan dan bisa makan sendiri maka dipisahkan kandangnya," katanya.

Menurutnya, untuk memelihara kenari sangat mudah.

Untuk pakan pun terbilang sangat murah, dalam sebulan tidak lebih dari Rp300.000 untuk membeli sayuran.

"Untuk mandinya juga disiapkan seperti wadah. Kalau makannya bisa dikasih sawi, jagung, telur puyuh, buah pir dan apel. Selain itu kotorannya juga tidak bau," jelas dia.

Sedangkan kesulitan saat merawat kenari rentan digigit nyamuk, mabung (ganti bulu), dan perhatikan sirkulasi udara agar jangan terlalu panas dan dingin.

"Kalau di antara murai dan burung berkicau lainnya, kenari yang paling mudah dirawat," jelasnya.

Ade sendiri memiliki berbagai jenis kenari, mulai dari kenari impor asal Italia, kenari lokal seri F dengan warna kuning, kuning hijau dan warna bon kuning.

Dari hasil jual kenari sejak 2016, ia pun telah membiayai kuliah sendiri. 

Ade juga memberikan tips atau cara beternak kenari bagi pemula.

Menurutnya, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan oleh peternak pemula. 

Pertama, cukup membeli bibit indukan betina dan jantan dengan menyesuaikan dana.

Bila memiliki modal awal yang sangat cukup, Sahabat Tani bisa membeli indukan impor dari Italia atau Inggris.

Usia kenari juga harus diperhatikan, paling tidak berusia di atas enam bulan.

Tahap kedua, setelah ada bibit indukan, maka selanjutnya proses perkawinan.

Sahabat Tani kenali terlebih dahulu ciri-ciri kenari jantan, yaitu ia terus gacor dan aktif.

Sedangkan kenari betina yang siap kawin, akan terus merenggang atau menggeleparkan sayap.

Bila kenari betina dan jantan berjodoh, maka pejantan akan meloloh dan betina akan menungging.

Setelah berjodoh, kemudian masukkan jantan ke sangkar betina.

Selain itu, harus dijemur rutin, dan agar birahi, kedua kenari bisa diberi vitamin.

Baca juga: Senyum Petani Cengkeh Lahat

Proses perkawinan ini harus dicoba terus dan juga perhatikan pakannya.

Setelah proses perkawinan berlangsung, dan mulai bertelur, hingga menetas dalam 14 hari, anak kenari tersebut jangan dipisahkan dulu dari induknya sampai ia bisa makan sendiri.

Biasanya, dalam satu kali proses perkawinan kenari betina bisa bertelur hingga empat butir.

Comment

Related News

Jagad Tani App Download

Free Sign & Download, Android App