• 9 Agustus 2020

Meroketnya Alpukat Lilin dari Singkawang

uploads/news/2020/07/meroketnya-alpukat-lilin-dari-44638f52f7cae52.jpg
SHARE SOSMED

Seiring dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dan alpukat dikenal dunia sebagai super food, wajar buah ini diminati.”

JAKARTA - Alpukat lilin asal Singkawang saat ini semakin diminati, baik buah siap konsumsi, maupun permintaan benihnya.

Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Benih Hortikultura (BBIH) Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Anton Komarudin, permintaan itu seiring dengan semakin dikenal dan kualitas unggul lokal yang tidak kalah dengan jenis lainnya.

Bersyukur saat ini alpukat asal Kota Singkawang ini semakin dikenal dan permintaan akan buah segar semakin tinggi. Begitu juga dengan benihnya, karena kualitas buah dan rasa itu unggul. Ini menjadi ikon Kota Singkawang dan kebanggaan Kalbar,” katanya kepada ANTARA, Jumat (3/7).

Baca juga: Alpukat Cipedak, Buah Unggulan Jakarta

Ia menyebutkan, buah yang dikenal dengan super food tersebut, permintaan saat ini bukan hanya dari lokal, namun dari berbagai daerah terutama benihnya.

Seiring dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dan alpukat dikenal dunia sebagai super food, wajar buah ini diminati. Apalagi, alpukat dari Singkawang ini , secara kualitas dan rasa sangat baik. Permintaannya bahkan dari luar,” jelasnya.

Anton menyebutkan, harga alpukat liling dari Singkawang yang dijual di pasar modern pernah mencapai Rp100.000 per kilogram.

Menurutnya, harga tersebut tentu boleh dikatakan harga alpukat termahal.

Kualitas dan rasa tentu menentukan harga. Dengan harga yang ada dan permintaan tinggi, ini tentu menjadi peluang agrobisnis yang menjanjikan bagi petani alpukat di Singkawang,” tuturnya.

Anton menjelaskan, uniknya alpukat lilin dari Singkawang yaitu dapat tumbuh baik dan berbuah di dataran rendah.

Sedangkan untuk jenis alpukat lainnya agar sulit tumbuh dan jarang berbuah.

Belum lagi kecepatan berbuah alpukat lilin singkawang, usia dua tahun setelah tanam sudah produksi. Bahkan, di beberapa tempat bisa berbuah di umur 16 bulan saja,” katanya.

Anton menambahkan, alpukat lilin dari Singkawang juga memiliki hampir tanpa musim berbuah.

Setiap waktu selalu berbuah, ada yang tengah berbuah, buah kecil, sedang, dan tua.

Uniknya itu, berbuah tanpa musim dan ada terus. Kadang ada lima tingkat buahnya. Produksinya sangat tinggi,” jelasnya.

Dengan sejumlah keunikan dan keunggulan, Anton menyebutkan, permintaan bibitnya sangat tinggi.

Menangkal Diabetes dan Penyakit Jantung

Di antara sederet manfaat alpukat, menurut studi dalam jurnal Molecular Nutrition and Food Research, buah ini juga bisa membantu Sahabat Tani menangkal diabetes.

Seperti melansir ANTARA dari Medical Daily, studi tersebut menunjukkan senyawa khusus dalam alpukat membantu menghentikan proses seluler yang biasanya mengarah pada perkembangan diabetes yang mengancam jiwa.

Biasanya, penyandang diabetes memiliki resistensi insulin, yang membuat kondisinya buruk.

Karena, resistensi insulin berarti tubuh Sahabat Tani tidak dapat mengeluarkan glukosa dari darah yang kemudian digunakan sebagai bahan bakar dan sumber energi.

Jenis komplikasi ini biasanya terjadi ketika mitokondria, yang bertindak sebagai pembangkit tenaga sel, tidak mampu membakar asam lemak sepenuhnya.

Hal inilah yang kemudian menyebabkan oksidasi tidak lengkap.

Namun, para peneliti menemukan avokasi B (AvoB) yang ditemukan pada alpukat dapat membantu melawan oksidasi yang tidak lengkap pada otot rangka dan pankreas.

Zat ini mengurangi resistensi insulin, yang kemudian dapat menyebabkan penundaan atau bahkan menghentikan secara total perkembangan diabetes.

Karena pengujian yang dipimpin Prof. Paul Spagnuolo ini aman pada manusia, para peneliti berencana melakukan lebih banyak uji klinis.

Pengujian itu termasuk menentukan berapa banyak AvoB yang dibutuhkan untuk membuat formulasi suplemen yang bisa orang konsumsi di masa depan.

Selain itu, dalam studi yang dipublikasikan di jurnal JCI Insight, mengkonsumsi alpukat setiap hari juga bisa mencegah pengerasan arteri yang dapat berujung penyakit jantung dan bahkan kematian.

Menurut para peneliti, mereka menjadikan tikus sebagai subjek percobaan dan menemukan tikus yang diberi makanan yang kaya potasium, berkurang risiko kalsifikasi vaskular-nya, komplikasi yang umum pada penyakit jantung dan ginjal.

Kalsifikasi terjadi bila kalsium terbentuk dan menumpuk di jaringan tubuh, pembuluh darah, atau organ tubuh.

Penumpukan ini bisa mengeras dan mengganggu proses kerja tubuh Sahabat Tani.

Baca juga: Memilih Bibit Alpukat yang Baik

Pengerasan pada arteri yang disebut arterisklerosis, bisa mempengaruhi kerja jantung.

Diet kaya potasium juga mengurangi risiko kekakuan aorta - faktor risiko kardiovaskular klasik.

Potasium bermanfaat melindungi pembuluh darah dari kerusakan oksidatif dan menjaganya agar tidak menebal.

Temuan ini memiliki potensi yang penting. Karena menunjukkan manfaat potasium untuk mencegah kalsifikasi vaskular,” ujar Prof. Paul Sanders, dari University of Alabama, seperti melansir Indian Express.

Comment

Related News

Jagad Tani App Download

Free Sign & Download, Android App