• 12 Juli 2020

Alpukat Cipedak, Buah Unggulan Jakarta

SHARE SOSMED

JAKARTA - Alpukat dikenal sebagai buah yang memiliki kandungan gizi dan nutrisi yang tinggi.

Lemak yang terkandung didalamnya dapat menurunkan kolesterol jahat. Salah satu varietas alpukat yang belakangan ini populer di masyarakat khususnya daerah Jakarta adalah alpukat cipedak.

Disebut sebagai alpukat cipedak karena buah ini tumbuh dari sebuah wilayah di Kampung Cipedak, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Ahmad Fachrizal, salah satu petani muda Jakarta yang merupakan pemilik Kebun Bibit Alpukat Cipedak Tunas Muda membudidayakan bibit dari buah legit nan manis ini.

Awalnya, saya menanam sayur-sayuran saja. Kemudian seiring berjalannya waktu, ketemulah dengan alpukat cipedak yang merupakan alpukat unggulannya DKI Jakarta. Memang asalnya juga dari kampung cipedak yang merupakan kampung saya. Saya pun awalnya tertarik karena alpukat cipedak tumbuh di depan halaman rumah saya,” katanya saat ditemui tim JagadTani.id belum lama ini.

Dengan menggunakan teknik sambung pucuk, Rizal memperbanyak bibit alpukat cipedak hingga ribuan bibit.

Dalam sebulan, ia bisa menghasilkan seribu bibit alpukat cipedak.

Bahkan, saat pandemi Covid-19 permintaan bibitnya pun naik hingga 3.000 pot bibit alpukat cipedak.

Karena permintaan pasar dan minimnya ketersediaan di pasar induk, maka dari itu saya mencoba untuk memperbanyak tanaman aslinya Jakarta. Kemudian saya pasarkan keluar. Dan tak disangka, punya daya tarik hingga ke wilayah daerah-daerah baik dari segi rasanya, produktivitas pohonnya, produktivitas buahnya, dan bahkan di beberapa daerah itu sudah banyak berbuah,” katanya.

Rizal menjelaskan, alpukat juga merupakan buah yang bisa dikonsumsi oleh berbagai kalangan usia.

Mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa dan lansia pun masih bisa merasakan buah alpukat cipedak, tidak seperti buah-buah lain yang terkadang ada larangan tertentu untuk dikonsumsi.

Sebenarnya, alpukat di Nusantara itu jumlahnya banyak. Ratusan jenis. Tapi kenapa alpukat cipedak diminati? alpukat cipedak ini memiliki karakteristik kuat di rasa. Rasanya tuh legit, manis. Dan karena buah ini juga tumbuh di Jakarta yang notabenenya lahannya sempit, itu jadi langka,” jelasnya.

Pria 32 tahun ini mengaku lahan di Jakarta memang tak semudah lahan di daerah-daerah dalam membudidayakan bibit alpukat.

Namun. Ia menjadikan kekurangan tersebut sebagai kelebihan lain yang ia bisa manfaatkan.

Kalau bicara tentang kekurangan membudidaya, saya jadikan kekurangan itu sebagai kelebihan tersendiri. Namun, kalau harus disebutkan, Kekurangannya kalau harus diidentifikasi, yang pertama adalah teknis sarana produksi yang ada di Jakarta tidak segampang di daerah, misalnya seperti penyediaan pupuk tidak segampang di daerah yang banyak peternakannya. Kemudian, lahan di Jakarta tidak segampang lahan di daerah. Kita bisa mengolah lahan 1.000 meter di Jakarta saja sudah Alhamdulillah, di Jakarta pinggiran dan masih bagian dari milik keluarga,” Jelasnya.

Ia juga menambahkan, kelebihan lain yang bisa ia rasakan yaitu pendistribusian dalam memasarkan buah di Jakarta lebih terjangkau.

Selain itu, ia juga didukung oleh komunitas-komunitas petani di Jakarta melalui grup whatsApp dan sosial media lainnya.

Kemudian, masa panen buah alpukat cipedak tergolong singkat. 3-4 tahun sudah bisa dipanen.

Pesan saya kepada generasi muda, apalagi untuk petani milenial, menjadi petani itu peluangnya sangat besar. Indonesia membutuhkan generasi muda untuk menjadi seorang petani. Jangan sampai kita hanya mengandalkan produksi pertanian dari orang tua kita dengan usia yang sudah lanjut,” tutupnya. 

Comment

Related News

Jagad Tani App Download

Free Sign & Download, Android App