• 12 Juli 2020

Arsitek Sukses Menjadi Peternak Domba

SHARE SOSMED

Usaha ini bisa dibilang beralih haluan dari arsitek jadi peternak.

BOGOR - Lima tahun lalu atau tepatnya 2015, Dundun Abdillah tiba-tiba mengubah haluan usaha menjadi peternak domba garut.

Ia mulanya berprofesi sebagai arsitek di bidang perumahan.

Pria yang kini berusia 48 tahun itu mendirikan peternakan domba garut bernama Asri Tani (Arsitek Petani).

Baca juga: Saatnya Berburu Hewan Kurban Berkualitas

"Saya mulai terjun untuk beternak domba garut tahun 2015 lalu. Usaha ini bisa dibilang beralih haluan dari arsitek jadi peternak. Ya, waktu itu insidental saja, jenuh di dunia lalu, terjun ke sini (beternak)," kata Dundun kepada JagadTani.id di Kelurahan Pakuan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat, baru-baru ini.

Dundun mengatakan, awal membuka usahanya hanya bermodalkan sekitar Rp10 juta.

Hal itu, ia gunakan untuk pembiayaan pembuatan kandang dan memelihara enam ekor domba garut, yang terdiri dari tiga pejantan dan tiga betina.

Empat tahun lamanya menggeluti dunia usaha ternak domba, ternyata membawa berkah baginya yang saat ini telah memiliki ratusan ekor. 

Dundun yang juga wakil ketua Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) Bogor Raya ini mengatakan, peluang usaha ternak domba garut cukup terbuka lebar dan menjanjikan.

Ini lantaran harga jualnya yang lebih tinggi dari domba biasa. 

"Dari kalkulasi bisnis, modal, operasional, harga jual, ketemu margin dan yang paling besar ada di domba garut. Hitungannya, panen tahunan di Hari Raya Idul Adha dan untuk sehari-harinya dari kebutuhan akikah," paparnya. 

Seperti bulan ini, kata dia, merupakan masa yang dinanti, yaitu panen tahunan.

Dundun telah bersiap menjual hasil ternaknya dengan menyediakan 250 ekor domba untuk hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah.

Khusus domba garut matang tanduk, dihargai Rp5.000.000-15.000.000.

Diluar itu, harganya di kisaran Rp3.000.000- 5.000.000.

"Selama ini segmen pasar di Jabodetabek dari komunitas penghobi domba garut, peternak juga dan masyarakat umum yang tahu dari mulut ke mulut. Biasanya datang langsung ke sini," katanya.

Dundun mengatakan, berdasarkan pengalamannya untuk menghasilkan keturunan anakan domba garut unggulan, pengembangbiakan di kandang Asri Tani dilakukan secara kawin alami tanpa sistem koloni.

Namun, sebelum dilakukan pengembangbiakan perlu diketahui mengenai siklus birahi domba betina. 

"Biasanya siklus birahi domba dan kambing itu 14 sampai 18 hari. Jadi, begitu waktu birahi, dikawin sama pejantan. Kalau nutrisi bagus satu indukan itu bisa tiga sampai empat anakan. Tapi kita penghobi secara pribadi senangnya dua anakan, apalagi dapat satu anakan karena lebih intensif, lebih cepat besar," ucapnya.

Hal yang paling penting dalam pengembangbiakan, menurutnya, bahan domba garut itu sendiri harus dari genetik bagus dari peternak yang memang telah menghasilkan domba garut unggulan.

"Jadi, caturangga (ciri-ciri domba Garut unggulan) mesti tepat baik pejantan maupun betinanya," jelasnya.

Selanjutnya, kata Dundun, sisi kandang ternak diusahakan membuat nyaman domba meskipun sederhana.

Hal tersebut, termasuk ada tempat makan dan minum serta kandang dijaga kebersihannya.

Selain itu, domba juga perlu dikeluarkan dari kandang setiap seminggu sekali.  

"Saya sarankan juga guna mengurangi kesibukan perawatan kandang, sebaiknya lantai dasarnya dari tanah, dan ini juga untuk mengurangi bau air seni. Jadi tinggal rutin saja membersihkan kotoran dan sisa-sisa pakan," paparnya.

"Pakan harus menyesuaikan kebutuhan alami domba, yakni rumput hijau dan nutrisi yang cukup serta seimbang. Pakan tambahannya saya berikan konsentrat. Kebetulan untuk rumput saya tidak beli, tanam sendiri rumput odot di sini," imbuhnya.

Baca juga: Mengelola Hewan Kurban saat Pandemi

Dari usaha ternaknya, Dundun yang pernah menjadi panitia kontes ternak domba dan kambing di Kebun Raya Bogor itu mengaku, saat ini ia telah memperoleh omset antara Rp300.000.000-500.000.000 setiap tahunnya. 

"Alhamdulillah, untuk biaya operasional bisa tertutup dan masih ada lebihnya dari panen tahunan. Memang biaya operasional paling tinggi di sini ada di tenaga kerja, karena untuk pakan rumput sudah tersedia," tandasnya.

Comment

Related News

Jagad Tani App Download

Free Sign & Download, Android App