• 5 April 2020

Petani Cabai Palu Gunakan Medsos

uploads/news/2020/02/petani-cabai-palu-gunakan-17322175e474c0c.jpg
SHARE SOSMED

Sekarang kita jualnya bukan hanya di pasar, tapi online juga.”
PALU - Banyak pelaku bisnis saat ini, sudah menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi informasi. Pemasaran dengan memanfaatkan dunia internet rupanya juga mulai dilakoni oleh para petani di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Salah satunya Isnanto (63) petani cabai merah besar di Kelurahan Nunu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Pemasaran hasil cabai melalui media sosial, kata dia, sangat menguntungkan dan dapat meningkatkan penjualan.

"Sekarang kita jualnya bukan hanya di pasar, tapi online juga," kata Isnanto kepada Jagadtani.id belum lama ini.

Baca juga: Misi Bulog Sulteng untuk Masyarakat

Penjualan secara online ini, belum lama dilakoni oleh Isnanto. Ia bersama anaknya menggunakan media sosial tersebut ketika harga cabai keriting turun ke harga paling rendah di tingkat pengepul, tak tanggung-tanggung ketika itu harga cabai merah besar turun sampai Rp3.000 per kilogram. Ia pun terpaksa harus menjualnya sendiri di pasar dan dan mulai merambah ke pasar online dengan menyediakan layanan delivery.

"Pagi dan siang kami jual sendiri di pasar Palu seharga Rp20.000, setelah itu malamnya kami jualnya via online melalui media sosialm," jelasnya.

Usahanya pun mendapat respon dari warga-net khususnya di Kota Palu. Pembelinya pun lumayan banyak banyak, tak jarang cabai jualannya satu karung habis terjual dalam semalam.

"Biasa 20 kilogram bisa habis, tapi tidak menentu setiap malam, kadang malam ini ada yang pesan, 2-3 hari lagi baru ada pesanan lagi," terangnya.

Untuk harganya, Isnanto mematok harga Rp25.000 per kilogram-nya karena sudah termasuk biaya pengantaran. Namun ia akan memberikan harga normal jika ada yang pemesan langsung datang mengambil cabai.

"Ada juga yang datang ke kebun ini, biasanya sudah pesan duluan berapa kilo," ungkapnya.

Sama halnya dengan Bambang (37), ia sendiri sudah satu tahun mencoba menggunakan metode pemasaran secara online yaitu dengan menggunakan media sosial, Facebook. Ia memanfaatkan grup info jual beli untuk menawarga hasil pertaniannya setelah panen.

"Kalau saya (menjual) rica keriting dan tomat, selain di pasar, saya juga manfaatkan Facebook mas, alhamdulillah banyak juga pesanan," akunya.

Baca juga: Irigasi Gumbasa Kembali Berfungsi

Menggunakan media sosial kata Bambang, sangat bermanfaat. Sebab jangkauannya sangat luas, bukan hanya terjangkau oleh pelanggan dari dalam Kota Palu saja.

"Saya pernah pernah ada yang pesan dari Kalimantan, cuma dia butuhnya banyak, makanya saya belum bisa mengiyakan, karena lahan saya hanya dua hektare," pungkasnya.

Comment

Related News

Jagad Tani App Download

Free Sign & Download, Android App