• 28 September 2021

Mengusir Nyamuk dengan Bunga

uploads/news/2019/12/mengusir-nyamuk-dengan-bunga-25273a409ee8aa7.jpg
SHARE SOSMED

Menjelang musim hujan, penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan malaria menghantui masyarakat. Untuk mencegah itu, sahabat tani dapat menanam tanaman yang satu ini

TANGERANG SELATAN - Mungkin sahabat tani sudah mengenal tanaman hias dengan bunga cantik yang satu ini. Ya, namanya bunga lavender atau dalam bahasa latin Lavandula angustifolia. Selain memiliki tampilan yang cantik, bunga lavender juga berbau harum dan wanginya yang semerbak sering dimanfaatkan untuk pengharum ruangan.

Di balik wanginya yang harum, ternyata wangi bunga lavender juga tidak disukai oleh nyamuk yang kerap menyebabkan demam berdarah dengue (DBD) hingga malaria. Sehingga ekstrak dari bunga ini pun banyak dimanfaatkan sebagai campuran bahan pengusir nyamuk.

Baca juga: Merawat Burung Hantu

Selain lavender, bunga rosemary yang memiliki nama latin Rosmarinus officinalis, juga menjadi bunga yang tidak disukai nyamuk karena wanginya. Tak hanya itu, bunga rosemary digunakan sebagai bahan makanan, biasanya diolah sedemikian rupa untuk pengharum kue dan kebutuhan obat yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Kedua tanaman itu saat ini banyak ditanam oleh masyarakat Indonesia sebagai mencegah DBD dan malaria saat musim hujan. Salah satunya, Radit (21) yang memilih untuk menanam lavender dan rosemary. Menurutnya, kedua tanaman itu merupakan solusi alami yang paling aman dan tidak menimbulkan efek samping.

“Ya, terdapat jenis tanaman hias yang telah terbukti bisa mengusir nyamuk. Tanaman rosemary dan lavender yang saya punya ini biasa digunakan oleh orang zaman dahulu sebelum ditemukan obat anti nyamuk,” kata Radit saat ditemui JagadTani.id di rumahnya di kawasan Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Kamis (12/12) kemari.

Baca juga: Merawat Cupang Ekor Mahkota

Untuk penggunaannya, biasanya Radit langsung menggosokkan bunga lavender atau rosemary ke tubuhnya. “Penggunaan tanaman anti nyamuk juga lebih aman untuk keluarga. Karena obat anti nyamuk yang ada saat ini banyak mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan tubuh,” kata mahasiswa semester lima tersebut.

Cara Menanamnya

Untuk menanam bunga lavender, menurut Radit sangat dibutuhkan ketekunan dan ketelatenan agar bunga dapat tumbuh dengan baik dan cantik.  Tanaman lavender dapat ditumbuhkan dari biji dan dipelihara hingga berbunga. Pertama, sahabat tani harus menyemai biji bunga lavender pada media semai. Media semai yang bisa digunakan yaitu media yang teksturnya tidak terlalu padat, serta mengandung banyak unsur hara, seperti campuran tanah dan pupuk kompos.

Kedua, ketika biji lavender sudah tumbuh menjadi tanaman kecil, saatnya untuk dijarangkan dan dipindahkan ke wadah tanam lain yang ukurannya lebih besar. Sahabat tani juga bisa memisahkan hanya satu tanaman untuk tiap potnya. Ketiga, tanaman lavender juga perlu diberikan pupuk tambahan agar pertumbuhannya optimal. Sahabat tani dapat memberikan pupuk organik seperti kompos dengan frekuensi pemberian minimal dua minggu sekali.

Baca juga: Waspada Penyakit Busuk Buah Kakao

Sahabat tani perlu memindahkan tanaman lavender yang sudah berukuran tinggi, kurang lebih sekitar 10 hektare ke tempat yang lebih terkena cahaya matahari. Namun, tetap perlu diselingi dengan meletakkan tanaman  di tempat yang terlindung dari sinar matahari sesekali. Selain itu tanaman yang sudah ditanam dengan baik tetap perlu dipelihara agar mampu berbunga sesuai keinginan.

Sebaiknya, tanaman ini diletakkan di tempat dengan temperatur udara yang tidak panas dengan kelembaban yang cukup dan sesuai dengan syarat tumbuhnya. Lakukan juga penyiraman secara rutin dengan jumlah air yang cukup, jangan memberikan terlalu banyak air ataupun terlalu sedikit air.

Baca juga: Menanam Markisa di Pekarangan Rumah

Tanaman lavender juga perlu dipangkas secara rutin, agar bentuk bunganya terlihat rapi dan menawan. Pemangkasan itu selain mempercantik tampilan, juga dapat merangsang tumbuhnya tunas-tunas baru. Tanaman lavender yang berukuran besar juga perlu dipangkas sebanyak 1/3 dari ukuran tubuhnya.

Sedangkan dalam menanam rosemary hampir sama dengan lavender. Setidaknya ada dua cara yang bisa dipilih, yaitu secara generatif (perkembangan melalui biji) ataupun secara vegetatif (perkembangbiakan dengan manusia lewat stek batang). Karena tanamannya tidak begitu besar, untuk menanam rosemary, sahabat tani cukup menanamnya di pot saja.

Baca juga: Rahasia Budidaya Jeruk Kepruk Tejakula

Lalu pilih pot ukuran yang sedang, tidak terlalu kecil dan juga tidak terlalu besar. Campurkan tanah, pasir, dan lumut gambut sebagai media penanam rosemary. Perbandingan antara pasir dan lumut gambut yaitu 2:1 dan masukkan campuran tersebut ke dalam pot yang disediakan. Letakkan pot di tempat yang terpapar sinar matahari.

Lalu letakkan potongan tanaman rosemary ke dalam pot. Siram potongan tersebut secara teratur sekali setiap hari. Sahabat tani juga bisa memasukkan pot ke dalam kantung plastik yang sudah dilubangi sebelumnya. Hal tersebut ditujukan untuk menjaga kehangatan dan kelembaban tanaman, khususnya bila udara sangat panas.

 

Related News

Jagad Tani - Petaninya Milenial App Download

Free Sign & Download, Android App