• 6 December 2021

Belajar Kehidupan dari Usaha Hidroponik

SHARE SOSMED

“Karena terkadang kita suka lupa dan menginginkan segala hal dengan cepat padahal nggak bisa. Semua tahapan nggak bisa diburu-buruin tapi harus dilakukan satu per satu”

Bercocok tanam saat ini masih menjadi tren masyarakat. Pasalnya, bercocok tanam tidak harus pada lahan yang luas tetapi juga dapat dilakukan pada lahan sempit seperti di perkotaan. Kini, banyak masyarakat yang berlomba-lomba menghiasi pekarangan maupun atap rumah dengan bercocok tanam hidroponik berbagai jenis hortikultura seperti sayur dan tanaman obat.

Hidroponik merupakan salah satu teknik mudah berkebun untuk sebagian orang yang tidak memiliki lahan cukup luas. Dalam prosesnya, tanah yang seharusnya digunakan untuk bercocok tanam diganti dengan air. Faktanya, teknik ini dapat memberikan hasil melimpah saat melakukan perawatan intensif. Angga Diandry, petani milenial pemilik kebun Ibukita yang berlokasi di Kecamatan Tebet, Kota Jakarta Selatan, menceritakan pengalaman nya saat memulai berkebun hidroponik di atap rumah.

Baca juga : Seni Merawat Tanaman Hidroponik

“Saya sendiri banyak belajar dari hidroponik tentang kesabaran dalam berproses, karena terkadang kita suka lupa dan menginginkan segala hal dengan cepat padahal nggak bisa. Semua tahapan nggak bisa diburu-buruin tapi harus dilakukan satu per satu. Jadi, pembelajaran itu saya terapkan di kehidupan dan di pekerjaan saya,” terang Angga, kepada reporter Jagadtani.id melalui pesan singkat.

Pria yang akrab disapa Angga ini mengatakan awal mula usaha hidroponik hasil panennya dibagikan ke keluarga, teman, rekan kerja dan tetangga. “Waktu diawal paling sering bagi-bagi ke orang-orang terdekat seperti keluarga, teman, rekan kerja, juga tetangga karena saya belum ke proses penjualan. Yang utama saya pikirkan bagaimana saya bisa produksi sayuran segar. Setelah itu diawal Januari 2021, saya mulai mendapatkan kesulitan memikirkan bagaimana cara penjualannya setelah saya coba pikirkan dan akhirnya menemukan target market yang sesuai dengan usaha saya, seperti orang penggiat olahraga yang vegetarian khususnya perempuan,” katanya.

Baca juga : Petani Hijrah, Sukses Bertani Hidroponik

Baginya, usaha sayuran seperti ini sangat menjanjikan baik di masa pandemi mau pun tidak. Sebab, usaha ini jenis pangan yang tentu menjadi kebutuhan masyarakat sehingga akan terus memiliki pasarnya tersendiri.

“Kalau dilihat banyak petani yang tidak memiliki pengetahuan cara menjual produksi pangannya. Karena memproduksi dan menjual merupakan skill yang berbeda, dan beruntungnya saya punya pengalaman usaha jadi saat datang ke sayuran saya bagikan lewat cerita dan ternyata lumayan berhasil. Tapi balik lagi, nggak semua orang paham teknik menjual dan butuh proses,” tutupnya.

Baca juga : Tips Rahasia Menanam Melon Hidroponik

Related News