• 20 September 2021

Terasering Paling Indah di Dunia

uploads/news/2021/07/terasering-paling-indah-di-461932ad06b6f01.jpg
SHARE SOSMED

"Terasering Jatiluwih ditetapkan sebagai desa tujuan wisata dan bahkan diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia (World Heritage Site)"

JAKARTA – Rindu mengunjungi sawah hijau yang indah di masa pandemi, sahabat tani bisa berkenalan lebih dulu dengan salah satu terasering paling indah di dunia yang ternyata ada di Indonesia, loh.

Terasering adalah salah satu metode dalam manajemen pertanian yang dibuat untuk menyiasati lahan di daerah berkontur tanah ekstrem seperti dataran tinggi dan lereng gunung. Dengan membuat terasering, air dari ketinggian diharapkan akan mengalir dengan kecepatan dan volume yang selalu terkendali.

Nah sahabat tani, terasering tersebut terdapat di pulau Bali. Dunia tak hanya mengenal Pulau Bali dengan keindahan pantai dan kekayaan ragam seni budayanya saja, namun juga terkenal dengan wisata alam dan teraseringnya yang mempesona.

Terasering dengan luas yang mencapai ratusan hektar di Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali ini, sejak 1993 telah ditetapkan sebagai desa tujuan wisata dan bahkan diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia (World Heritage Site). Dengan hamparan tanah hijau bersusun, terasering yang berfungsi sebagai sistem irigasi tersebut memang indah dipandang dari kejauhan.

Baca juga Sawah Bergelar Warisan Budaya Dunia

Jatiluwih sendiri berada pada ketinggian 700 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan terletak di kaki Gunung Batukaru, gunung tertinggi kedua di Pulau Dewata. Sebagian besar wilayahnya merupakan areal persawahan yang memiliki luas area sekitar 53.000 hektar.

Uniknya lagi, masyarakat desa Jatiluwih yang bermata pencaharian sebagai petani masih menggunakan cara tradisional dalam mengerjakan terasering dan lahan pertaniannya. Demi menjaga estetika menanam padi di lahan terasering, kegiatan petani di sawah mereka masih menggunakan alat-alat dan cara-cara tradisional seperti mencangkul, nampadin (membersihkan pematang-pematang sawah), ngelampit (membajak lahan sawah), melasah (meratakan tanah sawah), nandur (menanam padi), dan lainnya.

Baca juga Majapahit, Kerajaan Agraris Terkuat Se-Nusantara

Berkat pemandangan inilah, Jatiluwih banyak dikunjungi oleh para wisatawan, baik asing maupun lokal. Teraseringnya tertata sangat indah dan rapi bagaikan lukisan alam. Selain bisa menikmati keindahan sawah teraseringnya, sahabat tani bisa menikmati sejuta pesona keindahan lainnya misalnya dengan turun dan melihat sistem irigasinya secara langsung. Waktu terbaik agar bisa menikmati semua suguhan alam terasering di Jatiluwih ini adalah pada pukul 8 pagi hingga 5 sore waktu setempat.

Baca juga Peran Penting Ngengat Untuk Kehidupan

Related News

Jagad Tani - Petaninya Milenial App Download

Free Sign & Download, Android App