• 20 September 2021

Mitos Fakta Kucing Tiga Warna

uploads/news/2021/07/mitos-fakta-kucing-tiga-31568c1d7c375af.jpg
SHARE SOSMED

"Prof. Ronny menekankan bahwa mitos dan kepercayaan yang berkembang di masyarakat ini sebaiknya tidak dipercaya karena memang tidak ada dasar ilmiahnya"

JAKARTA - Sahabat tani penggemar kucing pasti sudah tidak asing lagi dengan mitos kucing tiga warna. Mitos ini sudah terdengar lama sekali bahwa jika ada kucing tiga warna itu sudah pasti betina karena jika jantan akan dimakan oleh induknya. Bahkan sebagian orang percaya, kucing jantan tiga warna mempunyai hoki besar dan yang memeliharanya akan kaya raya.

Legenda tentang kucing jantan belang tiga sebenarnya tidak hanya dimiliki masyarakat Indonesia loh sahabat tani. Orang Amerika menyebutnya kucing calico. Di Prancis dipanggil chatte d'Espagne. Sementara di Jepang disebut mi-ke. Mereka juga percaya bahwa memelihara kucing jantan belang tiga akan membawa keberuntungan finansial.

Seperti dikutip dari buku berjudul Mosaicism karya Richard Robinson, belang tiga hanya merujuk pada pola warna pada bulu kucing, bukan ras kucing. Ras kucing yang dapat memiliki belang tiga adalah ras manx, kucing bulu pendek amerika, kucing bulu pendek britania raya, persia, kucing ekor bundel jepang, kucing bulu pendek eksotis dan kucing van turki.

fenomena ini dibedah secara ilmiah pun ada penjelasannya. Guru Besar IPB University sekaligus Geneticist, Pemerhati Pendidikan dan Budaya Prof. Ronny Rachman Noor memiliki penjelasannya.

Baca juga: Ashera, Kucing Termahal di Dunia

Ia menjelaskan secara rinci terkait fenomena genetik yang menjadi misteri pada kucing belang tiga atau dalam dunia perkucingan dikenal sebagai kucing Calico. Kata Prof. Ronny, kucing domestik memiliki jumlah kromosom sebanyak 38 buah. Kromosom ini di setiap sel tubuhnya ada dalam keadaan berpasangan yaitu 19 pasang.

Di antara 19 pasang krosomom yang dimiliki oleh kucing ini, ada 18 pasang yang disebut dengan kromosom autosom (autosomal chromosome) dan sepasang kromosom sex (sex chromosome). Pasangan kromosom ini didapat separuhnya dari pejantan dan separuhnya lagi dari induknya.

Jadi seekor kucing jantan akan memiliki 18 pasang kromosom autosom dan sepasang kromosom sex (X dan Y; bisanya dinotasikan sebagai XY), sedangkan kucing betina memiliki 18 pasang autosom dan sepasang krosomosm sex (X dan X; dinotasikan sebagai XX).

“Warna Calico melibatkan beberapa mekanisme pewarisan sifat yang terletak di kromosom autosom dan kromosom sex. Warna yang paling umum terlibat adalah warna merah dan hitam atau pengganti warna merah dapat saja berupa warna lain yaitu orange, kuning dan cream, sedangkan warna hitam dapat saja berupa warna lain yaitu coklat, tabby dan biru,” ujarnya.

Baca juga: Alasan Kucing Suka Memijat Manusia

Kedua kelompok warna ini dalam ilmu genetika pewarisannya dikenal dengan sex linked co-dominant. Artinya warna merah dan hitam ini adanya di kromosom sex dan pewarisannya tidak saling mendominasi. Jadi variasi warna kucing jantan hanya ada dua saja yaitu merah (orange, kuning dan cream) dan hitam (coklat, tabby dan biru) saja, karena hanya memiliki satu kromosom sex saja.

Sedangkan kucing betina dapat saja memiliki warna merah (orange, kuning dan cream), warna hitam (coklat, tabby dan biru) dan warna tortoiseshell jika dalam keadaan heterosigot atau susunan gen pada organisme yang memiliki pasangan alel (gen pada lokus) yang berbeda.

Bagaimana dengan kucing belang tiga? Kemunculan warna belang tiga disamping melibatkan cara pewarisan sifat terpaut kelainan (sex linked) juga melibatkan gen yang ada di autosom yang mengontrol kemunculan warna solid dan warna totol-totol putih.

Ada tiga kombinasi pola warna yang dihasilkan oleh gen ini yaitu polos jika gennya ada dalam keadaan homosigot resesif (ss), totol putih terbatas jika ada dalam keadaan heterosigot (Ss) dan totol putih yang intensif jika gennya ada dalam keadaan homosigot dominan (SS).

Baca juga: Hewan-Hewan Paling Bersih di Dunia

Warna belang tiga akan muncul jika kombinasi gen yang menghasilkan warna tortoiseshell bersamaan dengan gen yang menyebabkan warna totol putih baik homisigot (SS) maupun heterosigot (Ss). “Jadi secara genetik, hanya ada kucing belang tiga betina saja karena kucing betina memiliki dua krosomosm X (XX) dan gen pengontrol munculnya warna merah (orange, kuning dan cream) dan warna hitam (coklat, tabby dan biru) yang ada di kromosom sex X ada dalam keadaan heterosigot,” jelasnya.

Prof. Ronny menjelaskan meski kejadiannya sangat jarang sekali, masih ada kemungkinan muncul kucing jantan belang tiga. Kemunculan kucing jantan belang tiga ini terjadi karena abnormalitas jumlah kromosom X nya, yaitu memiliki kelebihan kromosom X, sehingga kucing jantan yang biasanya memiliki kromosom sex XY kini memiliki kromosom sex XXY.

Prof. Ronny menekankan bahwa mitos dan kepercayaan yang berkembang di masyarakat ini sebaiknya tidak dipercaya karena memang tidak ada dasar ilmiahnya.  kemunculan kucing jantan belang tiga yang sangat jarang memang terkait dengan fenomena genetik.

 

Related News

Jagad Tani - Petaninya Milenial App Download

Free Sign & Download, Android App