• 20 September 2021

Hiu Hantu, Penghuni Kedalaman Laut

uploads/news/2021/06/hiu-hantu-penghuni-kedalaman-57882012cd0b8bb.jpg
SHARE SOSMED

"hiu hantu beradaptasi terhadap kondisi minim cahaya"

JAKARTA – Pernahkah sahabat tani pernah membayangkan kira-kira di laut yang paling dalam ada penghuni berbentuk apa saja ya? Mari kita bahas salah satunya. Di laut dalam, berbagai binatang laut yang tak banyak orang mengenal, hidup berenang-renang. Spesies penghuni laut dalam ini hidup di bagian lautan yang tak terjangkau cahaya matahari.

Yaitu di bawah epipelagik atau zona fotik lautan. Hewan laut pada umumnya menghuni zona batial dan zona abisal di kedalaman 4000-6000 meter. Penghuni laut yang akan kita bahas kali ini adalah hiau hantu atau dikenal juga sebagai chimaera dalam pohon evolusi kehidupan karena penampilannya yang membingungkan.

Baca juga: Darurat, Pari Gergaji Terancam Punah

Chimaera termasuk dalam keluarga ikan laut dalam yang tubuhnya tidak ditopang oleh tulang keras, melainkan oleh tulang rawan. Hewan ini memiliki ciri mata yang besar, sirip seperti sayap burung, dan gigi pipih untuk menggilas makanan. Para ilmuwan memperkirakan ada hampir 50 spesies hiu hantu yang hidup di lautan seluruh dunia. Sayangnya, hewan ini jarang terlihat karena kecenderungannya untuk hidup di laut dalam.

Meski sering disebut sebagai hiu hantu karena penampilan yang hampir serupa, chimaera bukanlah hiu. Hewan ini telah mengalami penyimpangan evolusi dari leluhur yang sama dari hiu jutaan tahun lalu.

Baca juga: Strategi Kelola Hiu dan Pari

Ikan penghuni laut dalam

Hiu hantu (ghost shark) merupakan biota laut dengan jenis ikan bertulang rawan dan masih memiliki kekearabatan dengan hiu dan pari. Hiu ini dikenal karena sirip punggungnya yang aneh, terkadang bercabang atau meyerupai papan setrika surealis. Selain rongga mata yang sangat besar, peneliti juga mendokumentasikan karakteristik chimaera lain pada fosil ini, termasuk struktur saraf kranial besar, lubang hidung dan telinga dalam. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa D. oosthuizeni menyimpang dari hiu Symmoriidae dan kemudian berevolusi menjadi hiu hantu yang ada pada saat ini.

Baca juga: Plankton, Si Penentu Kualitas Air

Peneliti menduga bahwa rongga mata D. oosthuizeni yang begitu besar merupakan bentuk adaptasi pada lingkungan perairan laut dalam yang minim cahaya. Adaptasi ini memungkinkan mereka berburu mangsa dalam kondisi gelap. Ini juga berarti bahwa hiu hantu beradaptasi terhadap kondisi minim cahaya lebih awal daripada yang diduga sebelumnya.

Baca juga: Kima, Kerang Raksasa Penyelamat Lautan

Bentuk Unik Hiu Hantu
bermata besar, Sirip seperti sayap burung, Gigi pipih dan besar seperti gigi kelinci/tikus tubuh meruncing, ekor panjang dan tipis. Hiu hantu termasuk dalam kelompok ikan chimaeras, ikan bertulang rawan dalam ordo chimaeriformes, bentuknya aneh karena adaptasi lingkungan laut dalam.

Related News

Jagad Tani - Petaninya Milenial App Download

Free Sign & Download, Android App