• 29 September 2021

Venus Flytrap, Tumbuhan Pemakan Serangga

uploads/news/2021/05/venus-flytrap-tumbuhan-pemakan-2224599057cc7b4.jpg
SHARE SOSMED

"Harus ada setidaknya dua gerakan dalam 20 detik atau kelopak bunga tidak akan menutup"

JAKARTA - Pada umumnya, tumbuhan merupakan salah satu tempat favorit bagi para serangga, baik untuk mencari makan atau menetap. Akan tetapi, ada satu jenis tumbuhan yang justru menjadi jebakan bagi para serangga. Adalah venus flytrap, tumbuhan pemakan daging atau karnivora yang disebut Charles Darwin sebagai "Tumbuhan Pemangsa Serangga".

Satu venus biasanya memuliki sekitar enam batang dengan daun berengsel. Ukuran tanaman pemakan serangga ini kecil sehingga bisa ditempatkan di dalam pot dan kemudian di taruh di mana saja. Bentuk daun Venus flytrap ini dikelilingi duri kecil yang mirip dengan mulut, bisa menutup dan membuka. Tanaman ini menjebak serangga terutama lalat dengan mengeluarkan lendir, menyerap kandungan nitrogen. 

Baca Juga: Surga Kopi Arabika di Cianjur

Daun-daun itu dilapisi dengan gigi dan menyatu dengan rahang yang mirip dengan cangkang. Saat daunnya menutup, mereka membentuk sebuah jebakan dalam perangkap individu berukuran sekitar 3 sentimeter. Tumbuhan ini berasal dari Carolina Utara dan Carolina Selatan, tetapi telah diperkenalkan ke negara bagian lainnya, termasuk Florida dan New Jersey.

Menurut laporan National Wildlife Federation, venus flytrap menyukai tanah lembab dan asam yang banyak ditemukan di bawah hutan. Mereka juga membutuhkan kelembapan tinggi dan banyak sinar matahari untuk tumbuh subur. Hal yang paling memikat dari tumbuhan ini adalah cara mereka makan.

Baca Juga: Sulap Atap Sekolah Jadi Kebun

Nektar yang harum Venus biasanya memikat serangga dengan lapisan kemerahan di daun dan dengan mengeluarkan nektar yang harum. Saat serangga hinggap di rahang penangkap lalat, ia tak langsung menyerang. Rambut sensorik yang disebut trikoma di bagian dalam kelopak pada dasarnya menghitung pergerakan serangga.

Harus ada setidaknya dua gerakan dalam 20 detik atau kelopak bunga tidak akan menutup. Ini mencegahnya dari menjebak puing-puing atau barang lain yang tidak akan menjadi makanan yang enak. Pada gerakan kedua, tanaman menutup rahangnya kurang dari sedetik dengan mengubah dari bentuk cembung ke bentuk cekung.

Baca Juga: Kopi Papua dari Pegunungan Bintang

Proses mencerna serangga Bulu-bulu di tepi daun berfungsi seperti jeruji penjara untuk mencegah serangga melarikan diri. Pada gerakan ketiga, ia mulai mencerna serangga. Cairan pencernaan dimasukkan ke area mulut dan mereka menghancurkan serangga. Setelah lima hingga 12 hari, tanaman akan terbuka kembali dan bagian-bagian serangga yang tidak dapat dicerna akan rontok.

Mangsa utama penangkap venus adalah semut. Namun, ia juga memakan lalat, kumbang, siput, laba-laba, dan bahkan katak kecil. Venus terdaftar sebagai spesies yang rentan oleh International Union for Conservation of Nature's Red List of Threatened Species. Baca juga: 3 Tanaman yang Jadi Sorotan di 2019: Bajakah, Kratom, dan Porang Tumbuhan ini rentan terhadap pemanenan berlebihan dan perusakan habitat. Venus juga termasuk tumbuhan tahunan, maksudnya mereka akan mekar dari tahun ke tahun.

Baca Juga: Bangkai Belalang yang Halal Dimakan

 

 

Related News

Jagad Tani - Petaninya Milenial App Download

Free Sign & Download, Android App