• 19 September 2021

Seberapa Sering Kebakaran Hutan Terjadi?

uploads/news/2021/04/seberapa-sering-kebakaran-hutan-441971769fc57f1.jpg
SHARE SOSMED

"Karhutla berulang hampir setiap tahun di Indonesia.ketika memasuki musim kering apalagi musim kering (el nina) seperti saat ini"

Jakarta - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karthula) sering terjadi di beberapa wilayah Indonesia, seperti Kalimantan dan Riau.

Karhutla berulang hampir setiap tahun di Indonesia.ketika memasuki musim kering apalagi musim kering (el nina) seperti saat ini, karhutla terjadi di banyak tempat. kebakaran hutan lindung sampai kebakaran perkebunan meskipun sudah diantisipasi dan diingatkan jauh-jauh hari.

Menurut Ahli Kebakaran Hutan, Prof Bambang Hero Saharjo, ia mengatakan sesudah kebakaran hebat pada tahun 2015, kebijakan pemerintah Indonesia di sektor kehutanan fokus kepada pemulihan gambut, salah satunya adalah menetapkan pembentukan Badan Restorasi Gambut (BRG) di 2016.

Baca JugaAnalisis Kerugian Ekonomi Akibat Karhutla

“Kalau kebakaran hutan itu terjadi di dalam Kawasan hutan, sementara kebakaran lahan terjadi di luar Kawasan hutan. Kebakaran hutan dan atau lahan belakangan ini semakin sering terjadi, dan relatif terjadi hampir setiap tahun, meskipun luasan totalnya relatif berkurang, misal tahun 2019 sekitar 1,64 juta ha dan tahun 2020 sekitar 296 ribu Ha,” Jelasnnya kepada Jagadtani.id melalui pesan singkat.

Bersama dengan KLHK, BRG ini memiliki mandat untuk melakukan restorasi sekitar dua juta hektare lahan gambut di tujuh provinsi prioritas Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua hingga 2020.

Baca JugaPembaharuan Hutan Untuk Kesejahteraan Manusia

Menurut Prof Bambang, Restorasi gambut yang dilakukan oleh BRG mencakup tiga kegiatan yaitu pembangunan sekat kanal (rewetting) untuk membasahi kembali lahan gambut yang mengering, penanaman kembali jenis tanaman ramah gambut (revegetation), dan revitalisasi mata pencaharian masyarakat setempat.

Hingga tahun 2018, BRG memperkirakan sudah merestorasi sekitar 700 ribu hektare gambut.

Baca JugaSemakin Mengecilnya Hutan Pulau Jawa

Untuk indikator pemulihan lahan gambut, pemerintah menetapkan beberapa kriteria antara lain minimal 0.4 meter untuk tinggi muka air (ground water level) di gambut dan revegetasi seluas 500 hektare di tahun ketiga setelah penanaman.

“makin kesini sebenarnya, luas hutan yang terbakar itu berkurang kenapa? hal itu terjadi baik itu karena sudah ada penanganan yang lebih baik serta yang tidak boleh dilupakan adalah terjadi pada saat La-Nina, sehingga curah hujan relatif tinggi yang sering terjadi yang cenderung mengurangi bahkan menekan terjadinya kebakaran,” Tambahnya.

Baca JugaKetika Pohon Lenyap dari Bumi

Related News

Jagad Tani - Petaninya Milenial App Download

Free Sign & Download, Android App