• 19 September 2021

Sulap Sampah Jadi Pakan Ternak

SHARE SOSMED

"KLHK mendorong masyarakat untuk memanfaatkan sampah rumah tangga menjadi barang yang lebih berguna"

Klaten - Bagi sebagian orang, sampah rumah tangga biasanya hanya dibuang begitu saja, karena dianggap kotor dan tak berguna. Namun siapa sangka jika sampah rumah tangga ternyata bisa bermanfaat, misalnya dibuat pupuk kompos hingga pakan ternak.

Seperti yang digaungkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam Sosialisasi dan Pemberdayaan Masyarakat Tentang Ketahanan Pangan Sehat Berbasis Pengolahan Sampah di Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Klaten, Jawa Tengah baru-baru ini.

KLHK mendorong masyarakat untuk memanfaatkan sampah rumah tangga menjadi barang yang lebih berguna. Sampah rumah tangga bisa menjadi pupuk kompos dan pakan ternak.

Baca JugaSampah Plastik Ancam Biota Laut

"Sampah yang dulu menjadi sesuatu yang tidak diinginkan, tidak berguna, ternyata bisa bermanfaat atau bernilai," ujar Kepala Bidang Evaluasi dan Tindaklanjut Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup, Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (P3E Jawa), KLHK, Sumartinah.

Kegiatan sosialisasi ini terselenggara atas kerjasama antara KLHK, Pemerintah Desa Wonoboyo, Pemerintah Kecamatan Jogonalan, serta pegiat lingkungan Wasteless Project yang mengajarkan tentang tata kelola sampah.

Baca JugaMenggali Potensi Black Soldier Fly

Wasteless Project merupakan program ekosistem kehidupan yang menerapkan asas manfaat pada setiap kegiatan yang menghasilkan sampah dan limbah. Karena sampah dan limbah dapat dimanfaatkan kembali dan memiliki nilai tambah

Melalui sosialisasi ini, KLHK ingin memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah rumah tangga. Seperti diketahui, sampah rumah tangga meliputi organik dan anorganik. Keduanya bisa dimanfaatkan secara maksimal dengan cara memilahnya.

"Kami ingin menumbuhkan kepedulian dan kesadaran masyarakat sehingga bijak dalam mengelola sampah agar menjadi bernilai lebih. Di dalam rumah tangga itu kita bisa memanfaatkan sampah atau mendaur ulang sampah dan bahkan membatasi sampah itu agar nilainya lebih berkah lagi," ujar Sumartinah.

Baca JugaMudahnya Membuat Pupuk Kompos Organik

Pegiat lingkungan yang juga sebagai Co-Founder Wasteless Project, Alexander Enrico, mengatakan, dengan adanya pelatihan dan sosialisasi ini diharapkan dapat merubah paradigma masyarakat tentang tata kelola sampah. Sehingga masyarakat dapat memperoleh benefit dari sampah yang sering dipandang sebagai masalah.

"Kami ingin memberikan solusi kepada petani dan peternak yang memiliki problem seperti harga pupuk dan pakan yang melambung tinggi. Melalui pelatihan ini diharapkan para petani dan peternak dapat membuat pupuk dan pakan secara mandiri dengan pola yang sehat," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Wonoboyo, Supardiyono, mengatakan, dalam sosialisasi ini sekaligus diberikan pelatihan cara pembuatan pupuk organik satu jam jadi. Hal ini penting karena permasalahan sampah dari tahun ke tahun terus meningkat.

Baca JugaMencegah Penyakit Unggas dan Jeruk

Volume sampah di Desa Wonoboyo setiap rumah mencapai setengah kilogram setiap harinya. Sebelumnya, sampah dibuang begitu saja karena belum ada pemilahan dan pengelolaan. Saat ini, sampah mulai digarap, khususnya organik untuk pupuk kompos dan pakan ternak. Sedangkan sampah anorganik disetorkan ke pengepul sampah.

"Saat ini mulai bergerak memanfaatkan sampah rumah tangga. Kita rubah mindset. Sampah kita pilah bersama dan dimanfaatkan bersama agar menjadi berkah," ujarnya.

Supardiyono mengatakan, di desanya kini sudah memiliki rumah kompos dan tanah seluas 7.000 meter persegi untuk demplot tanaman holtikultura. Melalui pengelolaan sampah ini diharapkan lingkungan akan lebih tertata dan kesuburan tanah akan semakin terjaga.

Baca Juga: Kementan Ungkap Peluang Ekspor Beras

"Lokasi untuk demplot ini merupakan lahan tandus. Nanti setelah dua bulan kita lihat hasilnya seperti apa setelah menggunakan pupuk kompos buatan sendiri. Semoga tanah menjadi subur. Rencananya kita kembangkan sebagai wisata edukasi dibidang pertanian," ujarnya.

Related News

Jagad Tani - Petaninya Milenial App Download

Free Sign & Download, Android App