• 16 April 2021

Menggali Potensi Black Soldier Fly

uploads/news/2021/02/menggali-potensi-black-soldier-785755596b540a2.jpg
SHARE SOSMED

Serangga dewasanya itu tidak mengganggu, larvanya berperan penting sebagai pengurai dengan memakan berbagai jenis bahan organik yang membusuk.

JAKARTA - Berbicara tentang serangga, ada serangga yang merugikan dan ada serangga yang memberikan manfaat.

Salah satu serangga bermanfaat untuk manusia adalah lalat tentara hitam atau black soldier fly (BSF).

Menurut Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) University dari Departemen Proteksi Tanaman, Prof. Dr. Damayanti Buchori mengatakan, BSF diduga sudah muncul 40 juta tahun yang lalu.

Jika ditelusuri lagi maka sebetulnya nenek moyangnya itu di awal sudah muncul sejak 160 juta tahun yang lalu, kemudian ada diversifikasi.

Baca juga: Maggot Kering ala TPS-3R Bogor

Serangga dewasanya itu tidak mengganggu, larvanya berperan penting sebagai pengurai dengan memakan berbagai jenis bahan organik yang membusuk. Larvanya juga mampu mengubah sejumlah besar biomassa limbah menjadi protein (lebih dari 40%) dan lemak (lebih dari 30%). BSF ini bisa ditemukan di seluruh belahan bumi," jelas Prof. Damayanti dalam keterangannya.

Menurutnya, BSF bukan pemakan tanaman, sehingga dia bukan hama.

Selain itu, BSF juga berperan sebagai dekomposer karena memiliki tipe mulut kuat yang memungkinkan mereka untuk menghancurkan dan melahap limbah.

BSF juga memiliki kemampuan untuk mencerna senyawa organik sebelum senyawa tersebut sempat membusuk, sehingga langsung menghilangkan bau limbah.

Kemampuan larva memakan sampah organik disebabkan adanya selulotik dalam ususnya yang menghasilkan enzim selulase yang berperan dalam hidrolisis selulosa.

"Mudah-mudahan BSF menjadi pintu dan jendela untuk masuk inovasi-inovasi berikutnya. Mari kita syukuri berkah Allah dengan adanya BSF. Belajar dari lalat, kita melahirkan mata ajaran ‘objektif’. Kita tidak boleh menjudge sesuatu itu buruk tanpa kita bawa ke laboratorium. Pemanfaatan BSF merupakan kekayaan alam tropika yang selama ini belum dimanfaatkan sebagai sumberdaya biologis tropika yang sangat strategis," ujar Ketua Asosiasi Black Soldier Fly Indonesia, Prof (Ris) Agus Pakpahan.

Dengan adanya informasi terkait BSF serta praktik budidaya dengan teknologi yang sederhana serta dengan teknologi industri skala besar, Ketua Dewan Guru Besar (DGB) IPB University, Prof. Dr. Evy Damayanti, berharap dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.

Baca juga: Manfaat Sesungguhnya dari BSF

Mudah-mudahan ini nanti bisa jadi tulisan atau suatu kerangka acuan untuk bisa mencapai inovasi BSF untuk peningkatan nilai ekonomi,” ujarnya.

Sementera itu, Ketua Asosiasi Profesor Indonesia, Prof. Dr. Ari Purbayanto juga berharap keberadaan profesor di Indonesia yang mencapai 6.500 orang dengan ragam keilmuannya dapat berkiprah dan memberikan kontribusi pemikirannya serta alternatif solusi atas permasalahan bangsa.

Nantinya ini akan menghasilkan rumusan dan pemikiran para guru besar yang insyaAllah tidak hanya memberikan sumbangan pemikiran melainkan juga penyelesaian pakan yang mahal," imbuhnya.

Comment

Related News

Jagad Tani App Download

Free Sign & Download, Android App