• 29 September 2021

Lampeneng, Pisang Langka Dari Bogor

uploads/news/2021/03/lampeneng-pisang-langka-di-1725188735160b6.jpg
SHARE SOSMED

"dari karateristik pisang lampengen mirip dengan pisang tanduk, baik dari tampilan pohon ataupun buahnya"

BOGOR - Sahabat Tani pastinya sudah tidak asing dengan pohon pisang. Buah pisang yang matang banyak digemari untuk dikonsumsi langsung maupun dalam bentuk olahan.

Pohon pisang sendiri banyak ditemukan tumbuh di daerah tropis, seperti Indonesia. Hal ini menandakan bahwa tidak sulit untuk membudidayakan pohon pisang.

Indonesia juga merupakan salah satu pusat keanekaragaman pisang lantaran kaya akan ragam jenisnya. Diantaranya, pisang raja, pisang ambon, pisang kepok, pisang uli, pisang lampung, pisang nangka, pisang tanduk dan masih banyak lagi.

Di Kota Bogor, ada salah satu jenis pisang yang dianggap sudah jarang ditemukan keberadaannya. Yakni pisang lampeneng. Hal itu diutarakan Oji Afandi, pembudidaya pisang.

Baca JugaAtasi Diare Dengan Konsumsi Pisang

Dari berbagai jenis pisang yang dibudidayakan di kebun, Oji baru memiliki satu pohon pisang lampengen. Saat ini, tumbuhan tak berkayu tersebut berumur delapan bulan.

"Itu ditanam delapan bulan lalu. Saya juga tidak menyangka itu pisang lampengen, awalnya justru perasaan saya itu pisang tanduk," kata Oji saat ditemui Jagadtani.id di kebun garapannya di Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat.

Menurut pria berusia 46 tahun itu, dari karateristik pisang lampengen mirip dengan pisang tanduk, baik dari tampilan pohon ataupun buahnya. Namun perbedaannya ketika buah muda kulitnya berwarna hijau muda tidak pekat.

Baca JugaDemi Menghidupkan Kembali Kampung Pisang

Selain itu, buah pisang lampengen ini memiliki cita rasa manis dan wangi yang khas. "Kalau sudah matang (buah) sama warnanya kuning. Hanya saja pisang lampengen ini alot dibagian tangkainya, jadi agak sulit ketika dipatahkan," imbuhnya.

Ia juga menambahkan secara umum untuk perawatannya sama saja dengan jenis pisang lain. Pembersihan rumput liar rutin dilakukan antara dua sampai tiga bulan.

"Hasilnya, rumput liar itu juga bisa disimpan di sekitar pohon untuk jadi kompos. Sedangkan pemupukan, saya biasanya empat bulan sekali pakai kotoran hewan ternak domba," jelasnya.

Kang Ojos panggilan akrabnya membenarkan keberadaan pisang lampengen saat ini sudah langka di Kota Bogor. Namun ia juga mengatakan tidak mengetahui secara pasti asal usul dari pisang tersebut.

Baca JugaKenali Penyakit Darah Pada Pisang

Rencananya, Ojos yang juga ketua kelompok tani Taruna itu akan memperbanyak pohon pisang lampengen di kebunnya. Ia akan menanam kembali tiga tunas yang sudah muncul di sekitar pohon induknya.

"Kira-kira dua bulan lagi ini sudah matang, dan saya akan biarkan (buah) matang di pohon," ujarnya seraya menambahkan ia juga dari dulu ingin memiliki satu jenis pisang lagi yang keberadaan bibitnya sudah sulit ditemukan, yakni pisang angleng.

Baca JugaPisang Kepok Tidak Buat Kapok

 

Related News

Jagad Tani - Petaninya Milenial App Download

Free Sign & Download, Android App