• 28 September 2021

Melihat Kelangkaan Ular Piton Albino

SHARE SOSMED

Hanya ada tiga orang saja di Indonesia yang punya jenis albino ini. Walaupun dijual, harganya bisa setara dengan membeli mobil, bisa mencapai kisaran Rp 170.000.000.”

JAKARTA - Ular piton dengan nama latin Python reticulatus, saat ini bisa menjadi salah satu alternatif satwa eksotis untuk dipelihara.

Salah satu yang memelihara ular piton yaitu, pecinta reptil sekaligus peternak ular, Budi, pemilik dari R3s Reptile.

Saat mengunjungi lokasi kiosnya yang berada di deretan Pasar Burung Barito, Jalan Barito I, RT. 02/RW. 01, Kelurahan Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Terlihat berbagai ular piton miliknya terpajang cantik di dalam akuarium berukuran besar.

Baca juga: Cara Memastikan Ular yang Sehat

Mulai dari piton putih, ball python lucy blue eye, ball python pied, ball python pastel pied, dan masih banyak lagi.

Salah satu yang menarik perhatian, tentu saja si piton albino.

Warna kulitnya yang kuning terang keemasan, disertai dengan motif sisiknya yang khas, menjadi daya tarik tersendiri bagi siapapun yang melihatnya.

Piton albino tersebut, memang terlihat mencolok daripada ular piton lainnya dan terlihat dari ukurannya yang tak kecil dengan panjang badannya yang mencapai 3 meter, serta warna matanya yang merah menyala.

Ular piton albino selama ini memang dikenal sebagai salah satu dari lima jenis ular terbesar di dunia.

Budi mengaku, ia sudah memelihara kurang lebih sebanyak 60 ekor ular dengan berbagai jenis di rumahnya.

Salah satunya ular piton albino yang berusia mencapai 6 tahun dan merupakan salah satu jenis yang amat langka.

Tidak akan mau dijual, karena ini langka. Hanya ada tiga orang saja di Indonesia yang punya jenis albino ini. Walaupun dijual, harganya bisa setara dengan membeli mobil, bisa mencapai kisaran Rp 170.000.000,” ungkap Budi saat ditemui Jagadtani.id belum lama ini.

Budi mengaku, perawatan ular piton relatif mudah.

Pemberian makan dan minum untuk ular cukup seminggu sekali.

Untuk makanannya, biasanya Budi menggunakan tikus atau pakan lain yang bisa digunakan, seperti ayam atau kambing kecil. 

Lebih lanjut, Budi juga mengatakan, pemesanan ular miliknya sudah mencapai ke beberapa wilayah di Indonesia, bahkan hingga ke luar negeri.

Baca juga: Terpana Keindahan Ular Cincin Emas

Anakan juga udah banyak pengirimannya kemana-kemana. Barusan yang tadi diantar ke Semarang, kemudian sudah pernah juga ke Malaysia,” ujar ayah dari tujuh anak itu.

Menurutnya, ular sebenarnya merupakan hewan yang memiliki sifat ramah kepada manusia.

Meskipun tergolong hewan yang cukup liar dan menyeramkan, tidak semua jenis ular akan menggigit dengan ganasnya.

Ular sebenarnya tidak bisa jinak, hanya saja tidak setiap saat ia akan menggigit. Asalkan tangan kita tidak ada bau-bau yang mengundang seperti bau ayam, bau tikus yang merupakan bau makanannya, maka dia (ular) tidak akan menggigit,” tutupnya. 

Related News

Jagad Tani - Petaninya Milenial App Download

Free Sign & Download, Android App