• 28 September 2021

Menanam Bambu si Pembawa Rezeki

uploads/news/2020/12/menanam-bambu-si-pembawa-16970efd8d3d206.jpg
SHARE SOSMED

Merawat bambu rezeki relatif mudah, karena tanaman yang keras ini tidak membutuhkan banyak perawatan.

JAKARTA - Sahabat Tani ada yang mengenal bambu rezeki?

Tanaman yang juga populer dengan nama tanaman pita (ribbon plant atau Dracaena sanderiana ini, sebenarnya bukanlah tanaman bambu.

Tanaman hias ini masuk ke dalam keluarga lily, yang habitat aslinya berada di daerah hutan tropis dan hidup di bawah naungan yang tidak terkena sinar matahari langsung.

Bambu rezeki tergolong tanaman yang indah, mirip bambu yang sebenarnya, dan juga mudah tumbuh meski di dalam ruangan.

Baca juga: Cara Sukses Menanam Lidah Buaya

Dengan sedikit pengetahuan, Sahabat Tani bisa menanamnya di rumah.

Merawat bambu rezeki relatif mudah, karena tanaman yang keras ini tidak membutuhkan banyak perawatan.

Bahkan, dianggap bisa mendatangkan rezeki bagi Sahabat Tani.

Memilih tanaman

Cari tanaman yang menarik bagi Sahabat Tani.

Jangan sekadar memilih tanaman yang pertama kali kalian dapatkan, tetapi carilah tanaman yang sehat.

Sahabat Tani bisa mendapatkan bambu rezeki di pusat pertamanan atau pusat pembibitan terdekat, bahkan di beberapa toko pangan.

Bisa jadi tanaman tersebut diberi label: bambu rezeki atau bambu hoki, tanaman pita, atau kadang-kadang menggunakan nama latinnya Dracaena sanderiana,” tulis WikiHow dalam keterangannya.

Setelah itu, pilihlah bambu rezeki yang berwarna hijau cerah.

Merawat bambu rezeki sendiri tidaklah sulit, tapi jika mendapatkan tanaman yang tidak sehat, perawatannya akan jauh lebih sulit dan tanaman bisa mati.

Ukuran tanaman juga tidak terlalu berpengaruh, karena kebanyakan ukurannya cukup kecil.

Sebaiknya pilih yang warnanya hijau seluruhnya, tak ada bercak, memar, atau kekuningan. Warna batangnya mesti sama dari ujung sampai pangkal. Tidak boleh ada warna cokelat di ujung daun,” katanya.

Lalu, pastikan bambu rezeki ditanam dengan benar dan tidak berbau.

Apa lagi tanaman ini memiliki sifat bandel, namun jika tidak ditanam dengan benar atau mengeluarkan bau asam, berarti tanaman ini sakit dan tidak bisa tumbuh.

Tanaman bambu rezeki tidak berbau wangi seperti bunga, tetapi jika tidak disiram dengan benar, akan muncul bakteri dan menimbulkan bau kurang sedap,” sebutnya.

“Cek ketinggian air, lihat apakah tanaman itu tanahnya mendapat pupuk. Banyak tanaman bambu rezeki ditanam secara hidroponik, hanya ditanam di air dengan kerikil untuk menahan batang-batangnya. Namun, sebagian ditanam di tanah. Karena itu, coba cek untuk memastikan setidaknya ketinggian airnya sampai setengah, atau tanahnya lembap, tapi tidak tergenang,” tambahnya.

Menanam bambu rezeki

Hal pertama yang harus Sahabat Tani lakukan yaitu, tentukan apakah akan menanam bambu rezeki di air atau di atas tanah?

Kedua pilihan tersebut punya keunggulan masing-masing, tergantung bagaimana kalian hendak merawatnya.

Terlalu banyak tanah atau pupuk bisa merusak tanaman Sahabat Tani.

Namun, jika Sahabat Tani memakai air keran dan air tersebut mengandung flourida, kalian membutuhkan tanah dan pupuk, agar ujung tanaman itu tidak kuning.

Jika menanamnya di air, Anda membutuhkan beberapa kerikil untuk menopangnya. Jika di tanah, coba campur sepertiga masing-masing bagian yaitu pasir, gambut (peat moss), dan tanah biasa untuk memastikan drainasenya bagus,” paparnya.

Jika hendak menaman bambu rezeki di air, pastikan tanaman Anda mendapatkan dasar yang kokoh untuk akarnya. Sebaiknya gantilah air setidaknya sekali seminggu supaya bambu rezeki tidak busuk. Baik juga jika Anda membilas vas, kerikil, dan tanaman setiap kali mengganti air. Jika hendak menanamnya di tanah; sirami tanaman secukupnya supaya tanahnya lembap,” tambahnya.

Setelah itu, pilih pot yang tepat dengan ukuran sekitar 5 sentimeter lebih besar dari diamater tanaman.

Kebanyakan bambu rezeki sudah dijual bersama dengan pot, tetapi Sahabat Tani dapat menggunakan pot sendiri sesuai keinginan kalian.

Wadah yang bening cocok untuk media tanam air dan dapat memamerkan tanaman serta kerikilnya, tetapi pastikan tanaman itu tidak terkena matahari langsung. Anda juga dapat memakai pot dari keramik dan menanam bambu rezeki entah di air atau tanah. Jika Anda menggunakan tanah, tanam bambu rezeki dengan pot yang memiliki lubang-lubang drainase,” jelasnya.

Lalu, tambahkan sedikit pupuk secara berkala agar mempercepat pertumbuhan.

Meski demikian, terlalu banyak memberikan pupuk justru lebih buruk ketimbang tidak diberi pupuk sama sekali.

Jadi, gunakan pupuk sedikit saja.

Hal perlu diperhatikan untuk tanaman bambu rezeki dalam pot, sebab pupuk tersebut tidak larut oleh siraman air hujan ataupun mengalir keluar sebagaimana jika ditanam di tanah.

Merawat dan mempercantik bambu rezeki

Untuk merawat bambu rezeki, Sahabat Tani cukup sirami sesekali saja.

Bambu rezeki sendiri tidak membutuhkan banyak air, jika kebanyakan air, justru akan merusaknya.

Tambahkan air untuk tanaman Anda kira-kira sekali seminggu dan pastikan tinggi airnya kira-kira beberapa sentimeter, cukup untuk merendam akarnya. Jika Anda menanam bambu rezeki di tanah, pastikan tanahnya tidak terlalu lembap atau kering. Bambu rezeki dapat tumbuh di air saja, jadi jika tanah atau pupuknya terlalu banyak justru dapat merusaknya,” paparnya.

Jangan lupa, jauhkan bambu rezeki dari sinar matahari langsung.

Mengingat, di alam bebas, bambu rezeki biasanya hidup di tempat teduh, terlindung dari sinar matahari langsung oleh tanaman lain yang lebih tinggi.

Sebaiknya Sahabat Tani menaruh tanaman ini di tempat terbuka yang terang, tetapi tidak terkena sinar matahari langsung sepanjang hari.

Untuk memberikan perawatan terbaik bagi bambu rezeki Anda, jauhkan tanaman itu dari jendela yang mendapat banyak sinar matahari. Alih-alih, taruh bambu rezeki di ruangan yang tidak terlalu terpapar. Tanaman bambu rezeki bisa tumbuh dengan baik di suhu antara 18-32 derajat celsius,” ujarnya.

Jika Sahabat Tani ingin mempercantik penampilan bambu rezeki, pilih beberapa batang terbaik untuk membuat rangkaian dan dapat dipamerkan.

Kalian dapat memanipulasi batang-batang tersebut, supaya tumbuh melilit satu sama lain atau membuatnya bergelombang dengan sedikit usaha.

Untuk membuatnya, pakailah batang muda yang baru tumbuh dan belum mengeras.

Anda dapat menanam bambu rezeki secara berjajar atau berbaris jika ingin menginginkan batang yang lurus. Untuk melengkungkan bambu rezeki, pakai kardus lalu buang bagian bawah serta satu sisinya. Taruh kardus itu di atas tanaman Anda dengan bagian terbuka menghadap sinar matahari. Batang bambu rezeki akan melengkung ke arah sinar matahari saat batang itu bertumbuh. Begitu Anda melihatnya melengkung, putar tanaman Anda,” jelasnya.

Anda juga bisa melilitkan kawat di sekitar batang muda sehingga bersilangan. Ketika batang itu tumbuh besar, tambahkan beberapa kawat supaya batang-batang itu stabil saat mereka bersilangan,” lanjutnya.

Terkadang, ujung-ujung daun bambu rezeki akan menjadi kuning.

Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor: tanaman kurang air, terlalu banyak tanah atau pupuk, atau terlalu banyak terkena sinar matahari.

Sahabat Tani bisa memangkas bagian yang kuning atau membuang seluruh daunnya.

Untuk memangkas ujung daunnya, sterilkan gunting tanaman Anda dengan mengusapkan alkohol atau cuka, kemudian potong bagian yang kuning mengikuti bentuk alami daun bambu rezeki. Anda dapat membuang seluruh daun tersebut dengan menariknya ke bawah mulai dari pangkal daun,” tulisnya.

Ketika satu atau dua batang bambu rezeki sudah terlalu tinggi, Sahabat Tani dapat memotong lalu menanamnya kembali.

Dengan demikian, bambu rezeki tidak terlalu rapat dan dapat menghasilkan tanaman baru.

Ambil batang tertinggi dan buang daun yang kecil-kecil di bagian bawah tunas. Dengan pisau atau gunting steril, potong tunas kira-kira 2,5 sentimeter. Taruh potongan tunas itu di mangkuk berisi air distilasi yang bersih. Taruh di tempat teduh kira-kira satu sampai dua bulan hingga tunas itu muncul akarnya. Begitu Anda melihat akar, Anda dapat menanamnya di pot yang sama tempat tanaman bambu rezeki Anda sebelumnya,” imbuhnya.

Baca juga: Cara Mudah Menanam Adas Sowa

Beberapa orang kerap melilitkan pita emas atau merah pada batang bambu untuk menyatukannya.

Banyak yang percaya jika hal tersebut merupakan simbol pembawa rezeki.

Tambahkan kerikil sebagai sentuhan terakhir dan untuk menopang susunan tanaman bambu rezeki tersebut. Taruh tanaman bambu rezeki Anda di tempat Anda bisa memandangnya dan Anda tidak lupa merawatnya,” tutupnya.

Related News

Jagad Tani - Petaninya Milenial App Download

Free Sign & Download, Android App