• 28 September 2021

Cara Mudah Menanam Adas Sowa

uploads/news/2020/11/cara-mudah-menanam-adas-45093340becfb4a.jpg
SHARE SOSMED

Adas sowa bersifat menyebar-sendiri, artinya tanaman ini menghasilkan biji yang akan menyebar menjadi tanaman baru.

JAKARTA - Adakah Sahabat Tani yang akrab dengan tanaman adas sowa atau daun dill (Anethum graveolens)?

Adas sowa merupakan herba parenial yang sering digunakan untuk acar maupun sup, saus, salad, dan semur.

Selain lezat, adas juga mudah ditanam di dalam ruangan, maupaun di kebun, dan bisa menjadi tambahan yang menarik bagi kebun herba maupun kebun sayuran.

Baca juga: Menanam Paprika di Pekarangan Rumah

Tanaman ini hanya membutuhkan tempat yang terang dan tanah yang sedikit asam, serta berdrainase baik.

Melansir WikiHow, spesialis rumah dan taman asal Pennsylvania, Amerika Serikat, Maggie Moran, membagikan tipsnya untuk Sahabat Tani.

Hal pertama yang harus dilakukan yaitu, menyemai biji adas sowa.

Sahabat Tani bisa menggunakan dua varietas yang umumnya sering ditanam.

Seperti boquet, varietas adas yang umumnya ditanam di kebun, sementara superdukat merupakan varietas adas yang aromanya sangat tajam.

Tanamlah adas di dekat kol atau bawang untuk merangsang pertumbuhannya. Namun, jauhkan dari wortel karena justru akan menghambat pertumbuhan,” sebutnya.

Pilih lokasi yang mendapatkan terpaan sinar matahari langsung selama 6 hingga 8 jam setiap hari.

Jika Sahabat Tani tidak yakin dengan kondisi di kebun, perhatikan saja letak bayangan jatuh sepanjang hari saat matahari sedang cerah.

Kemudian, pilih tempat yang paling terang untuk menanam adas sowa.

Adas sowa bersifat menyebar-sendiri, artinya tanaman ini menghasilkan biji yang akan menyebar menjadi tanaman baru. Jadi, pilihlah tempat permanen untuk menanam adas selama beberapa tahun ke depan. Jika Anda tidak memiliki tempat yang disinari matahari selama 6-8 jam sehari, tanam saja adas di tempat paling terang yang ada di kebun. Adas bisa hidup di tempat teduh, tetapi tidak akan tumbuh terlalu rimbun, jelas Moran.

Lalu, gunakan kertas pengukur pH untuk mengetahui tingkat keasaman tanah.

Tancapkan kertas pH ke dalam tanah, kemudian bandingan dengan bagan warna untuk menentukan level pH tanah.

Menurut Moran, adas sowa akan tumbuh paling subur dalam tanah yang sedikit asam atau pH antara 5,8 hingga 6,5.

Jika tanah terlalu asam, naikkan pH dengan menambahkan kapur bubuk. Jika tanah terlalu basa, Anda bisa menambahkan aluminium sulfat,” ujarnya.

Sebelum menanam adas, tambahkan kompos yang sudah lapuk ke dalam tanah.

Ini karena, adas sowa paling cocok tumbuh di tanah berdrainase baik dan penambahan kompos bisa membantu mencegah air menggenang.

Namun, jika kualitas tanah kurang baik, Sahabat Tani tidak perlu khawatir.

Karena, Adas juga suka kondisi tanah yang agak buruk dan berpasir.

Anda bisa membuat kompos sendiri dari sisa makanan rumah tangga atau membeli kompos dari toko tanaman,” katanya.

Taburkan biji adas sowa langsung ke atas tanah pada April hingga Mei, jika Sahabat Tani tinggal di daerah Subtropis.

Ini karena, waktu terbaik untuk menanam adas yaitu setelah embun beku berakhir.

Setelah itu, tanam biji adas sedalam 0,50 sentimeter dan sejauh 50 sentimeter, lalu timbun dengan tanah.

Cara menanam adas perlu disesuaikan berdasarkan iklim tempat tinggal Anda dan waktu embun beku terakhir muncul pada musim semi. Taburkan biji adas langsung ke dalam tanah di tempat Anda ingin menanamnya, karena adas tidak bagus jika dipindah-pindahkan,” tuturnya.

Jika Anda tidak memiliki ruang yang cukup, atau jika Anda lebih suka menanam adas di dalam ruangan, taburkan biji adas langsung ke dalam wadah sebesar minimal 30 sentimeter. Letakkan pot di tempat yang teterpa sinar matahari langsung selama 5 hingga 6 jam setiap hari,” tambahnya.

Lalu, taburkan biji tambahan setiap tiga hingga empat minggu sekali, agar Sahabat Tani bisa memanen adas sowa segar secara berkelanjutan.

Jika Sahabat Tani ingin terus menikmati adas segar sepanjang musim panas dan musim gugur, teruskan menanam adas baru setiap beberapa minggu sekali.

Teruskan menanam adas baru setiap beberapa minggu sekali hingga sekitar 90 hari sebelum embun beku pertama tiba pada musim dingin.

Jika Anda tidak akan menggunakan adas dalam jumlah yang banyak sekaligus, tanam saja biji adas dalam jumlah sedikit di awal, kemudian tambahkan sedikit lagi beberapa minggu kemudian, dan seterusnya. Dengan begitu, Anda tidak perlu memanen adas dalam jumlah yang banyak sekaligus,” katanya.

Memelihara adas sowa

Untuk memelihara adas sowa, biarkan tanah hingga kering sebelum disiram lagi.

Adas sowa sendiri tidak menyukai air yang terlalu banyak, tetapi Sahabat Tani tidak boleh membiarkan tanah hingga benar-benar kering, karena tanaman bisa mati.

Jangan lupa untuk memeriksa tanah setiap hari dengan cara menyentuhnya dengan jari dan tambahkan air jika sudah terasa kering.

Jika adas disiram terlalu banyak, tanaman akan berubah kuning,” ujarnya.

Cabut beberapa anakan sekitar dua minggu setelah tunas adas muncul dari dalam tanah.

 Setelah ditanam, anakan adas akan tumbuh sekitar 10-14 hari kemudian.

Sekitar 10-14 hari berikutnya, periksalah barisan adas dan kurangi jumlah anakan hingga tanaman hanya tersisa satu batang di setiap jarak 30-45 sentimeter.

Sisakan anakan terkuat dan cabut yang tampak lemah atau rusak.

Mengurangi anakan akan membuat adas memiliki ruang tumbuh yang memadai. Anda bisa mencabut anakan adas dengan mudah menggunakan tangan,” sebutnya.

Pangkas pucuk tanaman setelah tingginya mencapai 20 sentimeter.

Gunakan gunting setek untuk memotong 5 hingga 8 sentimeter pucuk tanaman.

Pemangkasan akan membantu nutrisi tanaman menyebar ke samping, alih-alih ke atas, dan akan membuat adas menjadi lebih rimbun dan berdaun lebat.

Dengan memangkas pucuknya, bagian atas tanaman akan menjadi lebih ringan dan tanaman akan tetap bisa menopang bobotnya sendiri,” katanya.

Lalu, beri pupuk satu kali pada akhir musim semi.

Pupuk terbaik untuk adas sowa merupakan campuran 15-5-10, yang mengandung 15% nitrogen, 5% fosfor, dan 10% kalium.

Gunakan 0,45 kilogram pupuk untuk setiap 9 meter persegi tanah di kebun.

Anda bisa membeli pupuk 15-5-10 di sebagian besar toko tanaman,” cetusnya.

Potong bunga yang tumbuh terlalu dini, agar tanaman menumbuhkan lebih banyak daun.

Hal ini karena, adas sowa memiliki aroma terbaik sebelum berbunga, jadi Sahabat Tani bisa memanfaatkan adas lebih lama dengan membuang bunga yang tumbuh pertama.

Anda bisa dengan mudah memotong bunga adas menggunakan tangan atau gunting kecil jika mau,” tuturnya.

Jika sahabat tani melihat hama yang menyerang adas sowa, bersihkan tanaman dengan tangan.

Adas sowa tahan terhadap penyakit, namun bisa diserang ulat peterseli dan ulat tomat.

Keduanya merupakan hama yang umum berada di kebun.

Hama ini tidak menggigit, tetapi jika Anda tidak suka menyentuh ulat dengan tangan kosong, pakai saja sarung tangan berkebun. Ulat peterseli berwarna hitam, kuning, dan putih, dengan kombinasi bintik-bintik dan garis, dan ada yang memiliki tanduk kuning atau oranye. Ulat tomat adalah ulat berwarna hijau dengan tubuh bersekat-sekat dan kaki yang menyerupai cangkir isap,” jelasnya.

Jangan lupa, setiap Sahabat Tani menyiram tanaman, carilah gulma baru yang tumbuh, lalu cabut dengan tangan atau alat lain.

Karena, gulma bisa menghabiskan nutrisi di dalam tanah yang dibutuhkan oleh adas untuk tumbuh subur.

Gunakan tali untuk mengikat batang ke turus jika ada tanaman yang sudah memiliki batang yang tinggi, kurus, dan mudah patah, gunakan tali untuk mengikat batang ke turus, atau cuaca buruk akan tiba.

Jika Anda tidak memiliki turus, ikat saja batang adas ke ranting atau tiang kecil. Saat adas terus tumbuh, Anda perlu mengikat bagian atas tanaman secara berkala. Jika adas ditanam pada pot di dalam ruangan dan kurang mendapatkan terpaan sinar matahari, tanaman akan cenderung tumbuh lebih tinggi dan lebih kurus dibandingkan adas yang ditanam di luar ruangan. Jadi, Anda akan membutuhkan turus untuk menyangganya,” paparnya.

Untuk memanennya, Sahabat Tani hanya perlu memotong daun adas segar seperlunya selama musim pertumbuhan.

Untuk mendapatkan aroma terbaik, daun adas harus dipanen tidak lebih dari 90 hari setelah ditanam.

Namun, Sahabat Tani bisa menggunakannya segera setelah daun adas tumbuh.

Kapan pun Sahabat Tani ingin memasak dengan bahan adas, gunakan saja gunting untuk memotong daun sedekat mungkin dengan batangnya.

Adas sowa yang ditanam di dalam ruangan biasanya sudah siap dipanen setelah delapan minggu,” tuturnya.

Jika Sahabat Tani ingin memanen biji adas, biarkan tanaman berbunga, kemudian tunggu beberapa minggu hingga biji adas dewasa dan matang.

Setelah buah adas dipotong, letakkan di atas kantong kertas atau plastik dan biarkan beberapa minggu hingga mengering.

Biji adas akan rontok dari buahnya dan itu artinya biji siap digunakan.

Biji adas kering biasanya digunakan untuk membuat acar serta sebagai penambah rasa untuk sup dan semur,” katanya.

Untuk mempertahankan aroma daun adas, lipatlah adas di dalam handuk kertas lembap, kemudian masukkan handuk kertas ke dalam kantong plastik.

Untuk hasil terbaik, letakkan kantong plastik tersebut di kotak sayuran di dalam lemari es.

Anda juga bisa menyimpan daun adas segar di dalam wadah tertutup di lemari pembeku yang akan tahan disimpan hingga setahun,” imbuhnya.

Baca juga: Cara Sukses Menanam Lidah Buaya

Biasanya, herba kering, termasuk bijinya, tahan disimpan dalam jangka waktu yang nyaris tidak terbatas, meskipun aromanya akan mulai memudar seiring waktu.

Jadi, simpan daun atau biji adas sowa yang telah dikeringkan ke dalam wadah kedap udara.

Pilihan terbaik untuk menyimpan adas kering antara lain kantong plastik yang bisa ditutup kembali dan wadah atau stoples dengan tutup kedap udara,” tutupnya.

Related News

Jagad Tani - Petaninya Milenial App Download

Free Sign & Download, Android App