• 29 September 2021

Cara Menghasilkan Daging Rendah Lemak

uploads/news/2020/12/cara-menghasilkan-daging-rendah-74532652aba5dc9.jpg
SHARE SOSMED

Pakan hasil samping industri sawit cenderung menghasilkan kualitas daging, yang memiliki kadar lemak rendah.”

JAKARTA - Bila Sahabat Tani sedang menjalankan usaha pengembangbiakan atau pembesaran sapi potong, akan lebih menguntungkan jika terintegrasi dengan sektor pertanian atau perkebunan dan agroindustri-nya.

Menurut peneliti Noor Hudhia Krishna, peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan Penelitian Pertanian (Balitbangtan), pemeliharaan dengan pakan terintegrasi merupakan manajemen beternak sapi yang saling menopang dan memberi manfaat.

Baca juga: Peluang Usaha Ternak Sapi Bali

Misalnya, sapi potong diberi pakan dari hasil samping pertanian seperti jerami atau dedak padi, lalu lahan pertanian menerima manfaat pupuk dari kotoran sapi,” ujarnya dalam keterangan tertulis Balitbangtan, Jumat (11/12).

Hasil samping agroindustri sawit yang paling menonjol yaitu, bungkil inti sawit, yang merupakan bahan sumber protein.

Selain bungkil, dari segi jumlah biomas yang dihasilkan, pelepah sawit dapat digolongkan sebagai bahan pakan ruminansia yang potensial,” tuturnya.

Karena itu, Balitbangtan pun melakukan penelitian mengenai kualitas daging sapi bali jantan yang diberi pakan berbasis sawit.

Penelitian tersebut dilaksanakan oleh Peneliti Balitbangtan di Loka Penelitian Sapi Potong (Lolit Sapo) Oleh Noor Hudhia Krishna bersama Mariyono, Dicky Pamungkas, dan Yeni Nur Anggraeny.

Menurut penjelasan Noor dan rekan-rekannya, tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan berbasis hasil samping agroindustri sawit terhadap kualitas kimia dan fisik daging sapi bali jantan.

Penelitian dilakukan selama empat bulan dengan menggunakan 15 ekor sapi bali jantan dengan berat badan awal 300-400 kilogram dan skor kondisi tubuh sekitar 5 dari skala 1-9.

Sapi pun dibagi menjadi tiga kelompok perlakuan.

Setiap kelompok diberi pakan yang berbeda, baik bahan penyusun maupun jumlah masing-masing bahan (penghitungan berdasar bahan kering),” ujarnya.

Setelah empat bulan, sapi pun disembelih dan diamati kualitas dagingnya.

Parameter yang diamati yaitu, kualitas kimia dan fisik daging yang terdiri dari kadar air, kadar lemak, daya ikat air dan susut masak.

Baca juga: Terseruduk Pesona Sapi Bali

Hasil pengamatan terhadap sifat kimia daging sapi bali jantan yang diberi pakan kelompok 1, 2, dan 3 memiliki kadar airnya berturut 70,4%; 69,0%; dan 70,6%,” jelasnya.

Sedangkan kadar lemak daging yaitu 2,3%; 3,1%; dan 4,0%. Kemudian untuk sifat fisik daging, memiliki daya ikat air 38,9%; 38,1%; dan 39,0%, serta susut masaknya masing-masing 49,4%; 48,7%; dan 48,2 %,” tambahnya.

Menurutnya, sapi yang diberikan pakan menggunakan hasil samping agroindustri sawit, memiliki kualitas daging relatif sama dengan yang diberikan pakan tanpa sawit.

Pakan hasil samping industri sawit cenderung menghasilkan kualitas daging, yang memiliki kadar lemak rendah,” tutupnya.

Related News

Jagad Tani - Petaninya Milenial App Download

Free Sign & Download, Android App