• 28 September 2021

Cegah Kanker dengan Temu Putih

uploads/news/2020/11/cegah-kanker-dengan-temu-447795ff6555513.jpg
SHARE SOSMED

Diminum secara teratur dan berkelanjutan dua kali sehari, dalam kurun waktu tiga bulan, maka tubuh dijamin akan terlindungi dari bahaya kanker.”

JAKARTA - Apakah Sahabat Tani familiar dengan tanaman bernama temu putih atau temu kuning (Curcuma zedoaria)?

Di beberapa daerah, temu putih memiliki berbagai nama seperti koneng tegal (Sunda), temu pepet (Jawa).

Ia juga memiliki nama asing di berbagai negara seperti, white tumeric (Inggris), kencur atau ambhalad (India), cedoaria (Spanyol), dan er-chu (China).

Baca juga: Naik Daun Kunyit Hitam 

Temu putih merupakan terna atau tumbuhan yang batangnya lunak karena tidak membentuk kayu, yang tumbuh secara tahunan.

Ia dapat tumbuh mencapai 2 meter dan tidak berkelompok.

Daunnya sendiri membentuk lanset, memanjang berwarna merah lembayung di sepanjang tulang tengahnya.

Bunganya akan keluar dari rimpang samping, menjulang ke atas dan membentuk bongkol bunga yang besar.

Mahkota bunga berwarna putih, dengan tepi bergaris merah tipis atau kuning.

Selain itu, rimpang berwarna putih atau kuning muda, memiliki rasa yang sangat pahit.

Tumbuhan ini berasal dari Pegunungan Himalaya, India, dan tersebar ke negara-negara Asia lainnya seperti China, Vietnam, dan Jepang.

Temu putih juga tumbuh liar di Gunung Dempo, perbatasan Sumatera Selatan dan Bengkulu; di hutan jati Jawa Timur; banyak dijumpai di Jawa Barat dan Jawa Tengah, di ketinggian hingga 1.000 meter di atas permukaan laut.

Menurut Yayasan Penyuluhan Kanker Indonesia (YPKI), temu putih dapat dijadikan sebagai alternatif untuk mencegah kanker.

Temu putih mengandung 95% zeodarin, kurdiona, dan kurkumol, yang bertindak sebagai anti-neoplastik terhadap sel kanker. Jadi, dengan mengkonsumsi temu putih secara teratur dan berkelanjutan, maka sel-sel di dalam tubuh akan semakin kuat, serta terlindungi dari ancaman kanker,” ujar dokter pembimbing YPKI, Prof. dr. Aznan Lelo, PhD. SpFK dalam keterangan tertulis belum lama ini.

Cara pengolahan dari temu putih juga sangat sederhana, yaitu dengan mengambil umbi dan membersihkannya, kemudian menjemurnya di dalam ruangan hingga kering (tanpa sinar matahari langsung).

Baca juga: Benarkah Temulawak Cegah COVID-19?

Setelah umbi temu putih sudah kering, dilanjutkan dengan menumbuknya hingga menjadi serbuk.

Setelah itu, konsumsi temu putih dengan mencampur satu sendok teh serbuk umbi putih dengan segelas air hangat.

Diminum secara teratur dan berkelanjutan dua kali sehari, dalam kurun waktu tiga bulan, maka tubuh dijamin akan terlindungi dari bahaya kanker,” pungkasnya.

Related News

Jagad Tani - Petaninya Milenial App Download

Free Sign & Download, Android App