• 6 Desember 2020

Menangani Penyakit Gumboro pada Ayam

uploads/news/2020/11/menangani-penyakit-gumboro-pada-29840635169e6fd.jpg
SHARE SOSMED

JAKARTA - Jika Sahabat Tani sedang memulai usaha ternak ayam, waspadai penyakit gumboro yang hingga saat ini belum ada obatnya.

Menurut peneliti dari Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (BPATP), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian (Kementan), Abdullah Udjianto, penyakit gumboro atau penyakit infectious bursal disease (IBD) merupakan penyakit pada ayam.

Baca juga: Perawatan Ekstra Ayam Bangkok

Penyakit ini pertama kali dilaporkan oleh Cosgrove pada 1962 berdasarkan kasus yang terjadi pada 1957 di Desa Gumboro, Delaware, Amerika Serikat.

Lalu menyebar hingga ke Indonesia pada 1983 dan pertama kali ditemui di Kecamatan Sawangan, Kota Depok.

Pada periode 1990-an, penyakit gumboro menyebar hingga ke berbagai wilayah di Indonesia.

Sesuai dengan nama asal daerah ditemukannya, penyakit ini dikenal juga sebagai penyakit gumboro.

Gejala klinis yang terlihat, sangat tergantung dari strain virus yang menginfeksi ayam, jumlah virus, umur, galur ayam, rute inokulasi, dan keberadaan antibodi penetralisasi.

Gejala klinis yang ditimbulkan biasanya terlihat ayam dalam keadaan lesu, nafsu makan hilang, sayap menggantung.

Selain itu, juga sering ditemukan gejala diare, serta kotoran yang menempel pada kloaka.

Pada ayam muda tanpa antibodi maternal, biasanya gejala klinis terlihat dalam 48 jam dan gejala akan semakin parah pada 56-72 jam.

Penyakit gumboro akut biasanya menyerang ayam pedaging umur >3 minggu,

Penyakit ini merupakan penyakit menular akut dan tidak ada obatnya, namun tidak perlu khawatir karena ternyata penyakit ini dapat diatasi dengan ramuan obat herbal,” tulis Abdullah dalam keterangannya.

Menurutnya, jika ada ayam yang terdapat gejala atau tanda-tanda penyakit gumboro, maka tindakan yang cepat harus dilakukan yaitu dengan membuat ramuan yang terdiri dari gula merah sebanyak 100 gram, kunyit sebanyak 100 gram, lempuyang sebanyak 100 gram, dan air sebanyak 1 liter.

Lalu campur semua bahan-bahan tersebut dan kemudian diblender dengan air, dan direbus hingga mendidih. Kemudian dinginkan dan saring semuanya, dan jadilah jamu herbal,” jelasnya.

Menurutnya, jamu ini bisa dicampur dengan air bersih atau diencerkan hingga berjumlah 10 liter.

Setelah itu, berikan jamu herbal tersebut pada ayam yang terkena penyakit gumboro dan harus dihabiskan.

Baca juga: Khasiat Jamu untuk Kesehatan Ayam

Keesokan harinya, Sahabat Tani harus membuat ramuan yang baru lagi.

Berikan jamu herbal ini selama tujuh hari berturut-turut. 

Jangan kaget apabila setelah pemberian jamu ini ada kematian yang meningkat pada hari ketiga sampai kelima, namun setelah itu akan menurun. Kematian akibat penyakit gumboro bisa mencapai hingga 80%, tetapi kalau diberikan jamu herbal ini, kematian dapat ditekan hanya sekitar 10 % saja,” tutupnya.

Comment

Related News

Jagad Tani App Download

Free Sign & Download, Android App