• 6 Desember 2020

Cara Sukses Membudidayakan Anthurium

uploads/news/2020/11/cara-sukses-membudidayakan-anthurium-918039b6e6b57f4.jpg
SHARE SOSMED

Saat ini, perkembangan anthurium sudah sangat pesat, ini terbukti dengan banyaknya hibrida dan kultivar baru yang dihasilkan dengan nilai komersial yang tinggi.

JAKARTA - Nama anthurium atau juga dikenal Kuping Gajah, pastinya sudah tidak asing bagi Sahabat Tani pecinta tanaman hias.

Ya, tanaman ini merupakan salah satu komoditas yang memiliki potensi ekspor.

Bunga anthurium biasanya terdiri dari spathe (seludang bunga), spadik (tongkol bunga), dan peduncle (tangkai bunga).

Bagian yang menarik dari anthurium yaitu seludang bunga yang merupakan modifikasi dari daun, bentuk, warna, dan ukuran seludang bunga ini sangat beragam, tergantung spesies dan varietasnya.

Baca juga: Ilex Cornuta, Penghias sekaligus Penyembuh

Bunga anthurium secara umum dikenal dengan tiga tipe, pertama anthurium potong, kedua anthurium tipe tanaman pot, dan ketiga berdaun indah.

Anthurium bunga potong biasanya mempunyai seludang bunga dan daun yang berukuran besar dengan jumlah yang sangat terbatas.

Sedang anthurium tipe tanaman pot mempunyai seludang daun dan daun yang relatif kecil, tapi jumlahnya lebih banyak dan serentak dalam suatu waktu.

Saat ini, perkembangan anthurium sudah sangat pesat, ini terbukti dengan banyaknya hibrida dan kultivar baru yang dihasilkan dengan nilai komersial yang tinggi.

Hibrida dan kultivar baru tersebut merupakan hasil persilangan dari turunan anthurium yang mempunyai bentuk dan warna seludang daun yang indah yaitu, Anthurian andreanum dan Anthurium scherzerianum.

Untuk membudidayakan anthurium, Sahabat Tani dapat melewati beberapa proses seperti berikut:

Perbanyakan dengan biji

Secara konvensional perbanyakan anthurium dilakukan melalui biji.

Persilangan antar tetua terpilih, ditujukan untuk menghasilkan hibrida atau kultivar yang lebih unggul.

Untuk melakukan persilangan ini, hal pertama yang harus dipersiapkan yaitu tanaman induk jantan dan induk betina yang sudah terpilih dan peralatan berupa kuas kecil.

Bunga anthurium bersifat protogini dalam tongkol bunga betina, yang akan matang terlebih dahulu daripada bunga jantan.

Bunga betina yang sudah matang dan siap dibuahi ditandai dengan permukaan tongkol bunga yang licin atau berlendir.

Bunga jantan akan segera matang antara dua sampai empat hari setelah bunga betina matang dan ditandai dengan keluarnya serbuk sari yang berwarna putih kekuningan. 

Penyerbukan dilakukan dengan cara menempelkan pollen yang diambil dari tongkol bunga tanaman induk jantan ke kepala putik pada tongkol bunga sebagai induk betina dengan menggunakan kuas kecil.

Setelah penyerbukan selesai, lalu ditutup dengan kertas.

Persilangan yang berhasil, ditandai dengan terbentuknya buah yang banyak atau menyerupai bentuk kutil, yang menempel pada tongkol bunga.

Buah dapat dipanen kira kira setelah empat hingga enam bulan sejak persilangan, buah yang sudah matang berwarna merah kehitaman, dan mudah lepas dari tongkol bunga.

Buah yang sudah dipanen dibersihkan bagian dagingnya yang berlendir, sehingga tinggal bijinya yang siap disemai dalam media campuran pasir dan moss.

Setelah dua bulan, benih dalam pesemaian dapat dipindahkan ke pot pot individu. 

Benih

Benih anthurium sebelum ditanam di lahan, sebaiknya diadaptasikan terlebih dahulu pada lokasi kebun selama sebulan.

Anthurium hasil persilangan yang baik untuk ditanam, yaitu yang telah mempunyai lima hingga tujuh helai daun dengan tinggi mencapai 25 sentimeter, pertumbuhannya subur, normal, dan sehat.

Pemeliharaan benih yang dilakukan yaitu penyiraman, pemupukan, dan pengendalian hama penyakit.

Benih yang terpilih dapat diperbanyak secara vegetatif yaitu, melalui tunas anakan atau pun kultur jaringan.

Penanaman

Penanaman anthurium ada dua macam cara, yaitu langsung di lapangan pada bedengan-bedengan yang telah disiapkan dan dalam pot atau polybag, yang ditempatkan di bawah naungan paranet.

Pemeliharaan

Kegiatan pokok pemeliharaan tanaman anthurium yaitu penyiraman, sanitasi, pemupukan, dan pengendalian hama serta penyakit.

Penyiraman

Dilakukan secara kontinyu satu hingga dua kali sehari pada pagi dan sore hari, terutama pada awal-awal pertumbuhan atau tanaman muda.

Gunakan air bersih yang bebas dari pencemaran.

Sanitasi

Hal ini termasuk hal penting dalam pemeliharaan, harus secara terus menerus membuang rumput liar di sekitar pertanaman, membuang tangkai daun yang mengering atau pun bekas serangan hama dan penyakit.

Sisa-sisa tanaman di sekitar kebun, sebaiknya dikumpulkan untuk dimusnahkan atau dibakar.

Baca juga: Pakis Boston, Pembersih Udara Terbaik

Pemupukan

Hal ini biasanya dilakukan tiap tiga bulan sekali.

Pupuk yang digunakan harus disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman.

Tanaman yang masih muda atau kecil banyak membutuhkan unsur N yang tinggi, sedangkan tanaman dewasa atau yang sudah berbunga banyak membutuhkan unsur P dan K.

Cara pemberiannya disebar merata disekeliling tajuk tanaman sedalam 15 sentimeter.

Pengendalian hama dan penyakit

Pengendalian hama dan penyakit secara mekanis memotong bagian tanaman yang terserang, serta melakukan penyemprotan dengan insektisida untuk hama dan fungisida untuk penyakit.

Comment

Related News

Jagad Tani App Download

Free Sign & Download, Android App