• 19 September 2021

Budidaya Wasabi di Kota Bogor

uploads/news/2020/10/budidaya-wasabi-di-kota-373841d16760494.jpg
SHARE SOSMED

Rasanya menyengat, tapi kalau menurut saya beda sama cabai. Kalau dia lebih menghangatkan tenggorokan.”

BOGOR - Bagi Sahabat Tani yang gemar makanan Jepang, tentu sudah tidak asing dengan wasabi.

Ya, wasabi merupakan tanaman asli Jepang yang biasa dimanfaatkan untuk penyedap masakan Jepang, semisal sushi dan sashimi.

Wasabi dan sushi bahkan seperti pasangan kekasih yang tak pernah terpisahkan.

Baca juga: Daun Stevia, Tanaman Pengganti Gula

Kombinasi keduanya bisa menciptakan rasa yang sensasional.

Meski menimbulkan efek pedas yang menyengat, rasa tanaman ini berbeda dengan cabai yang umum dikonsumsi masyarakat Indonesia.

Tak ayal, tanaman langka ini memiliki harga yang amat mahal.

Tapi, Sahabat Tani tak perlu jauh-jauh ke Jepang untuk melihat tanaman ini dibudidayakan.

Sahabat Tani cukup berkunjung ke Kuntum FarmField, Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Di sana, kita bisa melihat banyak wasabi yang ditanam di antara pohon-pohon yang menjulang tinggi.

Kenapa harus tertutup pohon tinggi, karena wasabi tidak akan tumbuh apabila terpapar cahaya matahari langsung. Wasabi itu harus ditanam di bawah bayang-bayang pohon yang lebih besar. Bahkan di dalam rumah kaca sekali pun,” ujar Pendiri Kuntum FarmField, Suyanto.

Wasabi dinilainya memiliki efek pedas dan mampu menghangatkan tubuh.

Hal tersebut cocok untuk masyarakat Kota Bogor yang selalu diterpa hawa dingin.

Untuk membuktikan rasa dan kepedasannya, Suyanto mengaku pernah mencabut satu tanaman wasabi yang tumbuh di sekitar rumahnya.

Saya pun pernah menjajal memakan secuil pangkal tanaman itu mentah-mentah. Rasanya menyengat, tapi kalau menurut saya beda sama cabai. Kalau dia lebih menghangatkan tenggorokan,” jelasnya.

Di pasaran, wasabi biasanya akan diolah menjadi bubuk yang dikemas di dalam kaleng dan pasta kemasan tube.

Di Jepang, daun dan bunga wasabi bisa digoreng sebagai tempura dan biasa digunakan sebagai perasa untuk berbagai produk makanan ringan hingga es krim.

Baca juga: Mengenal Sistem Bercocoktanam Akuaponik

Panen wasabi tidak mengenal musim dan bisa dipanen kapan saja. Tanaman siap panen setelah 3-4 tahun, dan akar yang dapat dipanen sedikit, sehingga wasabi kalau yang segar bisa berharga mahal,” tutur Suyanto.

Ia juga mengatakan, budidaya wasabi sangatlah menguntungkan, namun Sahabat Tani harus menyesuaikan wasabi dengan iklim dan datarannya agar tumbuh dengan sempurna.

Related News

Jagad Tani - Petaninya Milenial App Download

Free Sign & Download, Android App